My Mind - Untaian Kata Untuk Berbagi

Senin, 02 September 2024

CRING! Talks Semarang, Solusi Teknologi Pembayaran Digital
September 02, 2024 20 Comments
Assalamualaikum Sahabat. Jumat siang nan terik, tepatnya tanggal 30 Agustus 2024, saya hadir dalam CRING! Talk Semarang. Bertempat di KOTTA Hotel yang terletak di kawasan kota lama Semarang, tentunya aksesnya mudah banget. Penasaran topik apa sih yang akan dibahas? CRING! Talks Semarang, Solusi Teknologi Pembayaran Digital.

CRING! Talks Semarang


CRING! merupakan layanan fasilitas pembayaran dan layanan perbankan yang diusung oleh PT. Solusi Pembayaran Elektronik (SPE) Solution yang terintegrasi dengan API (Application Programming Interface). Jadi nambah penasaran nggak sih?! Terlebih CRING! ini yang akan mendorong pelaku usaha bertransformasi digital untuk pembayaran digital.

Nah, saya pun bersemangat mengikuti talk show yang sepertinya bakal membuka mata tentang transformasi pembayaran digital yang penting bagi pelaku usaha. Alasannya juga karena saya tertarik untuk buka usaha di rumah. Semoga info yang akan dibagikan oleh narasumber bisa dengan mudah saya pahami.

Transformasi Teknologi Digital Berkembang Pesat

CRING! Talks Semarang diadakan di KOTTA Hotel yang dihadiri oleh pelaku usaha UMKM dan blogger. Menariknya saat saya datang, sudah banyak pelaku usaha yang hadir meski jam dimulainya talk show masih ada beberapa menit lagi. Nampaknya antuasias mereka karena ketertarikan pada produk yang akan dishare.

CRING! Talks Semarang

Host mba Iis Dayanti membuka acara dengan suara yang bersemangat. Menggugah perhatian kami yang hadir agar memperhatikan sesi sharing yang berlangsung. Kemudian mba Iis memperkenalkan pada sosok narasumber yaitu Mas Rio Agustra Anjany, selaku Vice President of Product SPE Solution.

Mas Rio menyoroti tentang perkembangan teknologi di Indonesia yang begitu pesat. Penduduk di Indonesia saat ini ada 277 juta jiwa, termasuk gen alpha. Dari data tersebut artinya ada 75,6 % dari gen x, y (milenial), z, dan alpha ini merupakan 'Tech Savy Population' artinya udah sejak kecil kesenggol dengan teknologi.

Yang artinya sejak mereka lahir, mamanya tanpa sadar udah mengenalkan perangkat teknologi. Seperti tontonan Youtube, dengerin lagu atau murotal, dan lainnya. 

Secara populasi mereka ini sudah terpapar dengan teknologi internet. Rata-rata orang di Indonesia main internet 8,5 jam, ngalah-ngalahin jam kerja. Artinya mereka bisa sepertiga hari dihabiskan di depan internet, entah untuk kerja, belanja online, atau stalking sosial media.

Masih ingat saat covid melanda Indonesia? Industri, juga pelaku bisnis (jualan di pasar, food court di mall banyak yang tutup). Namun pada saat pandemi itu pula, banyak usaha kecil bermunculan dari rumah. UMKM muncul dan memiliki peran  besar bagi perekonomian Indonesia. Pelaku usaha yang sudah mengimplementasikan transaksi pembayaran secara digital mampu bertahan selama pandemi.

Potensi Ekonomi Digital Indonesia 

Salah satu faktor yang paling mempengaruhi potensi ekonomi digital Indonesia adalah perdagangan. Kemudian diikuti oleh tiga sektor lainnya, transportasi, traveling, dan media. Prosentase perdagangan paling tinggi, ngalahin tiga sektor lain.



Seperti yang dituturkan oleh Mas Rio tentang perilaku masyarakat Indonesi sebagai pengguna teknologi, hal ini harus dipandang sebagai peluang. Fakta ini bisa menjadi kesempatan oleh pelaku bisnis dengan memanfaatkan teknologi karena ada potensi digital. 

Gen x (milenial) hingga gen z bahkan sebagian dari mereka udah bekerja. Mereka sudah memiliki akses dan bertanggung jawab memutuskan keuangannya sendiri. Dan mereka lebih nyaman melakukan pembayaran digital seperti e-wallet dan QRIS. Alasannya adalah pembayaran digital ini lebih praktis, mudah, dan aman.

Visi Pemerintah :
Tahun 2023 di Indonesia udah  mencapai 820 milyar dan potensinya bisa lebih. Bila data ini bisa terus tumbuh, akan menjadi 10 kali lipat dari tahun ini pada tahun 2030. 

Sektor paling besar yang mempengaruhi ekonomi digital terus berkembang adalah perdagangan. Sebenarnya perubahan teknologi digital dimulai marak sejak tahun 2019. Perputaran transaksi secara cashless selama tahun 2019 mencapai 142 triliyun dan nggak pernah turun hingga sekarang.

Kalian pasti sekarang kalo keluar rumah udah nggak lagi ribet dengan bawa duit tunai. Sekarang kita lebih nyaman melakukan transaksi pembayaran secara cashless. Kalo pelaku usaha tidak mengimbangi dengan penyediaan cara pembayaran cashless, dia akan ditinggal oleh konsumen.

CRING! Sebagai Solusi Teknologi Pembayaran Digital

Roda penggerak utama ekonomi di Indonesia lebih dari 65 juta adalah UMKM. Dampaknya tentu adalah bisa membuka lapangan kerja. Pemerintah dalam hal ini mendorong pelaku usaha agar lebih memaksimalkan potensi teknologi pembayaran digital.  

UMKM di Indonesia banyak yang berada di sektor perdagangan. Namun menurut peneliti Indef, baru 22 juta UMKM yang sudah go digital. Dan Jawa Tengah berada di peringkat 10 dengan daya saing digital tertinggi. 

Banyak masalah yang muncul bagi UMKM yang ingin berkembang namun terkendala teknolog pembayaran digital. Alasannya beragam, konsumen nggak punya akses keuangan yang praktis karena harus transfer ke bank yang berbeda hingga kena biaya administrasi mahal. Konsumen sekarang lebih suka pembayaran digital yang praktis seperti virtual account.

Digitalisasi bagi UMKM bisa dimulai dari Go online dan Go Cashless. Nantinya semua yang berhubungan dengan usaha akan terbantu dari stok di gudang, penghitungan kas masuk dan keluar dan lainnya. 

