Desember 01, 2019
BY Hidayah Sulistyowati
33 Comments
Belanja Coklat di Harriston Boutique Malaysia
Assalamualaikum Sahabat. Saat saya berkunjung ke Malaysia yang kedua kalinya, pengennya sih jalan-jalan di tempat wisata yang baru. Terutama tempat wisata yang belum saya kunjungi saat pertama ke Malaysia.
Namun ternyata kunjungan kedua kali ini jadwal dari si pemberi job sangat padat. Rencana hari terakhir pengen ke Dataran Merdeka. Kemudian pengen juga numpang shalat di Masjid Jamek, karena kunjungan pertama cuma bisa di serambi. Pas hari Jumat tuh masjid tertutup untuk jemaah perempuan. Kan nyesek gitu udah sampai di masjid gak bisa shalat.
Silahkan baca : Wisata Kesehatan di Malaysia
Rencananya juga abis itu mau ke Sentral Market, kan deketan ya bisa belanja oleh-oleh.
Namun ternyata rencana dan harapan tak sesuai kenyataan. Hmm, kayak lagu jadul niy. Kunjungan hari ketiga rampungnya udah sore banget. Akhirnya harus ganti destinasi lah, yang sesuai dengan keinginan semua orang. Karena ada yang pengen foto-foto di Menara KLCC.
Driver Hotel Yang Mengantar Rombongan ke Harriston Coklat
Rencananya sih kami akan diantar oleh driver yang selama tiga hari menjadi teman perjalanaan di Kuala Lumpur. Jadi ada beberapa tujuan jalan-jalan. rombongan saya akan ke Kenanga Wholesale City, tempat belanja baju dengan model grosir. Minimal harus beli tiga bijik dan harganya murah. Bisa jadi oleh-oleh untuk ponakan.
Namun sayangnya jam 6 malam udah tutup, jadi kami akhirnya minta ke toko oleh-oleh yang khusus jual coklat. Jalan-jalan ke Malaysia tanpa beli coklat serasa hampa, sob!
Kami ngakak sepanjang jalan karena driver melewati jalan tikus dengan kesan lingkungan yang gelap dan kumuh. Etapi kalo nggak lewat jalan ini, kami pasti kelamaan di jalan. Karena Kuala Lumpur tuh tiap sore jalannya macet kayak di Jakarta.
Di jalan yang udah dekat dengan toko penjual coklat, terlihat puncak Menara KLCC. Teman serombongan udah bilang sama driver untuk diantar juga ke KLCC. Padahal janjinya sejak di lobby hotel, kami hanya diantar sampai di toko oleh-oleh. Nanti deh saya ceritakan di akhir tulisan ini ya. Apakah kami diantar sampai ke KLCC atau di toko penjual oleh-oleh?
Harriston Boutique, A Unique Malaysian Chocolate Experience
Driver ngajakin ngomong kami sepanjang jalan, udah kayak tour guide gitu. Eh beliau juga promo sih kalo bisa menjadi driver misal kami ingin berkunjung lagi ke Kuala Lumpur. Saya langsung catat nomer telepon bapak driver yang baik dan ramah ini.
"Nah, gedung yang jual coklat udah ada di depan sana, di sebelah kiri," tutur driver.
Mata kami mencari gedung yang driver jelaskan. Saya yang udah pernah ke toko penjual oleh-oleh coklat di Kuala Lumpur, ikut mencari. Saya cari sebuah nama yang lekat di ingatan. Namun nggak ada papan penunjuk dengan tulisan nama yang saya ingat.
Mobil jenis station ukuran seperti mobil travel di Indonesia, berbelok ke arah kiri. Tempat parkir luas menyambut mobil yang membawa rombongan saya. Ada beberapa mobil serupa, juga jenis mobil lainnya. Beberapa driver terlihat duduk di kursi yang ada di luar bangunan.
"Udah sampai, silahkan belanja dan borong untuk oleh-oleh," tutur bapak driver.
Kami berhamburan turun dari mobil dan lari ke bangunan di arah kiri kalo dari pintu masuk jalan.
Ada semacam patung yang menggambarkan buah-buahan, bahan tambahan produk coklat. Saya dan teman-teman pun bergantian foto di depan patung buah-buahan tersebut. Sebenarnya saya mati gaya deh foto di situ, tapi karena diminta pose ya.. udah lah, hahahaa.
Kemudian di belakang patung buah-buahan, ada petugas yang memberikan kalung tanda masuk. Jadi selama tour di Harriston Boutique, kalung ini mesti dipakai oleh pengunjung.
Begitu memasuki pintu ada outlet yang menyambut pengunjung. Ada petugas yang dengan ramah menjelaskan bahan dasar dan jenis-jenis coklat yang ada di Harriston.
Di sini juga ada dapur tempat untuk memproduksi coklat yang terlihat dalam etalase berukuran besar. Namun saya tidak melihat aktivitas produksi coklat di sana. Karena bisa jadi udah saatnya jam tutup produksi mungkin ya, saya lupa nggak menanyakan hal ini.
