Laman

  • Beranda
  • Jalan-jalan
  • Inspirasi
  • Review
  • Disclosure
  • About Me
  • Achievement

31 Aug 2013

Jalan-jalan Ke Candi Penataran yuuuk....

Perjalanan kami sekeluarga kali ini mengunjungi obyek wisata sejarah Candi Penataran. Ini pilihan yang disepakati aku dan kedua anak lanang. Bapaknya ngalah karena usulannya ke pantai ditolak kami bertiga. Hehehe....

Candi Penataran berlokasi sekitar 12 km dari pusat kota Blitar. Sebenarnya di kota ini banyak obyek wisata yang patut dikunjungi. Namun kami memang sengaja memilih wisata candi karena penasaran dengan namanya yang unik.

Kompleks candi Penataran ini unik. Tidak seperti Candi Borobudur yang membentuk pola simetris. Atau Prambanan yang mengelompok. Candi Penataran  adalah gugusan beberapa bangunan yang membujur dan disusun dalam pola linear. Komplek bangunan candi ini menempati areal tanah seluar 12.946 meter persegi. Bangunannya berjajar, membujur dari barat laut ke timur dan tenggara (data ini bersumber dari petugas yang jaga di kantor di dekat gerbang pintu masuk)

Seluruh halaman komplek candi ini  dibagi menjadi tiga bagian. Yaitu bagian depan, tengah dan belakang. Di belakang candi utama di sisi timur terdapat sungai yang berhulu di gunung Kelud. Uniknya adalah Candi Utama berada di belakang.

Halaman depan

Masuk ke dalam halaman depan, pintu gerbang terletak di sisi barat laut kompleks candi, diapit oleh dua arca Dwarapala, ibaratnya menjadi penjaga pintu. Masyarakat setempat menyebutnya sebagai Reco Pentung. Sebelah timur kedua arca tersebut terdapat sisa-sisa pintu gerbang yang terbuat dari batu bata merah.

Setelah itu kita akan tiba di bagian paling depan Candi Penataran. Disebut Bale Agung. Memiliki empat buah tangga dengan letak pada sisi depan, samping dan belakang. Sekeliling bangunan Bale Agung dililit oleh ular naga. Kepala ular naga terlihat di bagian kanan dan kiri bangunan. Saat naik tangga, pengunjung akan menjumpai arca penjaga yang berupa arca mahakala.

Bangunan Bale Agung berukuran panjang 37 meter, dan tinggi 1,44 meter. Di atas terdapat pelataran dan setiap ada tumpukan batu. Entahlah untuk apa tumpukan batu ini, penulis lupa bertanya pada petugas di sana.

Jalan-jalan kami berlanjut ke Halaman tengah

Ada yang menyebutnya pendopo teras. Lokasinya terletak di sebelah tenggara bangunan Bale Agung. Petugasnya bilang kalau bangunan candi ini dulunya untuk meletakkan sesaji dalam upacara keagamaan, atau untuk peristirahatan raja serta para bangsawan.

Kalau anak tangga yang ini, pada masing-masing sudut tangga masuk terdapat arca raksasa kecil bersayap dengan posisi lutut kaki yang ditekuk pada satu kakinya. Sedangkan salah satu tangannya memegang gada. Bangunan candi ini juga dililit oleh ular naga.

Candi utama

Milzam asyik mengamati pahatan candi. Dia terlihat menikmati jalan-jalan ke kompleks candi Penataran ini.

Katanya, pada setiap bangunan candi ini terdapat kisah yang berbeda. Meski jurusan di SMK yang diambilnya TKJ (Teknik Komputer & Jaringan), tapi dia memiliki minat pada bidang arkeolog. Bahkan ada beberapa relief di candi ini yang bisa dituturkan maknanya pada kami. Waktu aku tanya, dari mana dia tahu artinya,"Yah, baca lah bu. Di Google kan banyak pengetahuan tentang situs sandi,"

Yah, meski tidak paham dengan relief yang terpahat indah di setiap candi yang ada di muka bumi ini, kami sangat menikmati jalan-jalan seru ini. Apalagi masing-masing candi memiliki keindahan yang tak sama.



Banyak pelancong yang jalan-jalan dan bercengkerama di seputar candi. Tak ketinggalan pula narsis di tiap bangunan candi, atau di taman.
Di pelataran candi utama



Ini pemandangan kompleks candi Penataran yang penulis ambil dari candi utama yang terletak di bagian belakang.

Yuk, kunjungi situs-situs candi yang ada di muka bumi nusantara ini. Dijamin nggak bakal kecewa dengan keindahan warisan leluhur kita.

Sampai jumpa di jalan-jalan berikutnya  :)















No comments :

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...