Meski ingin melakukan pembayaran digital, pelaku usaha menemukan banyak masalah yang rumit. 


Masalah pembayaran digital bagi UMKM


CRING! hadir dengan menyediakan portal web yang membantu UMKM untuk memonitor, mengelola kas masuk dan keluar, secara real time dalam satu pintu. Kalo UMKM yang gabung dalam toko online itu kan udah ada fasilitas transfer bank ataupun virtual account. Namun UMKM yang enggan gabung dalam toko online si orange atau si hijau, misalkan jualannya hanya di Instagram, kan gak ada fasilitas pembayaran digital. 

CRING memberikan layanan seperti Virtual Account, KYC (Know Your Customer) oleh bank, pembayaran dan pencairan dana, serta dukungan teknis 24 jam. Dengan standar keamanan tinggi (ISO 27001, PCI DSS), CRING memastikan setiap transaksi data terenkripsi dan aman, cocok untuk UMKM dan lembaga keuangan yang membutuhkan solusi digital yang praktis dan terpercaya.

Layanan CRING! memberikan dukungan bagi pelaku usaha sekaligus mendongkrak potensi ekonomi digital dalam jangka panjang. Bagi pelaku usaha, yuk Cari tahu bagaimana Anda dapat memanfaatkan CRING! Sebagai transformasi digital untuk bisnis Anda.

Pengalaman Hadir Dalam CRING! Talks Semarang 

Sebagai blogger yang tertarik ingin merambah dunia usaha, saya merasa tercerahkan dengan pemaparan narasumber. Sepertinya bukan hanya saya namun seluruh peserta yang hadir sangat antusias memberikan tanggapannya. 

Terlihat saat sesi tanya jawab, beberapa peserta banyak yang angkat jari ingin melontarkan pertanyaan seputar CRING! Bahkan isi pertanyaan beberapa pelaku usaha yang didominasi ibu-ibu ini sungguh kritis. 

Pelaku Usaha UMKM


Mas Rio sebagai narasumber memaparkan materi dengan jelas, detil, dan gampang dipahami. Termasuk dengan memberikan beberapa contoh kondisi di lapangan tentang potensi pasar dengan pembayaran digital yang semakin meluas. 

Setelah sesi tanya jawab usai, acara dilanjutkan dengan makan bersama serta networking. Dalam kesempatan ini masih ada loh peserta yang penasaran dan bertanya lebih lanjut tentang layanan pembayaran virtual account yang ditawarkan oleh CRING! Beberapa pelaku usaha juga daftar dan mendapatkan bimbingan cara mengisi formulir registrasi di web CRING!

KESIMPULAN CRING! TALKS SEMARANG

Saya berharap makin banyak pelaku usaha di Indonesia dan secara khusus di Kota Semarang menggunakan layanan pembayaran CRING! Apalagi pelaku usaha yang tidak melek teknologi, dijamin tidak kesulitan menggunakannya. Karena CRING! memberikan kemudahan pelayanan yang aman dan praktis.  Siap untuk mendigitalisasi transaksi bisnis Anda? Daftar untuk CRING! Payment Facilitator sekarang! 
Reading Time:

Jumat, 30 Agustus 2024

Mengenalkan Anak-Anak Games Edukatif Culinary Schools
Agustus 30, 2024 10 Comments

Assalamualaikum Sahabat. Banyak orang tua yang khawatir saat mengetahui anaknya suka bermain games dengan menggunakan gadget. Bagi mereka, bermain games itu bakal menjadikan anak bodoh, malas belajar, dan lainnya. 


Culinary Schools

Sementara saat ini teknologi digital sudah mempengaruhi aktivitas kehidupan masyarakat. Dari pekerjaan kantor, belanja, sekolah, semuanya membutuhkan teknologi digital. Masih ingat saat pandemi kan? Ketika orang mesti di rumah dan akhirnya melakukan semua aktivitas mengandalkan teknologi. 

Orang kantoran bekerja di rumah, pelajar juga mesti belajar di rumah. Dan semua dihubungan dengan teknologi digital. 

Bermain Games Tidak Bakal Menjadikan Anak Bodoh

Bertambahnya usia anak akan membuat mereka mulai mengenal teknologi digital. Kapan anak boleh dikenalkan dengan perangkat gadget, semua itu butuh kebijakan orang tua masing-masing. Bermain video games adalah salah satu cara orang tua mengenalkan teknologi pada anak.  

Saya sendiri mulai mengenalkan anak bermain games ketika mereka tertarik melihat teman bermainnya tengah main games. Beruntung lah anak-anak bertanya tentang video games, saya jadi bisa ikut mempertimbangkan pilihan games dari PC di rumah. Sebagai orang tua saya hanya mengijinkan anak menggunakan gadget di rumah saja.      

Mengijinkan anak bermain games tentu harus diiringi dengan pengawasan orang tua. Bermain games tanpa pengawasan orang tua tentu akan muncul masalah. Tugas kita sebagai orang tua bisa mendampingi anak-anak bermain video games. Tahu sendiri kan kalo anak-anak nggak didampingi main games, bakal lupa waktu.

Peran orang tua mendampingi juga menjadi pemantau durasi mereka bermain video games. Kita pun bisa memberikan batasan kapan waktu anak-anak boleh bermain games.

Di samping efek negatif anak bakal lupa waktu karena main video games, ada manfaat yang terselip dari aktivitas ini. Anak-anak yang senang bermain video games, ternyata mampu mengendalikan emosinya. 

Coba deh saat kita bermain video games, dan muncul rintangan, otak kita akan mencari strategi yang jitu. Anak-anak juga sama loh. Mereka belajar sabar, tidak cemas dan tetap tenang dalam menghadapi rintangan dari games yang dimainkan. Kondisi ini dapat membantu mengajarkan anak untuk mengendalikan emosi.

Beberapa ahli psikologi juga menyatakan, bermain video games memberikan manfaat kecerdasan bagi anak. Otak berlatih lebih fokus dan berkonsentrasi, hinggak merangsang neurotransmitter dopamin. Ini berfungsi untuk menguatkan daya ingat atau melatih memori anak-anak.


Rekomendasi Game Edukatif Tentang Kuliner di Culinary Schools

Dari sekian situs bermain games online, saya menemukan Culinary Schools yang menawarkan koleksi ratusan permainan daring gratis. 

Di antara ratusan game yang ada di Culinary Schools, terdapat games untuk anak-anak. Pilihannya games di sini pun beragam, yaitu mulai dari Food Education Games, Serving Eaters, Other fun food, dan Brain games. Saya tertarik mengenalkan anak dengan Games Serving Eaters.

Di dalam Games Serving Eaters pun terdiri dari berbagai permainan yang detil. Ada games yang mengenalkan anak menjadi penjual di toko kelontong. Atau ada juga games bagaimana anak-anak akan diajak merasakan pengalaman menjadi koki, bekerja di dapur atau menjadi pelayan yang menyajikan pesanan pembeli. 

Di bawah ini adalah games yang ada di Serving Eaters :

- Grocery Stores, game yang menjual persediaan bahan makanan di toko kelontong

- Drinks, game menjual kopi dan cokelat panas

- Pizzerias, membuat pizza sesuai pesanan pembeli

- Cheeseburger, game restoran cheeseburger, menyiapkan burger sesuai pesanan pembeli

- Sandwich stackers, game menyajikan tumpukan sandwich, pancake, pastry cake

- Mexican Food, game tentang gerobak taco & restoran burrito

- LUNCH, game tentang restoran yang menyajikan sarapan dan makan siang

- DINNER, game tentang restoran, jajanan jalanan, shusi bar, dan lainnya untuk makan malam

- ice Cream, game embuat es krim yang sempurna

- DESSERT, game yang berisi membuat makanan penutup 

- Game Simulasi Bisnis Lainnya - menjalankan bisnis toko bunga lokal kecil atau toko perhiasan.

Nah, mari saya ajak untuk memainkan beberapa games di Serving Eaters :

1. Pizza Shop

game kids culinary

Anak diajak berperan dalam permainan simulasi 14 tahap yang dibatasi waktu, di mana pemain harus memberikan menu kepada pelanggan. Pembeli akan menyodorkan menu pesanan pizza dengan topping favorit masing masing.

Sebelum penjual menyajikan, terlebih dulu siapkan sepotong pizza dengan bentuk dan topping yang mereka inginkan. Gunakan kedua oven dan kedua tangan untuk mengerjakan beberapa pesanan sekaligus. 

Permainan ini lebih sulit daripada permainan lain dalam seri ini karena bagian pembuatan irisan dan topping pada level ini masing-masing membutuhkan sedikit waktu. Kalo tidak cepat dan tepat, pembeli akan pergi dengan kecewa karena penjul terlambat memenuhi pesanan.

2. BURGER SHOP


Game Burger Shops ini adalah game yang mengajak anak untuk merasakan pengalaman menjadi penjual burger. Tiap pembeli yang datang akan memesan burger dengan isian yang berbeda. Saat bermain game ini diharapkan anak-anak bisa menyajikan burger sesuai pesanan. 

Setiap pesanan disajikan di atas nampan. Susun bahan-bahan yang diminta sesuai urutannya, dari bawah ke atas. Setelah selesai, ketuk nampan dan antarkan, nanti mereka akan memberikan pembayaran.

Seru sih saat main game ini karena kalo kita menyajikan tidak sesuai pesanan, alasannya grogi, pembeli tidak akan membayar dan pergi begitu saja dengan wajah cemberut.

3. ICE CREAM

Video games Ice cream

Game yang mudah dimainkan oleh anak-anak. Di game ini, anak-anak diminta untuk menyajikan pesanan pembeli ice cream. Anak-anak diminta menyusun sesuai urutan yang udah ada contohnya di sisi kanan kotak permainan. 

Seru loh game ini dan pasti menjadi game favorit anak usia sekolah TK atau kelas awal SD. Tapi tetap dampingi anak-anak saat berman game ya.

4. CHOCOLATE SHOP


Games ini adalah menjalankan usaha toko coklat. Setiap pembeli yang datang akan memilih menu sesuai keinginan mereka. 

Anak diajak untuk menyajikan pesanan menu pembeli dan mengantarkannya untuk dinikmati. Pembeli akan membayar dan keluar apabila pesanannya sesuai keinginan mereka. Namun bila pelayanan terlalu lama, pembeli akan pergi dengan marah dan kecewa.

5. Flower Shop

Games Culinary School

Games yang mengajak anak bermain peran menjadi penjual di toko bunga. Penjual akan menerima pesanan pembeli, bunga apa yang diinginkan. 

Penjual harus cekatan menyiapkan bunga pesanan. Karena pembeli yang datang selalu berbarengan. Semua ingin dilayani secepatnya. 

Itu 5 pilihan games dalam website culinary schools yang udah saya coba. Sekarang saatnya kalian yang mencoba beberapa games tersebut. Wassalamu'alaikum. 
Reading Time:

Rabu, 28 Agustus 2024

Butuh Sepeda Listrik Kualitas Terbaik? Cek Yuk Pilihan Sepeda Listrik GODA
Agustus 28, 2024 31 Comments
Assalamualaikum. Saat saya tahu kalo GODA Technology Group, didirikan oleh Bapak Li Yunpeng tahun 2019 dan kantor pusat di Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, saya cukup antusias. Pantas aja banyak sepeda listrik sliweran di lingkungan tempat saya tinggal. 

Sepeda Listrik Kualitas Terbaik


GODA ingin ngajakin konsumen ikut peduli dengan menggunakan sepeda listrik. Semakin banyak yang pakai sepeda listrik, mampu mengatasi polusi udara dan kebisingan akibat emisi kendaraan bahan bakar yang berdampak besar pada kesehatan masyarakat. 

GODA pun memperkenalkan sepeda dan motor listrik ramah lingkungan untuk kebutuhan perjalanan jarak pendek dan menengah konsumen Indonesia. Dengan fokus pada inovasi dan keberlanjutan, GODA Technology berupaya menjadi pemimpin industri kendaraan listrik di Indonesia dan global. Sudah ada 7 pabrik yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia.

Mengingat tingkat kepedulian masyarakat terhadap pentingnya penggunaan transportasi ramah lingkungan, produk GODA Indonesia wajib jadi pilihan kalian. 


sepeda listrik di GODA Indonesia

Kalo saya lihat keberadaan sepeda listrik ini bisa loh menggantikan sepeda biasa. Karena sepeda listrik lebih efisien, memangkas waktu perjalanan dan hemat tenaga. Iya dong karena kamu nggak bakal kelelahan menggunakannya dibanding sepeda biasa.

Brand GODA adalah produsen sepeda dan motor listrik dengan kualitas terbaik di Indonesia.

