My Mind - Untaian Kata Untuk Berbagi: Desain Komunikasi Visual
Tampilkan postingan dengan label Desain Komunikasi Visual. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Desain Komunikasi Visual. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 Agustus 2023

Peluang Karir Lulusan Desain Komunikasi Visual
Agustus 26, 2023 5 Comments
Assalamualaikum. Sebagai orang tua yang memiliki anak kuliah di jurusan Desain Komunikasi Visual (untuk selanjutnya akan saya sebut DKV), rasanya ingin berbagi pengalaman. Karena saat ini kuliah di jurusan DKV sangat difavoritkan lulusan SMA dan tentu saja orang tuanya. Terutama tentang peluang kerja lulusan DKV. Setelah lulus, mereka bakal kerja di mana, sebagai apa, gajinya berapa? 

Nah siapa yang pengen tahu tentang peluang kerja lulusan DKV? Sini baca cerita pengalaman si mahasiswa jurusan DKV, yang belum lulus tapi udah dapat duit lumayan dari karyanya. Masya Allah.

Peluang Kerja Lulusan DKV


Meski awalnya saya sangat tidak setuju si bungsu memilih tawaran kerja karena alasannya nanti lupa nyelesaiin kuliah gara-gar tergiur cuan. Oia saat si bungsu terima tawaran kerja itu dia sedang cuti kuliah. Alasannya karena pandemi, banyak mata kuliah yang pembelajarannya tidak maksimal. 

"Sayang aja kalo kuliah tapi nilainya nggak bisa A, udah aku cuti aja, Buk"

Eh di tengah perjalanan cuti, dia malah dapat tawaran kerja dari salah seorang bos perusahaan renov mobil antik di DM Instagram si bungsu. 

Nah itu cerita awalnya si bungsu kerja dan saat ini masih dilakukannya. Jadi dia udah kerja di perusahaan tersebut selama 2 tahun lebih. Apalagi bos nya juga baik banget, karena si bungsu itu boleh dibilang masuk kerja hanya 5 hari. Kalo sedang ada tugas yang mesti diselesaikan, si bungsu nggak masuk kerja. Dan si bos juga oke aja nggak pernah mempermasalahkannya.

Seputar Jurusan Desain Komunikasi Visual UDINUS

Dari obrolan dengan si bungsu, lulusan DKV adalah salah satu jurusan yang memiliki keistimewaan dengan portofolio yang melimpah. Alasannya adalah karena tugas-tugas kuliahnya berupa project yang bisa dipakai saat melamar pekerjaan nantinya. 

Perlu kalian tahu, jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) UDINUS Semarang merupakan program studi yang menawarkan empat jalur peminatan bagi mahasiswa yaitu Desain Grafis, Advertising, Multimedia dan Game, serta Animasi. 

Program studi ini menyediakan lingkungan yang mendukung mahasiswa untuk dapat memperluas dan mengeksplorasi ide kreatif serta gagasan baru di bidang desain komunikasi visual. Lulusan DKV berada di garis depan teknologi digital. 

Dengan demikian pihak kampus mempertimbangkan keselarasan penggunaan teknologi baru bersama dengan desain tradisional. Juga memahami perubahan hubungan antara praktisi kreatif dan masyarakat. Juga menyeimbangkan pemikiran kritis dan strategis dengan membuat inovasi baru di bidang desain komunikasi visual bagi mahasiswa.

Program Studi Desain Komunikasi Visual Udinus memiliki jaringan praktisi dan alumni sukses yang telah bekerja di berbagai bidang. Antara lain studio / biro desain, production house, multimedia, dan sebagai professional seperti Creative Designer, Art Director, Web Designer, Fotografer, Ilustrator, serta Animator.

Program studi ini mengajarkan pengetahuan dan keterampilan, serta melatih kepekaan mahasiswa dalam merancang komunikasi visual melalui pembelajaran berbasis proyek yang dikerjakan secara metodologis, mulai dari riset, pengembangan ide, prototyping, sampai dengan eksekusi pembuatan karya dengan beragam media sesuai kebutuhan.

