Assalamualaikum Sahabat. Melanjutkan cerita traveling saya bersama keluarga suami, awal bulan Agustus 2022 yang mengesankan. Ya bagi saya setiap perjalanan selalu meninggalkan kesan yang mendalam. Siapapun teman perjalanan pasti akan ada cerita yang tak sama. Meski dengan orang yang sama, ke tempat tujuan sama, akan selalu ada cerita yang berbeda.
Apalagi perjalanan kami kali ini terasa istimewa dikarenakan untuk menjadi saksi ijab dan pernikahan ponakan. Pernikahan yang udah jadi perbincangan di WAG kelluarga sejak akhir tahun kemarin. Alhamdulillah pesan tiket pesawat udah dari Februari jadi masih dapat harga murah. Acaranya juga lancar, meski ada drama sejak berangkat dari hape yang tertinggal di mobil sampai ada yang kehilangan hape beneran. Ya itu lah cerita yang akan selalu jadi kenangan saat ada di satu perjalanan.
Oia saya menuliskan versi lengkap perjalanan ini karena traveling ke Lembah Harau adalah sisipan kegiatan setelah tasyakuran pernikahan ponakan. Jadi sengaja saya menulis lengkap perjalanan dari awal di bandara hingga ke Pekanbaru.
Perjalanan kali ini bersama dengan suami, ibu mertua, mbak Nur (mbak ipar), mbak Ida (istri kakaknya suami), dan adik ipar (pasangan suami istri, dek Pur dan Ani, serta si bungsu Nina). Dari rombogan kali ini dengan tujuan sama, yaitu Kota Pekanbaru dan nantinya akan jalan-jalan ke kawasan Bukittinggi. Kali ini saya akan menuliskan cerita saat wisata di Lembah Harau. Meski kami juga ke tempat wisata lain. Akan saya ceritakan di lain waktu bila ada yang tertarik, hihii.
Meski bukan kali pertama berkunjung ke lembah ini namun tetap aja menjadi pengalaman yang mengesankan. Tapi ada juga sih pengalaman tak mengenakkan. Apa sih yang bikin nggak enak? Baca lebih lanjut aja yaa.
Hari Kedua Berangkat dari Bogor Menuju Bandara
Setelah menikmati perjalanan sepanjang 7 jam, dengan beristirahat di Pekalongan dan rest area haritage Brebes, kami tiba di Bogor di kawasan Dramaga. Rumah adik kami yang hanya ditempati oleh anak sulungnya. Rencana besok pagi jam 8 kami akan berangkat ke bandara Soekarno Hatta bersamanya.
Sampai di Bogor segera masak nasi untuk makan malam kami bertujuh. Lauk pelengkap udah bawa dari Semarang. Ada rendang daging, serundeng, kentang pedas, dan telur balado. Saya dan mbak Nur akhirnya nyari sayuran di kulkas untuk dimasak tumis.
Yang bebas tugas ada yang mandi, beberes bajuk untuk besok pagi, atau eksplor koleksi tanaman di kebun depan, hahahaa. Sementara suami dan adik ipar membersihkan mobil.
Setelah makan malam dan ngobrol diselingi vidcall dengan adik yang di Pekanbaru, kami segera masuk kamar untuk beristirahat. Capek, ngantuk, dan kami mesti mempersiapkan stamina untuk perjalanan besok ke bandara. Yang pasti kami harus siap nunggu lama di bandara karena pesawat delay. Udah biasa ya kalo maskapai Li**, hehee.
Pagi hari Jumat, 5 Agustus 2022 mobil kami terisi 7 orang dari sebelumnya karena ada ponakan yang bareng kami. Oia yang nikah adiknya duluan kemarin. Tapi alhamdulillah si sulung dari nte Yuli (adik kami yang tinggal di Pekanbaru) insya Allah bakal nyusul tahun depan. Mohon doanya ya buat ponakan kami.
Setelah perjalanan sekitar 1,5 jam, mobil pun memasuki bandara terminal 2E. Setelah menurunkan bawaan, suami menitipkan mobil di parkiraan inap di dekat gate 1. Dia sendirian kesana, karena ada satpam yang antar. Kata si bapak satpam nantinya akan naik ke gate 1 lewat eskalator atau anak tangga. Kami pun menanti di dekat pintu masuk terminal 2E.