Layanan terbaik dari GODA Indonesia adalah garansi spare parts yang tersedia mulai dari 3 bulan hingga 5 tahun. Jumlah spare parts yang dicover oleh GODA Indonesia sebanyak 12 macam, termasuk Motor Power, Baterai, dan Frame Flat Fork yang sering mengalami kendala pada produk kompetitor. 

spare parts

Kalo ada kendala atau kerusakan gimana, sob? Tenaang, GODA Indonesia sudah menghadirkan 30 service center yang tersebar di JABODETABEK, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi, Sumatera, Kalimantan, dan Bali. Berikut ini tabel 30 Service Center GODA Indonesia :

service center GODA di Indonesia


Aaahh jadi makin mantap nih untuk buruan adopsi salah satu pilihan sepeda listrik GODA Indonesia. Pilih-pilih dulu deh yang modelnya paling saya sukai.

Variasi sepeda listrik GODA


sepeda listrik GODA

Wassalamualaikum sahabat.
Reading Time:

Kamis, 22 Agustus 2024

Launching Program Studi Digital Psychology BINUS UNIVERSITY SEMARANG
Agustus 22, 2024 15 Comments
Assalamualaikum. Saya senang banget saat mendapat ajakan hadir dalam pengenalan program studi baru di BINUS University Semarang. Terlebih program studi ini gabungan dua jurusan yaitu Teknologi Digital dan Psikologi. Sangat menarik yaa. Penasaran seperti apa penjelasan program studi ini? Simak yuk.

Bertempat di Atrium BINUS University Semarang, acara dengan tema “Leveraging Technology Through People for a Connected Future,” menjadi launching program studi baru yaitu Digital Psychology yang dikenalkan pada masyarakat luas. 



Dalam peluncuran tersebut juga ada talkshow dengan menghadirkan dua narasumber ahli, Nucki Prasastia (VP – Marketing Strategy, PT Smartfren Telecom) dan Raymond Godwin, S.Psi., M.Si (Deputy Dean of Faculty of Humanities). Diskusi yang seru ini dimoderatori oleh Dewi Eka Wistiningsih, S.Psi, M.Psi, Psikolog (Student Affairs Consellor). Peserta siang hari itu terdiri dari puluhan pelajar SMA Kota Semarang, tenaga pengajar, media, dan bloger Gandjel Rel. 

Teknologi dan Pengguna, Serta Tantangan Dunia Digital

VP – Marketing Strategy, PT Smartfren Telecom, Nucky Prasastia membuka diskusi dengan penjelasan tentang jumlah pemakai SMI Card di Indonesia yang terbanyak di dunia. Untuk meraih pelanggan baru, udah susah. Saat ini tujuannya adalah mempertahankan konsumen lama, dengan cara menyediakan layanan seperti My Smartfren. 

Selama ini teknologi hanya digunakan untuk membaca data secara teknis. Sebenarnya data yang tersebar secara luas efek dari teknologi itu hanya bisa membaca angka. Perilaku pengguna masih belum terbaca secara nyata. Untuk mendiskripsikan data pelanggan dari perilaku saat menggunakan teknologi digital, dibutuhkan peran psikologi. 



Sementara peran psikologi menciptakan sesuatu yang digunakan untuk memahami perilaku pelanggan seperti apa, kebutuhan nya apa. Seperti sekarang ini chat bot yang ada di aplikasi Smartfrend sudah menggunakan bahasa yang lebih ramah. Tidak seperti dulu yang masih berkomunikasi secara kaku layaknya robot. 

Raymond Godwin, S.Psi., M.Si selaku Deputy Dean of Faculty of Humanities, melihat fenomena bagaimana kita selalu disetir oleh teknologi. Kalian bisa melihat seperti bagaimana sosial media yang selalu diikuti setiap hari. Biasanya kalo kalian tertarik pada postingan makanan, yang muncul juga akan selalu sama. 

Di media sosial pula kita bisa dengan mudah nge-klik tombol like atau dislike yang tak disadari mempengaruhi emosi. Hanya melihat postingan yang tidak disukai bisa menjadi penyebab pengguna mengalami masalah kesehatan mental. 

Tantangan teknologi dengan manusia itu memiliki hubungan. Banyak orang melihat dua bidang ilmu yaitu psikologi dan computer sains yang berbeda. Ada stereotip tertentu seperti tersebarnya data yang dimiliki oleh pengembang aplikasi. Data tersebut hanya bisa dibaca setelah diubah dalam bentuk excel. Namun hanya sebatas angkat, seperti yang udah dituturkan oleh bapak Nucky. 

Tantangan terbesar data yang tersebar tersebut belum tentu bisa menggunakannya dengan baik. Pengembang aplikasi misalnya hanya bisa melihat berapa kali yang diklik dari game yang dibuatnya dan pada menit ke berapa. Begitu pula dengan aplikasi Spotify, saat kalian klik satu lagu, otomatis pembaca data akan selalu memunculkan list lagu yang kalian sukai.

Dampak Teknologi Digital Pada Pengguna

Mungkin kalian tidak menyadari dampak teknologi yang sudag mempengaruhi penggunanya. Teknologi digital yang akrab dalam kehidupan sehari-hari menjadi penting hingga saat ponsel tertinggal, kita jadi galau.

Kalian apakah  menyadari bahwa tidak semua  teman kita muncul di timeline kita? Postingan yaang muncul dipilih oleh algoritma media sosial untuk sesuai preferensi kita. Akibatnya kita kayak pakai kacamata kuda, pikiran pun menjadi sempit. Semua yang kita baca dari sosial media itu udah ditentukan oleh algoritma kalian pilihan yang kita sukai. 

Kembali pada momen saat pilpres, gimana kita justru disodori dengan berita calon A yang tidak kita sukai. Berita tentang calon A ini bahkan selalu yang jelek atau hoax. Media yang datang bertubi-tubi ini juga memberi dampak negatif pada kesehatan mental.

Kalo bicara industri, dua jurusan computer sains dengan psikologi apakah bisa bekerjasama? Kalo orang yang kerja di bidang teknologi, dia hanya tahu hal teknik dan tidak bisa memahami penggunanya. 

Psikologi digital bisa menambah filter-filter tanpa harus survei ke user/pengguna. Peluang di industri ini sangat besar mengingat masalah yang akan selalu muncul nantinya.

Menurut bapak Raymond, Orang yang belajar di bidang psikologi menganggap teknologi hanya lah alat bantu sesuai kebutuhan. Jadi dia menunggu terlebih dulu masalah yang muncul.