Tak Sekadar Belanja Coklat di Harriston Boutique
Saya melihat ada beberapa rombongan yang sedang mendengarkan penjelasan di tiap outlet dengan petugas yang berbeda. Rombongan saya hanya betah sebentar mendengarkan uraian si petugas.
Ya iya lah, kami udah tiga hari ini dengerin penjelasan terus, tapi tentang info kesehatan dan rumah sakit di Malaysia. Masa iya mau belanja aja masih diminta dengerin informasi lagi, hahahaa. Capek akutu.
Saya dan tiga orang teman segera berpencar. Yang lain pun mengikuti, melihat berbagi coklat yang dipajang di etalasi dan di meja-meja.
Sebenarnya kalo kami punya waktu lebih, senang juga mendengarkan informasi seputar coklat dan bahan tambahan lainnya. Karena Harriston Boutique ini tak sekadar menjajakan coklat. Namun memberikan pengalaman unik mengeksplorasi produk coklat yang diklaim nomer satu di Malaysia ini.
Ada beberapa jenis dan rasa coklat yang disajikan dan bisa dipilih oleh pengunjung. Kemasannya pun beragam, dari kemasan plastik, kertas, toples, kaleng dengan tema gamber masjid Putra Jaya dan Menara KLCC, hingga dikemas seperti kado.
Pilihan rasa coklat yang dipajang di etalase Harriston Chocolates ada banyak. Seperti dark chocolate, tiramisu, kopi, almont, hazelnut, sampai rasa buah-buahan, yaitu strawberry, durian, dan lainnya.
Saya udah ngincipi Almond yang dibalut coklat susu, rasanya gurih tapi juga kemanisan untuk lidah saya. Ini nih foto penampakan coklat almond berbalut susu.
Harga produk coklat di Harriston Boutique bervariasi, dari 24 MYR hingga 199 MYR. Ada juga kemasan dengan jumlah 6 pak yang dijual dengan harga lebih murah dibanding beli satuan.
Malaysia memang menempati urutan teratas sebagai produsen coklat terbaik di kawasan Asia. Untuk kelas dunia, Malaysia ada di urutan kelima, sementara Belgia dan Belanda yang menjadi nomer satu dan dua terbaik di dunia.
Saya di sini enggak belanja satu pun produk coklat Harriston. Karena saya dan beberapa teman udah janjian akan belanja coklat di tempat lain. Nanti ya saya update cerita tentang belanja coklat di tempat favorit tiap berkunjung ke Malaysia. Aihhh, baru juga dua kali berkunjung ke Malaysia, udah punya tempat favorit belanja coklat.
Silahkan baca : Masjid Selat Melaka Malaysia
Dan kunjungan kedua kali ini saya harapkan tidak menjadi yang terakhir. Saya masih pengen berkunjung lagi ke Malaysia bersama teman ataupun keluarga. Masih ada banyak tempat wisata di Malaysia yang belum saya kunjungi. Impian dan doa itu bakal terwujud kalo diucapkan. Aamiinkan yaa, Sahabat.
Selesai belanja coklat di Harriston, kami kembali ke mobil. Driver udah siap pula mengantarkan saya dan teman-teman menuju destinasi berikutnya, yaitu Menara KLCC. Bapak driver yang baik hati ini memang benar-benar berjiwa penolong. Permintaan kami diwujudkan meski janjinya tadi kami hanya diantar di satu destinasi saja. Semoga pelanggan makin banyak ya Pak.
Pemandangan di jalan raya kota udah mulai nampak lengang. Adzan Maghrib sebentar lagi berkumandang. Para pekerja tengah di jalan atau di rumah masing-masing. Alhamdulillah kami juga udah tiba di pelataran KLCC.
"Terima kasih, Pak," ucap kami nyaris bergantian pada driver.
Ucapan kami disambut senyum ramah dan doa terbaik. Kami saling mendoakan. Harapan yang sama terucap, semoga ada waktu terbaik bisa berkunjung lagi ke Malaysia. Sampai jumpa lagi, bapak driver yang baik. Wassalamu'alaikum.
Selesai belanja coklat di Harriston, kami kembali ke mobil. Driver udah siap pula mengantarkan saya dan teman-teman menuju destinasi berikutnya, yaitu Menara KLCC. Bapak driver yang baik hati ini memang benar-benar berjiwa penolong. Permintaan kami diwujudkan meski janjinya tadi kami hanya diantar di satu destinasi saja. Semoga pelanggan makin banyak ya Pak.
Pemandangan di jalan raya kota udah mulai nampak lengang. Adzan Maghrib sebentar lagi berkumandang. Para pekerja tengah di jalan atau di rumah masing-masing. Alhamdulillah kami juga udah tiba di pelataran KLCC.
"Terima kasih, Pak," ucap kami nyaris bergantian pada driver.
Ucapan kami disambut senyum ramah dan doa terbaik. Kami saling mendoakan. Harapan yang sama terucap, semoga ada waktu terbaik bisa berkunjung lagi ke Malaysia. Sampai jumpa lagi, bapak driver yang baik. Wassalamu'alaikum.