Penantian Selama 6 Jam di Bandara, Dari Shalat Hingga Makan Siang
Setelah suami bergabung dengan rombongan, kami segera boarding karena ada penitipan bagasi. Berbarengan pula ada pesan notif masuk di WAG kalo adik bungsu udah nungguin di Gate E5 bersama Ibu. Mereka berangkat dari Semarang dengan penerbangan pertama.
Jadi ceritanya memang kami barengannya mulai dari bandara Soetta. Karena kasihan ibu kalo mesti ikut kami yang muda ini road trip Semarang - Bogor. Tapi pulangnya terpaksa ikut road trip Bogor - Semarang karena adik bungsu mesti pulang duluan. Tapi alhamdulillah Ibu sehat sehat aja selama dalam perjalanan dari berangkat hingga pulang lagi ke Semarang.
Sebelum beranjak ke Gate E5 kami memilih shalat Dhuhur dulu di mushola yang ada Terminal 2D. Karena adik kami bilang, mushola yang ada di Gate E5 itu mesti turun satu lantai gitu. Meski akhirnya juga kami tetep mengakses kesana karena harus ke toilet saat menanti jam penerbangan yang masih lama.
Setelah semua selesai melaksanakan shalat yang dijamak, kami pun beranjak ke Gate E Terminal 2E. Wah kasihan ibu misal jadi berangkatnya bareng kami naik mobil dari Semarang. Tapi tadi adik kami yang bareng Ibu juga cerita kalo mereka pun jalannya jauh. Beruntung ada fasilitas kursi roda bagi lansia, dibantu oleh maskapainya. Yang penting saat boarding sampaikan pada petugasnya kalo ada orang tua yang butuh kursi roda karena masalah dengan kakinya.
Tiba di terminal 2F rombongan kami segera berkumpul di deretan kursi bareng adik bungsu dan Ibu. Kami masih menanti rombongan dari Kuningan, keluarga suaminya adik kami. Tapi dari Kuningan ini hanya empat orang yang bisa berangkat ke Pekanbaru. Yang berangkat yang usianya muda ataupun tubuhnya sehat. Meski dibanding kami ya masih mudaan kami sih, karena yang berangkat adalah kakaknya ayah dari pengantin putra. Ah syudahlah nggak perlu dipusingkan tentang keluarga dan usianya, hahahaa.
Di sini kami makan perbekalan, nasi kebuli dan ayam goreng. Pilihan lain nasi putih dengan ayam goreng dan telur balado. Pilihan saya nasi kebuli dan suwir daging, enak banget ya Allah. Kayaknya aku lapar karena jalan jauh antara terminal masing-masing gate ini, hihiii. Tapi emang udah jam makan siang juga sementara paginya saya hanya makan bolu dan teh manis.
Tepat jam 16.00 petugas memanggil para penumpang pesawat Lion Air tujuan Pekanbaru. Perjalanan nggak lama karena pukul 18.00 pesawat udah mendarat di bandara Sultan Syarif Kasim.

Perjalanan dari bandara menuju rumah nggak butuh waktu lama karena lokasinya dekat, cuma membutuhkan waktu 15 menit. Setelah pembagian kamar dan mandi, shalat, dan beberes pakaian, kami berkumpul untuk ngobrol. Kebetulan ada dua kakak sepupu dari keluarga besar ibu mertua yang tinggal di Boyolali dan Palembang akan menghadiri pernikahan besok. Jadi deh malam itu acaranya makan dan ngobrol seru. Kalo nggak ingat besok bakal ada acara penting pasti ngobrolnya nggak bakal disudahi, hihiii.

Piknik ke Lembah Harau Lagi, Suasana Udah Beda
Setelah 4 jam perjalanan, sempat rehat sejenak di Kelok 9 untuk menyelonjorkan kaki, kami tiba di Lembah Harau. Oia kami sempat menghabiskan jagung bakar, pisang bakar selama di Rest Area Kelok 9. Kami juga sempat foto-foto bersama.




![]() |
| jalan menuju toilet, ada sandal khusus |
Harga Tiket Lembah Harau

![]() |
| Sempet ngintip bagian dalamnya seperti di foto bawah itu |