Sementara orang teknologi itu yang penting membuat dahulu, baru nanti melihat gimana pengalaman pengguna. Apakah ada masalah yang terkait denga produk teknologinya? Nah, di sini lah kesulitan psikologi masuk ke bidang teknologi adalah kesulitan memahami hal teknis ini. 

Teknologi sekarang dilihat sebagai tools yang bisa membantu, apa peluang yang bisa didapatkan. Namun sekarang pun sudah melihat teknologi bukan hanya peluang, lebih pada kenyataan. Kalo teknologi berkembang baru menunggu dikomentari oleh masyarakat, itu bisa menganggu kesehatan mental.

Jadi tantangan yang sekarang ada di akademi adalah menjawab tantangan gimana computer sains bisa bergerak berdampingan dengan psikologi. 

Pesan Pak Raymond, kehadiran perkembangan teknologi tentu akan membawa dampak tertentu bisa negatif dan positif. Dua pesan beliau :

1.  Menjadi pengguna yang cerdas, jangan kalah dengan smartphone. Jadi lah super smart user.

2. Jadi lah orang yang peduli dengan perkembangan teknologi. Namun juga terlibat di bidang ilmu apapun, belajar mesin teknologinya tentang apa. Jadi bisa disesuaikan dengan bidang ilmu yang dipelajari.

Dua Jurusan Dalam Satu Program Studi Digital Psychology

Kehadiran teknologi mempengaruhi cara kita berkomunikasi, bekerja, dan berpikir. Banyak yang kewalahan dengan arus informasi yang terus menerus. Setiap aspek kehidupan kita terhubung dengan teknologi. Namun bagaimana kita memahami dampak ini dan menciptakan teknologi yang lebih baik untuk kesejahteraan manusia. Di sinilah  jurusan Digital Psychology hadir untuk memberikan solusi.

Jurusan ini menggabungkan ilmu psikologi dengan computer sciense untuk memahami perilaku manusia dalam konteks digital. Di sini akan dipelajari bagaimana manusia berinteraksi dengan teknologi dan merancang teknologi yang menumbuhkan kesejahteraan dan produktivitas.



Dari pengembangan aplikasi yang intuitif hingga AI yang memahami kebutuhan pengguna, jurusan ini mengajarkan solusi teknologi yang berpusat pada manusia. Kalian yang menjadi mahasiswa di sini akan belajar dari para ahli di bidang psikologi dan teknologi, mendapatkan pengetahuan mendalam dan ketrampilan praktis untuk menjadi pioner di bidang digital psychology.



Menurut Bapak Dr. Fredy Purnomo, S. Kom, M. Kom selaku Direktur Kampus BINUS @Semarang, psikologi bisa membuat ahli teknologi semakin beretika dalam proses pengembangan karena memiliki pertimbangan tentang dampak produk dan layanan terhadap kesejahteraan masyarakat. 



Bapak Fredy menjelaskan program studi ini hanya butuh 4,5 tahun atau 9 semester untuk mendapatkan dua gelar S1 sekaligus yaitu Sarjana Ilmu Komputer dan Sarjana Psikologi. Bahkan dijelaskan pula BINUS University @Semarang menawarkan beasiswa up to 100%. Alhamdulillah ya mahasiswa bisa #MulaiLebihAwal dalam menggapai karir dan impiannya.

Kampus yang terletak di kawasan Marina ini cukup unik dengan pemandangan laut Pantai Utara. Terletak di POJ Avenue Kav 3, POJ City, Kelurahan Tawangsari (Kawasan Marina, BINUS EDU PARK, Semarang Barat, Semarang City, Jawa tengah. 

Launching program studi Digital Psychology ini ditutup dengan kegiatan pelajar yang bisa mengunjungi booth yang ada di lantai 1 kampus BINUS University. Semoga bermanfaat. Wassalamualaikum.
Reading Time:

Jumat, 26 Juli 2024

Keseruan Fun Forest Healing Bersama PMI di Hutan Wonosari Mangkang Semarang
Juli 26, 2024 21 Comments
Assalamualaikum Sahabat. Suara ranting yang saling bersentuhan memperdengarkan musik alam nan merdu. Sesekali suara daun kering bergemerisik saat sepatu saya menimpanya dalam perjalanan di tengah hutan pohon jati. Suara burung mencericip, seakan menjadi pelengkap irama ayunan langkah kaki. 

Kadang kita butuh diam saat melangkah pelan di tengah hutan, tidak perlu memusingkan sesuatu, menikmati suasana dan fokus pada suara-suara di sekitar kita. Masalahnya bagi warga kota besar, sangat sulit menemukan hutan kota. Karena kondisi sekarang ini kota besar lebih banyak memiliki gedung dibanding hutan kota. 

Kota Semarang terkenal memiliki matahari yang terik apalagi kalo motoran dan terpaksa mesti berhenti di lampu bangjo. Bahkan ada yang suka bercanda kalo kota tercinta ini punya lima matahari. Bener sih terutama akhir-akhir ini saya udah malas benget keluar rumah kalo nggak ada urusan penting. Pengennya ngadem aja di rumah. Atau sekalian aja keluar rumah mencari tempat yang banyak pohon plus sungai dangkal dengan air jernih. Pengen ngadem banget ya Allah.


Eh tiba-tiba saya dapat info kalo ada hutan yang masih masuk kawasan Kota Semarang. Wihh penasaran dong di mana lokasi hutan di Kota Semarang yang masih terjaga kelestariannya. 

Pembekalan Bagi Peserta Fun Forest Healing

Sabtu, tanggal 20 Juli 2024 saya dan teman-teman blogger Gandjel Rel berkesempatan ikut kegiatan Forest Therapy and Fun Forest Healing bersama PMI Semarang. Selain blogger, ada juga peserta dari duta kemanusiaan dan tim kesehatan PMI. Seru juga karena jumlah peserta ada sekitar 30 orang, dari usia anak sekolah SD sampai kami yang udah nyaris pra lansia. 

Entah kenapa pagi itu terjadi drama saat saya berangkat diantar paksuami. Ceritanya kami udah sampai dekat dengan masjid Agung Jawa Tengah (dekat rumah kami), eh saya ingat kalo HP tertinggal di rumah. Balik lagi dong ke rumah yang jaraknya nggak sampai 5 menit. Duhhh, udah berangkat gasik juga jadi gagal kalo ada drama seperti ini. 

Bersyukur saya tiba di Klinik Utama PMI Kota Semarang tempat titik penjemputan sekitar pukul 6.30 WIB. Klinik yang juga menjadi Markas PMI Kota Semarang ini letaknya Jl. MGR Sugiyopranoto No 35 Semarang. Selisih satu gedung dari Klinik Utama, merupakan kantor PMI yang juga dijadikan untuk warga mendonorkan darah. 

Peserta yang sudah hadir diminta untuk registrasi dan cek tekanan darah. Saya sempat kaget karena tekanan darah saya 137/78, yang atas agak tinggi. Apakah karena saya sempat lari-lari dari pintu depan hingga ke dalam gedung, hehehee.

Setelah seluruh peserta lengkap, kami pun berangkat menggunakan armada yang udah disediakan oleh koordinator acara. Ternyata lokasi Hutan Wonosari Mangkang itu nggak jauh, waktu yang kami tempuh nggak sampai satu jam.

Rombongan tiba di base camp di hutan Wonosari Mangkang. Ada Ibu Ratna (Sekretaris PMI Kota Semarang), menyambut dan mengajak peserta masuk ke base camp. Bangunan sederhana yang menjadi tempat pembekalan peserta.

Dari ki-ka : dr. Awal, Dr. Hendro, Bu Ratna

Bu Ratna secara ringkas menjelaskan bahwa PMI memiliki unit usaha seperti pembuatan batako dan pupuk. Rencananya juga akan dibuat kolam pemancingan di depan basecamp.

Sebelum kegiatan dimulai, kami mendengarkan sambutan dari Ketua PMI Kota Semarang Bp. Dr. dr. Awal Prasetyo, M.Kes, Sp. THT-KL, MM (ARS). 
PMI tidak hanya berurusan dengan donor darah atau transfusi saja. Tetapi PMI juga membantu pemerintah Indonesia di bidang sosial kemanusiaan, antara lain menangani bencana atau musibah, membantu pelayanan kesehatan dan sosial pada masyarakat dan tugas-tugas kemanusiaan lain.
Lebih lanjut dijelaskan pula oleh dr. Awal bahwa menurut WHO, kesehatan itu dipengaruhi oleh 3 aspek, yaitu fisik, psikis, dan sosial. Ketiga hal ini harus seimbang termasuk aspek sosial yang ada relasinya dengan lingkungan sekitar. Seseorang yang udah mengalami ujian berulang kali, akan menanggapi biasa ketika mendapat ujian lagi. Ini aspek psikis yang tidak semua orang memiliki ketangguhan yang sama. 

Timbulnya berbagai masalah pada aspek psikis ini yang menjadikan kesadaran munculnya niat mengadakan kegiatan forest therapy. Untuk yang pertama ini bisa disebut Fun Forest Healing sesuai dengan tema PMI tahun ini yaitu Humanity For Greenlife.

Kemudian ada pembekalan singkat tentang Forest Therapy dari Dr. Hendro Prabowo, S.Psi. Beliau adalah praktisi Forest Therapy sekaligus psikolog dari Universitas Gunadarma Jakarta. Dr. Hendro menjelaskan betapa pentingnya memberikan perhatian dengan sengaja yang sedang dilakukan saat ini atau disebut 'present moment'. Kesadaran 

Selama ini kalo kalian pergi ke tempat kerja atau kampus atau kemana pun, naik motor atau mobil, kayak auto pilot. Kayak naik motor dan nggak sampai beberapa lama kok udah tiba di tempat tujuan. Loh tadi di jalan ketemu apa aja? Mungkin jarang kalian perhatikan. Karena kebutuhan untuk tiba di tempat tujuan secepatnya dengan alasan takut terlambat melakukan sesuatu.

Dari sini dr. Hendro mengingatkan agar peserta tidak memikirkan hal-hal di luar kegiatan, nikmati proses berjalan di hutan, dengan langkah pelan, dengan menggunakan 5 panca indra (sentuhan, penglihatan, pendengaran, penciuman, dan perasa) plus 1 yaitu insting. 

Sarapan Sehat dan Nikmat 

Telinga saya mendengarkan penjelasan terapis namun mata ini terpaut pada sosok ibu yang membawa senampan penuh isi pisang rebus. Ahhh perhatian saya teralihkan, Sahabat.

Tidak hanya pisang rebus, namun juga ada singkong rebus, kimpul, kacang, serta minuman bir pletok dan teh panas. Cemilan sehat ini rupanya disediakan ibu-ibu Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT).


Saya pun mengambil pisang dan bir pletok. Pisang rebus memiliki manfaat kalium yang alami dan bagus untuk tubuh. Bir pletok menghangatkan tubuh dan bermanfaat untuk pencernaan. Makan satu buah pisang rebus terasa kurang hingga saya pun mengambil singkong rebus. Ahhh, hati saya lumer karena tekstur singkong yang mempur (lembut/empuk).

Kalo ingin kenyang memang harus ngambil singkong atau pisang lagi, tapi nanti malah ngantuk jadinya. Saya pun mengambil tiga buah kacang rebus dan mengupasnya. Cukup deh untuk pengisi perut sebagai bekal jalan di hutan pagi ini.

Apalagi tak berapa lama setelah sesapan terakhir bir pletok, koordinator mengatur rombongan peserta menjadi dua kelompok. Karena blogger ada 8 orang, kami pun dibagi menjadi 4 orang untuk masing-masing kelompok. 

Dan,  perjalanan menembus hutan pun dimulai...

Mindful Walking

Saya, mbak Tanti, Mbak Farida Pane, dan mbak Ika masuk dalam kelompok 1 yang didampingi terapis Mas Rahman dan mba Ninik. Selain kami berempat ada juga peserta lain dari duta kemanusiaan, dan SIBAT.

Sebelum mulai perjalanan, kami sudah diminta untuk tidak membawa beban, seperti tas bahkan HP. Maksudnya agar kami benar-benar berjalan dengan langkah ringan dan santai. Terapis juga mengingatkan agar kami tidak bertanya tentang tujuan perjalanan ini sejauh apa, finishnya di mana, dan jarak tiap pos kira-kira berapa meter.

Kami diajak menyusuri jalan setapak di hutan jati Wonosari Mangkang dengan menerapkan mindful walking. Kami berjalan dalam diam, kami tidak saling berbicara, namun merasakan setiap pijakan kaki yang bersentuhan dengan tanah, batu, daun kering, dan benda yang ada di jalan. 

Saat mulai masuk ke dalam hutan jati, mulai terasa kesejukannya dari angin yang berhembus. Suara daun dan dahan yang bergerak menimbulkan desau ritmis khas hutan. Suara fauna mengiringi langkah kami pagi itu, entah suara burung, unggas, atau serangga hutan. Kesemuanya itu menjadi satu alunan khas alami yang hanya dimiliki oleh hutan.