Jurusan SMK atau SMA Mana Aja Yang Bisa Kuliah di DKV?

Ada banyak pertanyaan yang saya terima ketika tahu si bungsu kuliah di DKV. Sebenarnya Jurusan desain komunikasi visual terbuka untuk lulusan IPS maupun IPA, bahkan Bahasa. 

Namun tentunya kamu perlu memiliki beberapa basic skills sebagai mahasiswa jurusan DKV. Pertama-tama, kamu harus bisa menggambar karena pembelajaran di jurusan ini pasti akan banyak menggambar desain. Bahkan di semester awal pun udah ada pelajaran bikin doodle yang menurut saya rumit, hahahaa.

Selanjutnya, kamu akan belajar bagaimana berkomunikasi melalui desain sehingga desain tersebut mampu menyampaikan pesan tertentu. Aspek estetika atau keindahan juga akan kamu pelajari.

Oia si bungsu dulu waktu SMA jurusan Bahasa, dan sukses juga tuh selama perkuliahan di jurusan DKV. Karena dia memang suka banget dengan menggambar. Di mana aja kalo lagi nganggur selalu diisi kegiatan menggambar.

Peluang Kerja Lulusan DKV

Universitas yang mendukung DKV tentu menyediakan fasilitas dan sumber daya yang relevan, seperti laboratorium dan peralatan terkini, serta staf pengajar yang berpengalaman dalam industri desain. 

Bukan itu saja yagesyaa, bahkan universitas tersebut juga memberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam proyek-proyek praktis, magang, dan kolaborasi dengan perusahaan dan lembaga profesional. Sehingga mahasiswa dapat memperoleh pengalaman nyata dan membangun jaringan yang berharga untuk mempersiapkan karier mereka di industri desain komunikasi visual.

Si bungsu bersama tiga temannya satu angkatan pernah diajak dosennya berkolaborasi dengan dinas cagar budaya di Magelang. Tugasnya adalah membuat prototype candi dalam bentuk 3D yang terkenal sebagai cagar budaya. 

Proyek ini juga menjadi tugas semester 7 yang harus dibuatkan laporan dan presentasi masing-masing mahasiswa yang ikut kolaborasi. Yang asiknya lagi kata si bungsu, dia mendapat honor yang lumayan. Gimana, udah mendapat pilihan karya yang jadi portofolio, dapat nilai SKS lumayan, eh masih dapat duit. Masya Allah rejeki si bungsu, anak sholeh kami. 

Nah kalo ngomongin peluang kerja bagi lulusan DKV, ada banyak juga ternyata. Pantas aja dua tahun lalu tante dan om si bungsu bilang, kalo Naufal itu nggak bakal bingung ntar lulus mau kerja apa. Tinggal pilih bidang kerja mana yang diminati nantinya setelah lulus. 

FYI, si bungsu belum lulus kuliah udah kerja dong, masya Allah. Saya udah 2 tahun ini nggak pernah lagi ngasih duit buat si bungsu. Kadang malah saya dan babenya yang ditawari beli sesuatu gitu.

1. Content Creator
Lulusan DKV dapat membuat konten yang kreatif dan menarik dan diposting di sosial media. Saat masih jadi mahasiswa, diharapkan mereka udah mulai posting karyanya di sosmed. Karena ini justru bakal menjadi portofolio seperti si bungsu yang ditawari kerja di perusahaan melaui DM Instagram.

Karya @remtromol


2. Social Media Specialist
Lulusan DKV dapat menciptakan dan mengelola konten digital di berbagai platform media sosial, memperkuat identitas brand (branding) dengan konten yang kreatif dan menarik.

3. Desainer Produk
Lulusan DKV dapat merancang desain produk secara fisik seperti mainan, furnitur, dan peralatan elektronik.

4. Animator
Lulusan DKV dapat menciptakan animasi 2D atau 3D untuk film, iklan, acara televisi, game, dan video musik.

5. Ilustrator
Lulusan DKV dapat menghasilkan gambar ilustrasi untuk buku, majalah, komik, kartun, dan media cetak yang lainnya.

6. Desainer Interior
Lulusan DKV dapat merancang interior untuk restoran, hotel, perumahan, atau bangunan komersial. Nah si bungsu mengerjakan laporan desain interior ini saat semester 6.

Desain dapur


7. Web Design
Lulusan DKV dapat menjadi web developer yang dapat membuat desain dan tampilan situs web menjadi menarik dan fungsional.

8. Desainer Percetakan 3D
Desainer percetakan 3D merancang model 3D dan mencetaknya dalam bentuk fisik menggunakan printer 3D. Lulusan DKV dapat mengembangkan keterampilan ini dan mengejar karir di bidang percetakan 3D.

9. Desainer Pakaian
Lulusan DKV dapat menjadi desainer pakaian dan merancang busana untuk pria, wanita, atau anak-anak. Mereka dapat bekerja di perusahaan pakaian atau memulai usaha pribadi.

10. Seniman Efek Visual
Seniman efek visual membuat efek khusus untuk film, televisi, dan video game. Lulusan DKV dapat mengembangkan karir ini dan menghasilkan efek visual yang mengesankan.

11. Desainer User Interface (UI)
Desainer UI merancang antarmuka pengguna untuk aplikasi dan situs web. Lulusan DKV dapat memilih karir ini dan menghasilkan desain UI yang mudah digunakan dan menarik.

12. Fotografer
Lulusan DKV dapat membuat konten visual untuk media online dan media cetak.

13. Guru atau Pengajar
Lulusan DKV dapat mengajar di sekolah, perguruan tinggi, atau lembaga pelatihan untuk memberikan pendidikan dan pelatihan tentang desain grafis dan komunikasi visual.

Peluang kerja bagi lulusan Desain Komunikasi Visual (DKV) sangat menjanjikan. Karena industri kreatif akan terus berkembang dan memerlukan talenta yang kreatif dan inovatif untuk menghasilkan desain visual yang menarik. 

Jadi bagi kamu yang ingin mengambil jurusan DKV ini, jangan ragu dan galau. Udah banyak lulusan DKV yang sukses dengan pilihan karirnya. Bahkan si bungsu yang saat ini sedang menyelesaikan tugas akhir, nyambi kerja, eh masih sering dapat tawaran kerja dari beberapa pihak. Tentunya karena si bungsu rajin posting karyanya di sosial media. Beberapa kali pula si bungsu mendapatkan job secara freelance untuk mendesain. 

Sebagai orang tua, kami hanya berpesan agar si bungsu tidak memforsir atau menghabiskan waktu dengan pekerjaannya. Tugas utamanya adalah segera menyelesaikan kuliah, sehingga bisa fokus bekerja nantinya.

Demikian cerita saya tentang peluang kerja bagi lulusan DKV yang menjanjikan. Jadi kalo ada teman atau mungkin kamu ingin kuliah jurusan DKV, jangan cemas nantinya kerja apa, gajinya gimana. Kalo kamu memiliki kreativitas yang mampu menghasilakn karya yang menarik. gaji atau honor bagi freelancer bisa nego aja. Terima kasih udah membaca cerita saya, wassalamualaikum.


Sumber Materi :
- Wawancara Mahasiswa semester akhir DKV Udinus     
- https://stekom.ac.id/artikel/manfaat-kuliah-dkv                                                                     
Reading Time:

Kamis, 03 November 2022

Mahasiswa Desain Komunikasi Visual, Belum Lulus Udah Ditawari Kerja?
November 03, 2022 30 Comments
Assalamu'alaikum. Saya jadi teringat kejadian beberapa waktu lalu, seorang teman yang lama tak bertemu nanya, gimana kabar si bungsu. Dulu kami pernah bertemu saat makan di resto dan kaget dengan si bungsu yang udah nambah tinggi. Waktu itu si bungsu masih jadi mahasiswa baru jurusan DKV di kampus swasta terbaik di Semarang. 



"Udah kerja ya? Oh belum lulus kuliah, enak ya bisa nyari duit meski masih kuliah,"

Saya tersenyum mengangguk. Iya si bungsu yang pandemi kemarin sempat cuti kuliah selama 2 semester, malah mendapat tawaran pekerjaan di sebuah perusahaan restorasi otomotif. Bosnya langsung yang nawari setelah melihat instagram si bungsu yang menampilkan hasil blender motor atau mobil. 

Teman saya nanya lebih banyak. Dan salah satunya adalah, apakah lulusan SMA sosial (jurusan IPS) bisa kuliah di jurusan DKV?

Saya bilang kalo si bungsu justru lulusan SMA jurusan bahasa karena ingin belajar bahasa Perancis atau Jerman. Ia udah menguasai bahasa Inggris dan penge nambah lagi kemampuan bahasa asing lainnya. Jadi bagi kalian yang ingin kuliah di jurusan DKV, tenang aja karena menerima lulusan semua jurusan. Tentunya sepanjang kalian merasa punya bakat atau mampu menggambar. 

Mengenal Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV)

Menjadi mahasiswa Jurusan Desain Komunikasi Visual atau kerap disingkat DKV, saat ini sangat diminati. Bahkan orang tua pun sekarang udah paham jurusan ini, terutama kerjanya nanti gimana.

Perlu kalian tahu kalo di jurusan DKV, mahasiswa diajarkan melalui proses kreatif untuk menggabungkan seni visual dan teknologi dalam menyampaikan ide atau informasi.
 
Jadi bisa dibilang bahwa DKV merupakan cabang ilmu seni desain. Kalian akan belajar tentang cara memanfaatkan elemen visual dengan tujuan tertentu secara efektif, informatif, dan komunikatif. Dan menggambar menjadi salah satu kemampuan yang memang seharusnya dimiliki oleh calon mahasiswa DKV. 

Dari pengalaman si bungsu, ada temannya yang tidak bisa menggambar. Pada beberapa tugas, dia butuh bantuan dari orang luar. Pasti akan ada pengaruhnya dengan hasil akhirnya nanti. 

Meski tidak hanya tentang seni gambar, namun mahasiswa DKV juga diajari gimana cara mengolah kalimat untuk copywriting, tipografi, fotografi, sejarah seni rupa, dan banyak hal lainnya. 

Sepulang ketemu tak terduga dengan teman tadi, saya di rumah merenung cukup lama. Memori lama saat si bungsu balita yang suka gambar dinding rumah hadir dengan manisnya. Ahh masa itu sungguh cepat berlalu. Beruntung ya dulu nggak pernah kami tegur dengan keras. Ketika si bungsu tidak mau berpindah ke media yang sudah disediakan, dan tetap aja membuat lukisan abstrak di dinding, kami pun menyerah. Namanya juga anak-anak. Masa-masa yang akan cepat berlalu dan dinding bisa dicat ulang, kan?

Perkembangan si bungsu termasuk kemampuan menggambarnya tumbuh seiring usianya. Si bungsu tak lagi mencoret dinding rumah, namuan berganti di buku sketsa, buku tulis pelajarannya, lemari pakaian,  rak buku, hahahaa. Tetep sih menggambar di media apapun tapi sudah tidak lagi di dinding. Kemudian berkembang lagi ketrampilannya menggambar di aplikasi yang ada di komputer. 

Momen paling tak terlupakan saat ia menjadi pelajar kelas VII di SMP islam terpadu dan mewakili sekolahnya di ajang lomba Desain Grafis. Peserta dari seluruh sekolah swasta di Kota Semarang, dan dua wakil dari sekolah ini meraih dua kategori juara. Si bungsu mendapat juara 2, kakak kelasnya juara 1. 

Saya sendiri senang bukan karena si bungsu mendapatkan piala dan uang yang luamayan. Saya senang karena pencapaian ini menunjukkan si bungsu memiliki prestasi di luar akademik. Ini sebuah prestasi yang wajib saya syukuri. Dan saya terharu plus bangga dengannya. Teringat bully yang diterimanya dari guru sekolah saat ia kelas V. Saya pernah cerita di blog ini.

Ternyata kemampuan seorang anak dalam bidang desain grafis sangat diapresiasi. Saat itu tahun 2012 akhir dan masih banyak orang yang belum paham apa itu desain grafis. Saya mesti menjelaskan dengan sederhana ketika keluarga besar bertanya si bungsu memenangkan lomba. Dan ternyata sejak saat itu kenalan kami mulai tertarik membimbing anak-anaknya yang suka menggambar untuk belajar desain grafis.

Saya hanya tahu si bungsu mengenal desain grafis secara otodidak. Belajar dari Google, entah gimana caranya. Karena saat itu kami hanya memiliki komputer yang masih jadul dengan modem internet yang terbatas.

Time flies so fast... Sekarang si bungsu udah jadi mahasiswa semester 7 dan mulai riset untuk mengerjakan skripsinya. Dia juga magang di tempat kerjanya selama satu tahun terakhir. Sesekali pula ia menerima job freelance dari berbagai pihak, dari DM yang masuk di akun instagram, email, teman sekerja dan dosennya.

KARYA SI SULUNG YANG DIUNGGAH 
DI AKUN INSTAGRAMNYA
Akun IG @remtromol



Program CSR JNE Goes to School 

Saat ini si bungsu tetap kerja meski kuliah juga jalan. Apalagi pemerintah udah mulai mengakhiri status pandemi, itu artinya sekolah dan kampus juga udah mulai diberlakukan pembelajaran tatap muka. Dalam 6 hari kerja, dia masuk ke tempat kerjanya ketika tidak ada jadwal kuliah. Pimpinan tempatnya bekerja nggak mempermasalahkan hal ini karena sejak awal juga udah tahu kalo karyawannya itu masih jadi anak mahasiswa. 

Saya menganggap itu keberuntungan si bungsu. Rejeki mendapat tempat magang sebelum beneran masuk dunia kerja. Untuk materi yang diterimanya memang tidak sesuai standar gaji karyawan di sana. Namun si bungsu setiap bulan minimal mendapatkan setara UMR. Bahkan ada dua kali semester dia membayar sendiri uang kuliahnya, Masya Allah. Saya waktu itu speechless mendengar si bungsu ngomong uang kuliahnya udah dia bayar pakai tabungannya. 

Semester ini mata kuliah di kampusnya ada beberapa yang udah pembelajaran tatap muka. Dan semua sekolah, dari tingkat TK, SD, SMA, SMK, dan kampus lainnya pun sama. Begitu pula di pondok pesantren keponakan saya di daerah Solo. Sepupu saya udah mengantarkan ke pondok pesantren putrinya sejak bulan Juli lalu. Kegiatan di lembaga pendidikan juga udah tidak lagi hanya belajar materi pembelajaran. Kegiatan lomba, ekstrakulikuler sekolah, pameran pendidikan, udah mulai dihadirkan kembali seperti sebelum pandemi.

Kabar terbaru saya ketahui tentang program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dilakukan oleh JNE Medan dengan sebutan JNE Goes to School. Kegiatan CSR yang dilakukan JNE ini udah ada sejak 5 tahun lalu. CSR ini ternyata juga dilakukan di berbagai kota / kabupaten yang ada di Sumatera Utara. Kegiatan CSR JNE Goest to School ini kembali hadir dan menyapa siswa siswi diberbagai sekolah untuk memberikan motivasi. 



CSR JNE Goes to School dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 27 Oktober 2022 di Pondok Pesantren 
Darularafah Raya Jl. Berdikari No. 1 A Desa Lau Bakeri, Sampe Cita, kec. Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang. Kegiatan dibuka oleh Misdan selaku Musyrif Pesantren Darularafah Raya. 

Saya mewakili Pesantren Darularafah Raya, mengucapkan banyak terimakasih kepada JNE Medan. Semoga ada kegiatan-kegiatan bermanfaat lainnya yang dapat kita adakan bersama. Santri-santri kami begitu bersemangat mengikuti kegiatan ini, semoga apa yang disampaikan oleh pemateri dari JNE dapat memotivasi mereka untuk lebih giat lagi belajar dan mengembangkan diri, tutur Misdan  

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Cabang JNE Medan, Fikri Alhaq Fachryana menyampaikan, "Bahwa untuk siswa kelas 3 sudah harus dapat menetapkan visi, menyusun misi, dan membangun target-target dalam hidup, agar siswa yang sudah masuk remaja ini bisa menjalani kehidupan yang bahagia". 



Pemateri lainnya ada Muhammad Arif Taufik selaku Human Capital JNE Medan. Dalam materinya, Arief menuturkan bagaimana menjadi siswa yang bahagia, yaitu selain harus memiliki kecerdasan intelektual (IQ), santri Darularafah Raya juga harus memiliki keseimbangan antara kecerdasan spiritual (SQ) dan kecerdasan emosi (EQ) yang baik pula. Agar tak hanya pintar, namun juga memiliki sikap dan tingkah laku yang baik. Saya selaku orang luar mengetahui materi yang dibagikan ini turut bahagia. Semoga pendidikan karakter ini dilakukan oleh seluruh citivas pendidikan di negeri ini.


JNE Medan memiliki beberapa kegiatan CSR, diantaranya program Rumah Tahfidz JNE-DT Peduli Sumut, program 12 Sanggar Genius JNE Yatim Mandiri bagi yatim dan dhuafa, program Pelatihan Design Grafis JNE IZI Sumut, Program Tanggap Bencana Tagana JNE Medan, Program Sekolah Bisnis UMKM, dan program JNE Goes to School dan Campus. 

Wah ternyata ada juga program Pelatihan Desain Grafis JNE IZI Sumatera Utara. Semoga ada banyak anak muda yang menggunakan kesempatan CSR dari JNE ini sebaik-baiknya. Lumayan loh kalo kalian menguasai ketrampilan desain grafis dengan baik, bisa nyari cuan dari sini.

Fikri Alhaq berharap kegiatan CSR yang dilakukan JNE dapat bermanfaat dan membawa keberkahan baik bagi keluarga besar JNE maupun masyarakat sebagai penerima manfaat. Wah ini sesuai banget ya dengan tagline Connecting Happiness yang berarti mengantarkan kebahagiaan. Connecting Happiness ini juga memiliki arti dan makna yang luas, bukan hanya tentang pengiriman paket. Dalam hal ini JNE memiliki peran dalam berbagai aspek di setiap kehidupan masyarakat tutupnya.   

Bagi kalian yang memiliki kesukaan menggambar, jangan malu. Ketrampilan menggambar tidak dimiliki semua orang. Orang tua pun jangan pernah melarang si anak yang ingin belajar atau kursus menggambar. 

Nggak ada yang tahu, masa depan seorang anak yang suka menggambar ini bisa mendapatkan rejeki dari hobinya. Seperti anak saya yang lemah di bidang pelajaran matematika namun nilai bahasa dan seninya sangat bagus. Ayuk dong bagikan cerita kalian tentang menggambar atau teman suka desain grafis. Atau anak kalian ada yang lulusan jurusan DKV? Cerita yuk, wassalamualaikum. 
Reading Time: