Februari 20, 2019
BY Hidayah Sulistyowati
56 Comments
Assalamualaikum Sahabat. Sekarang perpanjang atau bikin paspor makin gampang. Kebetulan akhir bulan Januari saya baru saja mengurus perpanjangan paspor milik saya dan suami.
Dahulu saya dan suami memperoleh paspor karena akan menunaikan ibadah haji. Saat tahun 2014 itu, paspor haji udah sama dengan paspor umum. Jadi bisa digunakan juga untuk jalan-jalan keluar negeri. Kalo sebelumnya kan nggak bisa, jadi paspor haji ya cuma bisa dipakai untuk ke tanah suci.
Senang juga waktu punya paspor pertama kali, karena itu tandanya saya dan suami akan melangkah keluar negeri untuk yang pertama. FYI, suami punya prinsip kalo keluar negeri ya untuk berangkat haji. Jadi meski saat itu kami punya tabungan khusus untuk traveling, suami hanya mau digunakan untuk seputaran Jawa.
Niat Jalan-Jalan Keluar Negeri
Nah, usai menunaikan ibadah haji, paspor itu terdiam lama di lemari penyimpanan. Bak putri salju yang tertidur lelap menanti sang pangeran menciumnya agar terbangun. *paan siy
Sebenarnya tahun 2018 saya dan suami udah berniat akan umroh dan mengajak anak-anak. Namun sebulan menjelang akan menyetorkan duit untuk umroh sekeluarga, suami kena serangan jantung. Buyar semua rencana kami.
Tiba-tiba jelang akhir tahun saya mendapat kabar ada tiket promo dari teman di WAG komunitas blogger perempuan Semarang. Saya pun segera japri Mara, dan meminta bantuannya untuk memesan tiket promo tersebut. Murah banget sih, dan saya udah sukses merayu suami, untuk meminta ijinnya jalan-jalan keluar negeri.
Eh, suami minta ikut, hihiii. Akhirnya saya mengirimkan nomer paspor kami berdua untuk pemesanan tiket promo PP Jakarta - Kuala Lumpur. Kemudian saya pun melakukan transaksi pembayaran di ATM. Maklum deh fasilitas MBanking cuma untuk ngecek saldo rekening.
Yeaaayyy, alhamdulillah semoga lancar perjalanan kami nanti. Rencananya awal bulan Maret 2019 ada saya dan suami bersama tiga teman blogger, serta suami dari salah seorang blogger ini akan ke Kuala Lumpur.
Kalo melihat dari peta sih dekat ya, tapi nggak tahu tuh sampai sekarang kok kami nggak pernah berniat kesana. Giliran ada tiket promo aja langsung ngacir pesan, hahahaa.
Dan setelah itu, Mara pun bikin WAG Goes to Kuala Lumpur, hihii. Ya niatnya karena kami ingin membahas seputar rencana jalan-jalan kami. Seperti itinerary, mau nginap di mana, mau bawa baju apa aja untuk OOTD di sana, hahaha.
Iyaa, sereceh itu percakapan di WAG. Yang dipikirkan baju dulu. Lupa kalo paspor kami ternyata udah mau expired saat jalan-jalan di KL nanti.
Paspor saya dan suami, sama-sama habis berlakunya pada bulan Juli 2019. Itu artinya bulan Januari 2019 kami harus segera mengurus perpanjangan paspor. Sementara Mara dan Mba Dian Nafi, berakhirnya masa berlakunya paspor berbarengan juga. Mereka mepet banget, karena baru bisa menguru perpanjangan pada akhir Februari 2019.
Memperpanjang Paspor, Gimana Caranya?
Begitu masuk bulan Januari saya udah kasak kusuk sama suami, menentukan kapan kami bisa memperpanjang paspor. Karena rencananya suami ada kerjaan di Bogor. Jadi bulan Januari itu kami harus udah beres ngurus perpanjang paspor.
Sebelumnya saya udah nanya sama Mara, gimana ngurus perpanjang paspor. Karena ada yang bilang harus daftar online dulu. Tapi ada juga yang bilang, daftar online pun percuma. Karena ketika kesana, juga disuruh ngisi blanko kosong untuk keperluan perpanjang atau bikin paspor baru.
Saya akhirnya mengikuti saran teman-teman, yang udah ngurus perpanjang paspor. Ada Vita, yang juga akan menjadi teman jalan selama di Kuala Lumpur. Juga saran dari mba Tanti, teman blogger yang baru saja pulang umroh. Mereka udah install aplikasi Layanan Paspor Online/Antrian Paspor Online.
Karena di aplikasi playstore nggak ada aplikasi layanan paspor semarang, saya pilih yang ada keterangan Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenlu. Gambar aplikasinya kayak berikut ini :
Nanti kalo kalian udah install aplikasi Layanan Paspor Online ini, akan muncul langkah selanjutnya.
Jadi saran saya, misal orang tua yang udah sepuh akan berangkat umroh/haji, harus dibuatkan dulu User ID. Bisa dibuatkan oleh anak atau cucu, keponakan, bebas. Yang penting nama di user sebisa mungkin ada dalam satu KK (Kartu Keluarga).
Setelah itu, masuk dengan User ID untuk melakukan langkah berikutnya, yaitu...
Di sini ada persyaratan pembuatan paspor. Kalian bisa baca pelan-pelan agar memahami tiap poin dalam persyaratan pembuatan paspor. Persyaratan berkas yang mesti kalian bawa hanya 3 hal berikut ini :
Kemudian kalian isi tanggal dan jam sesuai dengan kedatangan. Bila kuota yang ada sesuai dengan tanggal dan jam pilihan habis. Pilih jam dan hari yang berbeda. Sistem kuota ini udah ada di sistem, jadi nggak bakal kehabisan jatah.
Nantinya kalian akan memperoleh konfirmasi kantor imigrasi mana, tanggal, dan jam kedatangan. Kalian juga akan mendapatkan QR Code Pendaftaran Paspor.
Saya mendapat jadwal untuk wawancara dan foto pada hari Rabu, tanggal 29 Januari, pukul 13.00 WIB. Jadi saya datang 15 menit sebelum jadwal wawancara.
Setelah diisi, serahkan blangko yang udah diisi kepada petugas di bagian customer service. Apabila ada antrian, petugas akan memanggil nama pemohon sesuai urutan penyerahan blangko.
Nah, dulu ada yang pernah bilang, untuk apa daftar online kalo setibanya di kantor imigrasi masih ngisi blangko.
Saya kasih tahu ya, mengisi blangko itu untuk detil agar keterangan diri pemohon paspor lebih komplit. Kalo di daftar online, cuma isi nama, alamat, tanggal lahir, dan no KTP. Tidak ada keterangan nama Bapak, ibu, juga hari lahir mereka berdua. Oiya, sebelum mengisi blangko, kalian harus ingat tanggal lahir orang tua ya.
Setelah dari sini beres, kalian akan diarahkan ke dalam ruangan antrian untuk menanti panggilan wawancara dan foto. Saya nggak nunggu lama, cuma 15 menit udah dipanggil untuk wawancara.
Jangan takut, jawab pertanyaan dari petugas dengan jujur. Kemukakan alasan pembuatan paspor dengan jelas. Paling pertanyaan sesuai dengan isian yang ada di blangko. Begitu kelar, kalian langsung menjalani proses foto. Selesai sudah.
Dari datang antri ngisi blangko dan proses pemberkasan, wawancara, dan foto, saya cuma butuh waktu 1,5 jam.
Cepet yaaa, nggak kayak dulu waktu saya ngurus paspor untuk berangkat haji. Luamaaa, ada mungkin sekitar 3 atau 4 jam.
Yaitu, biaya paspor Rp. 300.000
Jasa Biometrik Rp. 55.000
Total yang harus kalian bayar sejumlah Rp. 355.000,-.
Pembayaran bisa dilakukan di konter mobil Pos & Giro yang ada di lokasi. Atau bisa juga di kasir Alfamart, Indomaret, ataupun transfer via ATM di bank yang sudah ditunjuk.
Dalam keterangan dalam bukti pengantar pembayaran, dijelaskan pula bahwa proses pembuatan paspor baru akan dilakukan kalo sudah ada transaksi pembayaran. Jadi buruan ya lakukan pembayaran begitu keluar dari pintu Kantor Imigrasi. Jangan lebih dari tiga hari dari sejak proses wawancara dan foto.
Datang di Kantor Imigrasi tempat kalian melakukan wawacara dan foto. Ambil nomer antrian di bagian depan atau ruang tunggu dekat customer service. Masuk ke loket bagian pengambilan paspor.
Tunjukkan bukti pembayaran kepada petugas di loket. Tunggu panggilan dari petugas tersebut. Nanti kalian akan diminta mengisi buku tamu, tandan tangan di formulir yang sudah disediakan oleh petugas.
Daaaannnn... proses pembuatan paspor pun selesai. Paspor sudah kalian terima dengan sukses. Sekarang perpanjang atau bikin paspor makin gampang. Yeaaayyyy, alhamdulillah. Paspor pun udah siap digunakan untuk syarat beli tiket keluar negeri, hihiii. Yuk, kapan dan keman kita, Sahabat?
Pastikan ya kalian harus install aplikasi dan daftar online, sebelum datang ke kantor imigrasi. Karena kemarin barengan dengan saya, ada seorang laki-laki yang meminta bantuan petugas atau orang dalam untuk ngurus paspor.
Bukannya dibantuin, orang tersebut mendapat pengarahan panjang kali lebar oleh kepala Bidang Humas Kantor Imigrasi. Gitu aja masih ngeyel, hahaha.
Kalian nggak punya smartphone? Ya udah pinjem dulu ama gebetan atau mantan, untuk install aplikasi Layanan Paspor Online. Hihiii.
Nggak hanya ngurus proses pengisian blangko, wawancara, dan foto aja yang cepet. Waktu saya ngambil paspor pun juga cepet banget. Nggak lebih dari 15 menit udah beres urusan saya. Alhamdulillah semua dimudahkan sejak ada layanan online ini. Kalian udah pernah ngurus perpanjang atau bikin paspor? Yuk sharing pengalamannya di sini. Wassalamualaikum.
Sebelumnya saya udah nanya sama Mara, gimana ngurus perpanjang paspor. Karena ada yang bilang harus daftar online dulu. Tapi ada juga yang bilang, daftar online pun percuma. Karena ketika kesana, juga disuruh ngisi blanko kosong untuk keperluan perpanjang atau bikin paspor baru.
Saya akhirnya mengikuti saran teman-teman, yang udah ngurus perpanjang paspor. Ada Vita, yang juga akan menjadi teman jalan selama di Kuala Lumpur. Juga saran dari mba Tanti, teman blogger yang baru saja pulang umroh. Mereka udah install aplikasi Layanan Paspor Online/Antrian Paspor Online.
Karena di aplikasi playstore nggak ada aplikasi layanan paspor semarang, saya pilih yang ada keterangan Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenlu. Gambar aplikasinya kayak berikut ini :
Nanti kalo kalian udah install aplikasi Layanan Paspor Online ini, akan muncul langkah selanjutnya.
Cara mengurus perpanjang atau bikin paspor :
1. Buka Aplikasi
Kalian mesti install dulu aplikasi Layanan Paspor Online. Ada juga pilihan lain, yaitu Antrian Paspor. Kalo saya kemarin pilih yang Layanan Paspor Online.2. Bikin User ID
Setelah sukses install aplikasi, kalian harus bikin User ID untuk melakukan pendaftaran antrian online. Untuk verifikasi, sebaiknya menggunakan email agar dapat masuk ke aplikasi.Jadi saran saya, misal orang tua yang udah sepuh akan berangkat umroh/haji, harus dibuatkan dulu User ID. Bisa dibuatkan oleh anak atau cucu, keponakan, bebas. Yang penting nama di user sebisa mungkin ada dalam satu KK (Kartu Keluarga).
Setelah itu, masuk dengan User ID untuk melakukan langkah berikutnya, yaitu...
3. Isi Data Lengkap
Nanti akan ada petunjuk untuk mengisi data diri secara lengkap. Jadi harus sesuai dengan data yang akan digunakan untuk daftar antrian paspor.Di sini ada persyaratan pembuatan paspor. Kalian bisa baca pelan-pelan agar memahami tiap poin dalam persyaratan pembuatan paspor. Persyaratan berkas yang mesti kalian bawa hanya 3 hal berikut ini :
- KTP asli dan Fotokopi
- Akte Kelahiran asli dan Fotokopi/Surat Nikah/Ijazah
- Kartu Keluarga asli dan fotokopi
Jangan sampai ada yang ketinggalan dari tiga berkas penting di atas. Ntar bolak-balik jadi nggak efektif.
4. Pilih Kantor Imigrasi dan Jadwal Kedatangan
Setelah mengisi data lengkap dalam aplikasi, ada menu pilihan. Kaian harus memilih Kantor Imigrasi yang akan dituju untuk melakukan pembuatan paspor.Kemudian kalian isi tanggal dan jam sesuai dengan kedatangan. Bila kuota yang ada sesuai dengan tanggal dan jam pilihan habis. Pilih jam dan hari yang berbeda. Sistem kuota ini udah ada di sistem, jadi nggak bakal kehabisan jatah.
Nantinya kalian akan memperoleh konfirmasi kantor imigrasi mana, tanggal, dan jam kedatangan. Kalian juga akan mendapatkan QR Code Pendaftaran Paspor.
5. Datang ke Kantor Imigrasi Sesuai Jadwal

Saya hapus kode booking dan QR Code

Nah kalo udah mendapatkan QR Code Pendaftaran Paspor, bisa dicapture atau cetak. Namun kemarin saya nggak melakukan kedua hal tersebut. Karena masih ada histori dari pendaftaran yang udah kita lakukan.
Saya mendapat jadwal untuk wawancara dan foto pada hari Rabu, tanggal 29 Januari, pukul 13.00 WIB. Jadi saya datang 15 menit sebelum jadwal wawancara.
6. Foto dan Wawancara
Begitu masuk, ada petugas yang akan mengambilkan nomor antrian untuk pemberkasan. Saya mendapat satu lembar blangko yang harus diisi data diri komplit, alasan mengurus paspor, dan lainnya. Ada kolom pilihan, bikin paspor atau perpanjang paspor.![]() |
Bagian pelayanan pemberkasan |
Setelah diisi, serahkan blangko yang udah diisi kepada petugas di bagian customer service. Apabila ada antrian, petugas akan memanggil nama pemohon sesuai urutan penyerahan blangko.
Nah, dulu ada yang pernah bilang, untuk apa daftar online kalo setibanya di kantor imigrasi masih ngisi blangko.
Saya kasih tahu ya, mengisi blangko itu untuk detil agar keterangan diri pemohon paspor lebih komplit. Kalo di daftar online, cuma isi nama, alamat, tanggal lahir, dan no KTP. Tidak ada keterangan nama Bapak, ibu, juga hari lahir mereka berdua. Oiya, sebelum mengisi blangko, kalian harus ingat tanggal lahir orang tua ya.
Setelah dari sini beres, kalian akan diarahkan ke dalam ruangan antrian untuk menanti panggilan wawancara dan foto. Saya nggak nunggu lama, cuma 15 menit udah dipanggil untuk wawancara.
Jangan takut, jawab pertanyaan dari petugas dengan jujur. Kemukakan alasan pembuatan paspor dengan jelas. Paling pertanyaan sesuai dengan isian yang ada di blangko. Begitu kelar, kalian langsung menjalani proses foto. Selesai sudah.
Dari datang antri ngisi blangko dan proses pemberkasan, wawancara, dan foto, saya cuma butuh waktu 1,5 jam.
Cepet yaaa, nggak kayak dulu waktu saya ngurus paspor untuk berangkat haji. Luamaaa, ada mungkin sekitar 3 atau 4 jam.
7. Lakukan Pembayaran
![]() |
Diajakin foto selfi bersama Bapak Rudi dan bukti pengantar pembayaran |
Proses foto selesai, kalian akan mendapatkan Bukti Pengantar Pembayaran. Dalam bukti tersebut tercetak perincian biaya pengurusan paspor.
Yaitu, biaya paspor Rp. 300.000
Jasa Biometrik Rp. 55.000
Total yang harus kalian bayar sejumlah Rp. 355.000,-.
Pembayaran bisa dilakukan di konter mobil Pos & Giro yang ada di lokasi. Atau bisa juga di kasir Alfamart, Indomaret, ataupun transfer via ATM di bank yang sudah ditunjuk.
Dalam keterangan dalam bukti pengantar pembayaran, dijelaskan pula bahwa proses pembuatan paspor baru akan dilakukan kalo sudah ada transaksi pembayaran. Jadi buruan ya lakukan pembayaran begitu keluar dari pintu Kantor Imigrasi. Jangan lebih dari tiga hari dari sejak proses wawancara dan foto.
8. Pengambilan Paspor
Kalian bisa mengambil paspor setelah tiga hari, terhitung sejak dilakukan pembayaran.Datang di Kantor Imigrasi tempat kalian melakukan wawacara dan foto. Ambil nomer antrian di bagian depan atau ruang tunggu dekat customer service. Masuk ke loket bagian pengambilan paspor.
Tunjukkan bukti pembayaran kepada petugas di loket. Tunggu panggilan dari petugas tersebut. Nanti kalian akan diminta mengisi buku tamu, tandan tangan di formulir yang sudah disediakan oleh petugas.
![]() |
Paspor yang lama juga dikembalikan, nggak usah diminta |
Pastikan ya kalian harus install aplikasi dan daftar online, sebelum datang ke kantor imigrasi. Karena kemarin barengan dengan saya, ada seorang laki-laki yang meminta bantuan petugas atau orang dalam untuk ngurus paspor.
Bukannya dibantuin, orang tersebut mendapat pengarahan panjang kali lebar oleh kepala Bidang Humas Kantor Imigrasi. Gitu aja masih ngeyel, hahaha.
Kalian nggak punya smartphone? Ya udah pinjem dulu ama gebetan atau mantan, untuk install aplikasi Layanan Paspor Online. Hihiii.
Nggak hanya ngurus proses pengisian blangko, wawancara, dan foto aja yang cepet. Waktu saya ngambil paspor pun juga cepet banget. Nggak lebih dari 15 menit udah beres urusan saya. Alhamdulillah semua dimudahkan sejak ada layanan online ini. Kalian udah pernah ngurus perpanjang atau bikin paspor? Yuk sharing pengalamannya di sini. Wassalamualaikum.