Selama ini karena tinggal di kota, jarang banget kan nemu daun kering dari pohon berukuran besar seperti jati atau trembesi.. Jadi saat fun forest ini saya seperti anak kecil, suka banget saat mendengarkan kaki saya menginjak daun kering. Suara yang muncul akan berbeda tergantung tingkat kekeringan daun.

SILENCE

Ada percabangan di depan mata, ketika mas Rahman menjelaskan tentang tumpukan sampah organik yang menarik minat kami. Ternyata ini bukan sampah biasa. Namun sampah yang berasal dari tulang daun jati itu bernilai ekspor. Iya, daunnya digunakan untuk pakan ternak. Sementara tulang daun dijadikan kompos namun melalui proses yang cukup lama. Kondisi sampah tulang daun jati, masih berusia beberapa bulan, jadi masih panas dan tidak layak dijadikan kompos. 



Di dekat tumpukan kompos itu pula kami membentuk lingkaran dan melakukan silence. Oleh terapis/pendamping, kami diminta mengatur napas tanpa terburu-buru. 

Kami diajari untuk bernafas menggunakan perut dengan penuh kesadaran. Caranya dengan menarik nafas perlahan melalui hidung hingga perut mengembang. Posisi ini dilakukan sambil merentangkan kedua lengan ke samping lalu ke atas. Masih dalam proses menahan nafas beberapa saat, dengan perlahan melepaskan nafas melalui mulut.

Saat mata terpejam ternyata berpengaruh pada  suara alam yang tertangkap indera pendengar. Suara alam lebih intens, ada cericip burung, gemeresik daun yang bersentuhan dengan angin, serangga yang tak lagi ada di kota, terdengar jelas. Suara yang bikin jiwa saya tenang, hati terasa damai.


Tree Hugging

Saat melanjutkan perjalanan, kembali kami berjalanan dalam diam. Tiba lah kami di percabangan jalan berikutnya dan kaki saya terhenti. Indera penglihatan saya menangkap satu area di sisi kiri jalan yang nampak berbeda di hutan jati ini. Suasana di area itu terlihat lebih rimbun. Pepohonan trembesi yang dikenal sebagai tanaman yang mampu menyimpan air terlihat udah cukup tua. Beberapa pohon ada tanaman yang menempel, seperti anggrek hutan dan tanaman merambat lainnya. Lumut juga terlihat menempel di sebagian batang dan dahan. 

Rasanya area itu seperti hidden gems yang memanggil saya untuk mendatanginya. Saya pun bertanya apa tempat ini boleh kami singgahi, atau harus di tempat lain sesuai panduan? Ternyata pendamping kami mengatakan boleh aja kalo ingin singgah di sini. Ah senangnya, saya pun berjalan memasuki area lahan yang menjadi tempat trembesi tumbuh dengan kokoh.

Pendamping pun meminta kami melakukana tree hugging, yaitu memeluk salah satu pohon yang ada di sana. Saya memilih pohon yang berbatasan dengan area hutan seberangnya. Sepertinya ada selokan dan aliran air yang tidak terlihat. Tapi pendamping kami juga bercerita kalo kawasan dekat dengan tanaman trembesi itu terdapat sumber air.

Saat tubuh saya menempel di batang pohon, ada kekuatan untuk lebih mendekat. Wajah saya makin menempel dan tak terasa kalo ada semut di atas kepala saya yang tengah menyusuri batang pohon. Lapisan kulit kayu yang kasar tidak saya rasakan. Dengan mata terpejam, saya justru merasakan kedamaian. 

Mendadak ada suara angin yang cukup kencang di kawasan hutan di belakang tubuh saya. Terasa udara yang sejuk menyelimuti tubuh. Ahhh ini bukan lah pohon pertama yang saya peluk seumur hidup saya. Namun berbeda ketika mata terpejam dan merasakan kedamaian hutan ini secara mindful.


GROUNDING

Oleh pendamping yaitu Mas Rahman, kami diajak menuju aliran air yang katanya berasal dari curug di hutan ini. Wihhh saya yang anak kota dan selalu rindu bermain air di sungai kayak menemukan wahana baru.

Meski awal berangkat saya nggak tertarik bila nanti masuk ke sungai, tapi pemandangan di depan mata ini nggak boleh dilewatkan. Saya pun melepas sepatu dan kaos kaki, kemudian melangkah perlahan menuju sungai yang jernih airnya. Yup kami melakukan grounding atau bersentuhan langsung dengan bumi.


Mas Rahman menyarankan kami menikmati suasana di sungai. Kami diminta merasakan air yang dingin dan benda yang ada di dasar sungai. Rasanya jadi enggan beranjak dari kesegaran air yang berasal dari sumber mata air di hutan ini. Namun perjalanan belum usai.

Mindful Sitting

Kami mulai berjalan lagi. Karena ribet bila harus mengenakan kaos kaki dan sepatu, saya pun melanjutkan grounding. Tak berapa lama pendamping menyarankan kami berhenti dan duduk dengan posisi senyamannya.

Kami duduk dengan tenang dalam jarak yang tetap terpisah. Oleh pendamping kami diajak merasakan angin yang berhembus, suara burung, dan aroma hutan dengan mata terpejam. Kami juga diajari cara mengatur napas, seperti yang kami lakukan sebelumnya saat SILENCE. Selama proses mindful sitting itu, pendamping memberikan pendalaman materi yang bisa jadi bahan renungan. Seperti penerimaan diri, ikhlas, dan sabar setiap menemukan masalah.


Usai melakukan mindful sitting, kami melanjutkan perjalanan. Oia selama menyusuri jalanan di dalam hutan, sejak awal peserta tidak diperkenankan bertanya tentang pos 1 - 5. Kami hanya diminta menikmati proses perjalanan, tidak memaksakan jalan cepat, bernapas dengan teratur, sehingga tidak merasa lelah ataupun ngos-ngosan.

Kadang istirahat tak lebih dari dua menit. Kebetulan pula di tengah perjalanan kami menemukan sebatang pohon yang roboh. Ahhh rasanya nyaman kalo kami duduk sejenak sambil tetap mendengarkan suara-suara dari hutan.


Istirahat cukup sejenak. Kami melanjutkan perjalanan menuju curug. Membayangkan kata curug, semangat makin menyala. Namun kami tetap mempertahankan langkah perlahan, tak perlu tergesa-gesa.

Dari posisi yang agak tinggi kami berjalan beriringan dengan pemandangan aliran air di sisi kanan dan bukit di sisi kiri. Akhirnya kami menuruni jalur menuju curug. Suara air yang bergemuruh menandakan curug ada di depan kami.

Forest Bathing

Forest bathing dikenal pertama kali di Negeri Sakura, Jepang. Di sana terdapat sebuah metode healing klasik yang dikenal bernama Shinrin-yoku. Shinrin-yoku sendiri memiliki arti, melakukan kontak dan terpengaruh dengan suasana atau atmosfer hutan secara fisik maupun psikis (Peck, 2019).

Di kawasan curug ini pula kami mulai melakukan forest bathing. Peserta bebas memilih untuk berbaring atau duduk di atas matras yang diletakkan di atas bebatuan. Ukuran batu di sini pun tentunya tak sama namanya juga di alam bebas. Saya awalnya memilih posisi tiduran dengan mata terpejam. Lokasi yang saya pilih adalah jalan turunan berdekatan dengan pohon besar. Suasana adem, rindang karena di bawah pohon, membuai saya dan sejenak tertidur. 



Sepertinya bukan hanya saya yang tertidur. Mungkin suasana hutan dengan curug yang memunculkan suara alam bersahabat memberi efek nyaman. Padahal bayangkan tubuh yang tidur di atas lahan tidak rata seperti dalam foto di atas. Harusnya tidak nyaman kan? Namun nyatanya kami merasa nyaman aja.

Mindful Eating

Hidup yang serba cepat sepertinya membuat beragam masalah  muncul. Mandi, berpakaian, makan, bahkan berkendara serba tergesa-gesa. Tak heran kalo sekarang makin banyak orang mengeluh masalah kesehatan seperti asam lambung. 

Tahu kah sahabat, kalo makan terburu-buru bakal menyebabkan lambung susah mencerna makanan?!

Setelah sesi forest bathing, kami beristirahat sejenak dan menikmati pemandangan sekitar curug. Ada dua panitia yang membagikan buah pisang pada peserta. 

Asisten terapis mas Aziz mengajak peserta agar tidak langsung makan buah pisang tersebut. Dia mengajarkan peserta untuk perlahan menggunakan indera penciuman. Membaui aroma pisang, seperti apa menurut kalian?

Mindful eating dengan meraba tekstur kulit buah pisang, mengupasnya, membaui aroma daging buah, memperhatikan bentuknya. Kemudian mendekatkan ke mulut, jangan digigit dulu. Ketika muncul rasa lapar, baru lah gigit pisang, tahan dalam mulut dan kunyah perlahan hingga lembut. 

Sebenarnya pisang yang dibagikan kemarin itu saya nggak suka. Pisang ambon memang sering saya beli untuk anggota keluarga di rumah namun saya nggak pernah ikut makan. Terus terang ini kali kedua saya makan pisang ambon. Yang pertama adalah saat melakukan ibadah haji, sepulang dari shalat dhuha di masjidil Haram. Ada orang baik yang membagikan pisang ambon. Saya tidak tertarik jadi nggak mendekat. Namun mendadak ada orang di sisi kiri yang mengangsurkan sebuah pisang pada saya. Katanya rejeki nggak boleh ditolak, ya udah saya terima dan kasih kepada suami. 

Ternyata suami malah udah dapat 2 pisang ambon. Suami bilang, makan aja katanya tadi lapar. Mendadak saat itu perut saya menagih janji. Ya udah saya pun mengupas pisang tersebut dan makan sambil berdiri karena di sana tidak ada satu pun tempat duduk. Tempat kami menerima pisang adalah jalan basement hotel (loby pintu masuk) depan masjidil Haram. Jalur menuju terminal bus kami. Jadi memang tak ada kursi untuk duduk.

Kembali lagi mindful eating pisang ambon yang saya tak pernah mengonsumsinya, saya pun agak kaget. Kok saya tak ada keinginan menolak makan pisang? Mungkin bawah sadar saya merasakan suasana nyaman selama proses mindful di hutan. Berjalan sejauh 1,5 km dari basecamp hingga curug, perut pun meminta jatahnya. Entah lah apakah nanti sepulang dari fun forest ini saya bakal doyan pisang ambon atau balik lagi, hihii. 

Bagi saya makan pisang ambon ini ibarat mengisi kembali energi ke dalam tubuh. Agar tubuh tetap kuat berjalan nantinya saat kembali ke basecamp.


Pulang ke Basecamp dan Berbagi Cerita

Perjalanan pulang ke basecamp udah bebas, kami saling bercerita. Suasana hati pun ceria setelah menikmati kedamaian hutan dan segala isinya. Gemericik suara air di kawasan curug menambah energi positif. Rasanya pengen lagi kembali ke hutan Wonosari Mangkang untuk bersentuhan dengan isinya.

Namun Dr. Hendro mengatakan saat sesi sharing, bahwa mindful therapi ini bisa dilakukan di mana aja. Nggak harus di hutan, di rumah pun bisa. Prosesnya sama, rasakan kehadiran diri dengan fokus terhadap yang sedang terjadi di sekitar. 

Sebelum sesi sharing, peserta menikmati sajian makan siang yang nikmat dan menyehatkan. Ibu-ibu dari SIBAT sudah menyajikan menu tradisional dengan bahan sayuran yang ada di daerah tersebut yaitu sanca inchi. 

Picture taken
by Archa Bella


Tanaman superfood ini tengah dikembangkan karena sayurnya bisa dimasak olahan tumis maupun lodeh, sedangkan bijinya bisa jadi cemilan sehat. Ada lauk tahu tempe bacem, bandeng presto, krupuk, dan lainnya. Perut yang lapar setelah berjalan sejauh PP 3 km, kembali terisi dan memulihkan tenaga. Alhamdulillah.

Rasanya saya ingin mengajak sahabat untuk merasakan pengalaman serupa. Karena kegiatan fun forest healing ini memberikan kebahagiaan dan kesehatan fisik, psikis dan sosial kita. 

Fun Forest Healing ini bisa diikuti oleh semua warga Kota Semarang maupun luar kota. Biaya ikut fun forest healing ini terjangkau, cukup 150 ribu rupiah. 


Ikuti akun Instagram PMI Kota Semarang untuk mengetahui cara daftarnya. Kegiatan akan dilakukan setiap hari Sabtu dan Minggu. Semoga bermanfaat yaa. Wassalamualaikum.
Reading Time: