Laman

  • Beranda
  • Jalan-jalan
  • Inspirasi
  • Review
  • Disclosure
  • About Me
  • Achievement

2 Dec 2017

Temu Blogger Kesehatan Semarang, Tentang UHC Hingga Ambulance Hebat



www.hidayah-art.com

Assalamualaikum. Semoga sahabat dalam keadaan sehat ya, aamiin. Kali ini saya ingin berbagi cerita tentang acara seru nan bergizi. Yaitu Temu Blogger Kesehatan Semarang, Tentang UHC hingga Ambulance Hebat

Acaranya memang seru banget. Yang bikin saya hepi adalah, acara ini makin membuka mata dan pikiran saya lebar-lebar tentang kesehatan.

Ah, segimana serunya sih acara Temu Blogger Kesehatan? Buanyak serunya, buanyak juga isu penting tentang kesehatan yang patut jadi perhatian semua orang. Termasuk kalian yang mengaku sebagai anak muda. Generasi jaman now yang harusnya memiliki tingkat kesehatan Baik Sekali


Pagi tanggal 27 Nopember 2017, saya udah tiba di halaman kantor Dinas Kesehatan Semarang di jalan Pandanaran. Rencananya saya bersama teman-teman Blogger Kesehatan akan mengikuti serangkaian kegiatan bersama Dinkes Semarang selama dua hari, tanggal 27 - 28 Nopember 2017. Kegiatan dengan tema Temu Blogger Kesehatan 

Ada dua bus yang akan membawa rombongan Blogger Kesehatan menuju dua tujuan. Saya berada di bus pertama bersama mba Ika, Winda, mba Dini, mba Irfa, Isul, Koko dan kembarannya Diko juga yang lainnya, akan menuju Puskesmas Gayamsari. Sementara bus kedua yang berisi kelompok 2 menuju Puskesmas Halmahera. 

Tujuan kunjungan kami adalah membantu Dinkes dan Pemkot Semarang untuk menginformasikan program-program kesehatan. Asliii, program kesehatan dari Dinkes dan pemkot Semarang ini keren banget. Sayang aja kalo masyarakat Semarang sendiri bahkan tak menyadari program kesehatan yang digagas untuk kepentingan mereka.

Begitu bus kelompok pertama tiba di dekat Puskesmas Gayamsari, banyak teman-teman yang udah nggak sabar pengen segera menginjakkan kaki di sana. Pengunjung Puskesmas Gayamsari pada hari Senin itu banyak juga. Kayaknya yang sakit hari sebelumnya ditahan-tahan dulu nih. Begitu berjumpa hari Senin langsung deh menyerbu puskesmas.


www.hidayah-art.com

Kami segera diajak menuju lantai 2, tempat acara #TemuBloggerKesehatan berlangsung. Setelah mengisi daftar hadir, saya memilih duduk di meja bagian tengah. Maksudnya sih agar dapat posisi asik untuk foto-foto.

Acara pembukaan dengan doa dan peragaan Safety Briefing dari petugas UPTD Puskesmas Gayamsari. Safety Briefing ini merpakan petunjuk keselamatan bagi pengunjung puskesmas. Yang menarik adalah saat staff puskesmas menyanyikan Mars Puskesmas Gayamsari. Suara merdu dan serempak bikin suasana nambah semangat.

Berikutnya merupakan paparan tentang program kesehatan di Puskesmas Gayamsari oleh Kepala UPTD Puskesmas Gayamsari, Bapak Heri Wibowo SK. MM.  

Puskesmas Gayamsari merupakan satu-satunya puskesmas di wilayah Kecamatan Gayamsari. Memiliki tiga puskesmas pembantu. Dengan pegawai di Puskesmas Gayamsari berjumlah 50 orang. Ada 9 dokter, 6 perawat, 1 dokter gigi, 2  perawat gigi, 6 Bidan Puskesmas, 1 Analis kesehatan, 1 Apoteker, 2 Asisten Apoteker dan staff administrasi. 

Puskesmas Gayamsari juga telah diakreditasi dan mendapat nilai Paripurna. Sebuah pujian yang patut diperoleh dari hasil kerja keras segenap petugas kesehatan di puskesmas. Kerja keras untuk melayani setiap warga yang meminta layanan kesehatan.
Sedangkan Misi Puskesmas Gayamsari adalah :
- Memiliki Sumber Daya Kesehatan yang Memadai
- Meningkatkan Perilaku & Peran Aktif Individu, Keluarga &  Masyarakat dalam Bidang Kesehatan.

Tata Nilai Puskesmas Gayamsari : Giat dalam bekerja, Amanah dalam tugas, Yakin akan keberhasilan, Aktif dalam kegiatan, Melayani Sepenuh hati, Semangat tiada henti, Andalan masyarakat, Ramah & Sopan, Inovatif & Kreatif. 

Dengan begitu tinggi Visi dan Misi Puskesmas Gayamsari, layak tentunya bila menginginkan warga bisa menggunakan fasilitas kesehatan dengan sebaiknya.

Moto Puskesmas yaitu "Sehat Anda Kebahagiaan Kami" menjadi harapan yang sebenarnya. Petugas berharap dapat melayani warga yang berkunjung untuk menikmati fasilitas kesehatan. Harapannya kelak puskesmas menjadi tempat tujuan warga menikmati layanan berupa cek kesehatan, imunisasi ataupun konsultasi. Bukan untuk pengobatan. Bahkan impian Walikota Semarang, Bapak Hendrar Prihadi, ingin puskesmas memiliki pelayanan seperti di bank. Tahu kan gimana kalo di bank, tempatnya wangi, bersih, dan rapi.

Namun memang sepertinya saat ini puskesmas menjadi tujuan warga untuk berobat. Terutama warga yang berada dalam jangkauan Puskesmas Gayamsari. Di sini puskesmas yang melayani warga di tujuh kelurahan dengan tingkat ekonomi warga yang sedang hingga tingkat bawah. Puskesmas juga dibantu oleh Tenaga GASURKES Surbelans untuk mengurus DBD sejumlah 7 orang dan melayani Kematian IBU & Anak (KIA) 7 orang.

Puskesmas Gayamsari memiliki inovasi berupa :
- Kegiatan UKM Bank Sampah yang dikelola tiap dawis
- Inovasi GoMil, yaitu Gojek Ibu Hamil. Tugasnya adalah menjemput 

Dengan fasilitas yang komplit, diharapkan warga bisa memahami, bahwa mereka bisa menikmati layanan kesehatan di puskesmas. Karena tidak semua penyakit mesti dibawa ke rumah sakit. Ada 144  diagnosa penyakit yang bisa ditangani di puskesmas.

Sharing Informasi Kesehatan di The Wujil

Setelah kunjungan di puskesmas selesai, kami melanjutkan perjalanan menuju The Wujil. Hotel yang terletak di kaki gunung Ungaran, berada di jalan yang menghubungkan kota Semarang dengan Salatiga. 

Di salah satu ruangan di The Wujil, selama dua hari ini akan ada sharing tentang Informasi Kesehatan dari Dinas Kesehatan Kota Semarang. Dan kabarnya, bapak Kadin udah siap di tempat. Waaah, kami bergegas menuju ruang yang udah disiapkan. 


www.hidayah-art.com


- Kepala Dinas Kesehatan kota Semarang, Bapak Widoyono, SK.MM


www.hidayah-art.com

Bapak Widoyono menginformasikan bahwa Kota Semarang memiliki jumlah penduduk yang berbeda. Maksudnya gimana sih?

Seperti kota metropolitan lainnya, kalo siang jumlah penduduk kota Semarang sekitar 2,6 juta. Sementara kalo malam hari jumlahnya berkisar 1,7 juta. Selisihnya adalah komuter yang bekerja di Semarang dan tinggal di kota yang berada di sekitarnya.

Kota Semarang memiliki luas wilayah 372,3 km dengan 16 kecamatan dan 177 kelurahan. Dengan jumlah wilayah yang luas tentunya juga memiliki permasalahan kesehatan yang kompleks. Terlebih Semarang memiliki wilayah yang sering terendam banjir akibat hujan dan rob. 

Saat ini Semarang memiliki fasilitas kesehatan/puskesmas berjumlah 37 yang tersebar di 16 kecamatan. Keinginan Dinkes adalah, puskesmas mengurusi orang sehat. Sementara yang sakit mestinya di rumah sakit. 

Dalam peta yang digambarkan, rumah sakit, dokter praktek/klinik, apotek/toko obat, farmasi, mengurus orang yang sakit. Dengan jumlah yang banyak, mereka hanya mengurusi orang sakit sebesar 30%. Sedangkan yang 70%, yang dianggap sehat, menjadi tanggung jawab puskesmas dan fasilitas kesehatan tingkat 1. 


www.hidayah-art.com

Jadi Dinas Kesehatan dan instansi terkait, seperti puskesmas bertanggung jawab mengurus 70% kasus kesehatan. Ini meliputi memberikan informasi pada warga seputar Kesehatan Lingkungan. Yaitu masalah sarana air bersih, pola makan sehat, jamban keluarga, Sampah, pembuangan limbah, dan jentik nyamuk.

Dan bila kesehatan lingkungan terabaikan, akan muncul Penyakit Menular, seperti Demam Berdarah, TB Paru,HIV/AIDS, Diare, dan ISPA. Nah, penduduk yang sehat berjumlah 70% itu ketika sakit yang ngurus adalah Dinas Kesehatan dengan dibantu Puskesmas.

Kalo kesehatan lingkungan terjaga, penyakit menular tidak bakal muncul. Nah, kalo tahun 1990, penyebab kematian dari Penyakit Menular ada 56%. Namun tahun 2015 lalu, Penyakit menular turun menjadi 30%. Sedangkan Penyakit Tidak Menular naik jadi 56%.


www.hidayah-art.com

Penyakit Tidak Menular itu katanya penyakit keren. Seperti Atherosklerosis, Hipertensi, Hyperglikemik, Obesitas, dan Kanker. Itu bila tak dicegah sedari muda, bisa menyebabkan munculnya Penyakit Tidak Menular.

Kalo menurut saya sih bukan keren. PTM ini di mata saya malah bikin ngeri loh. Karena biasanya terjadi dari pola hidup yang salah dari warga. Atherosklerosis itu ternyata asal muasalnya dari hobi jajan gorengan. Pasti yang suka jajan gorengan seperti mendoan, tahu isi, pisang goreng, tahu pong, tahu tentang minyak panas untuk menggoreng warnanya udah hitam. 

Hati-hati aja bila kalian rutin mengonsumsi jajanan yang digoreng gini. Enak sih dimulut, dan bikin ketagihan. Karena saya pernah juga jajan hampir tiap hari, jaman usia masih di bawah 35 tahun dulu. Trus saya takut dengan penyakit yang bisa ditimbulkan akibat makanan jenis ini. 

Menurut dokter, seperti yang dibilang oleh Bapak Widoyono, penyuka gorengan mesti aware dengan penyakit Atherosklerosis. Karena dari 1000 penyakit yang terdeteksi, 900 orang menjadi jantung koroner. Dari 900 orang ini, hampir 80% meninggal mendadak. 

Salah satu Penyakit Tidak Menular adalah gagal ginjal. Bayangkan aja BPJS yang menanggung cuci darah pasien kelas 3. Untuk satu kali cuci darah, dibutuhkan biaya 600 ribu. Satu minggu ada yang sampai cuci darah tiga kali. Hitung sendiri deh, berapa biaya yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Itu lah kenapa BPJS Kesehatan sampai nunggak dengan setoran ke rumah sakit terkait tagihan biaya perawatan pasien.


www.hidayah-art.com
Sesi tanya jawab 
- Dr. Lilik Farida, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan DKK Kota Semarang

Ibu Dokter Lilik menjelaskan tentang Program PIS-PK, yaitu Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga. PIS-PK merupakan salah satu cara puskesmas untuk meningkatkan jangkauan sasaran dengan berkunjung ke keluarga-keluarga. Sasarannya adalah semua keluarga yang sudah menempati di satu wilayah lebih dari 6 bulan di kota Semarang.

Caranya gimana? Tentu saja dengan pendataan keluarga, yang dilakukan dengan cara melaukan survey ke rumah-rumah. Nantinya akan ada petugas yang mewawancarai langsung pemilik rumah dan tidak bisa diwakilkan. Indikator Keluarga Sehat yang dicek meliputi :

1. Keluarga mengikuti program KB
2. Ibu melakukan persalinan di fasilitas kesehatan
3. Bayi mendapat Imunisasi
4. Bayi mendapat ASI Eksklusif
5. Pertumbuhan balita dipantau 
6. Penderita TB Paru mendapatkan pengobatan sesuai standar
7. Penderita hipertensi berobat secara teratur
8. Penderita gangguan jiwa mendapatkan pengobatan dan tidak boleh dipasung
9. Anggota keluarga tidak ada yang merokok
10. Keluarga menjadi anggota JKN
11. Keluarga memiliki akses untuk sarana air bersih
12. Keluarga memiliki jamban sehat

Petugas yang mendata adalah Tenaga Kesehatan dengan pendidikan minimal D3. Pendataan ini diharapkan mendapat dukungan dari Pak Camat, Kelurahan, dan petugas yang sudah dilatih. Tenaga yang sudah mendapat pelatihan untuk input data sudah ada sejumlah 90 orang.

Beberapa waktu lalu dari Kemenkes telah melakukan kunjungan ke Puskesmas Halmahera dan Mangkang untuk program PIS-PK. Bahkan dari kunjungan tersebut, kota Semarang termasuk terbaik nomer 1 untuk input data mewakili Propinsi Jateng di tingkat nasional.

Peran serta masyarakat pun juga penting. Jadi kalo nanti ada kunjungan ke rumah kalian, jangan ditutup pintunya. Sambut mereka dengan ramah. Dukunglah dengan menjawab semua pertanyaan sesuai dengan kenyataan yang ada. Juga, mulai aktif mengikuti GERMAS. Udah tahu GERMAS kan ya? Saya pernah menuliskannya dalam artikel :

Blogger Dukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat

Sesi sore hari adalah pengenalan program UHC (Universal Health Coverage) atau Jaminan Kesehatan Semesta. Ini dia program yang digagas oleh bapak Wali Kota Semarang, Bapak Hendrar Prihadi. Program ini mulai dicanangkan bulan 1 Nopember 2017. Ada loh tetangga saya yang udah menikmati program ini karena tidak memiliki fasilitas JKN sebelumnya. 

Sebenarnya secara nasional program yang juga disebut PBI ini baru dicanangkan tahun 2018. Semarang ceritanya mendahului pelaksanaan PBI terlebih dulu.

UHC atau Universal Health Coverage merupakan pelayanan kesehatan gratis di kelas III dan diperuntukkan  bagi warga kota Semarang yang tidak mampu. 

Syarat untuk mendapatkan UHC :

1. Warga kota Semarang yang minimal sudah 6 bulan bertempat tinggal di wilayah Semarang. Tentunya dibuktikan dengan dokumen, seperti memiliki KTP dan KK beralamat di Semarang.
2. Bersedia menerima pelayanan kesehatan di Faskes tingkat 1/puskesmas, dan perawatan Rumah Sakit kelas III.
3. Bagi peserta BPJS Kesehatan mandiri yang ingin mendaftar UHC, maka kepesertaannya di BPJS mandiri harus dihentikan dulu sebelum mendatar UHC.
4. Peserta BPJS Kesehatan mandiri kelas I,II,III yang memiliki tunggakan iuran kurang dari tiga bulan, boleh mendaftar UHC. Dan mereka ini tidak perlu melunasi tunggakan terlebih dulu.
5. Bagi peserta BPJS Kesehatan mandiri yang memiliki tunggakan iuran lebih dari tiga bulan, harus melunasi terlebih dulu sebelum mendaftar UHC.
6. Pendaftaran UHC tidak boleh dilakukan oleh pihak ketiga. Kecuali bila diwakilkan oleh anggota keluarga yang ada dalam satu KK. Seperti suami boleh mendaftarkan istrinya atau anaknya.
7. Pendaftaran dilakukan di kantor DKK Semarang, di jalan Pandanaran no. 79 Semarang.

Bahkan bayi baru lahir pun juga bisa menjadi peserta UHC ini. Karena bayi baru lahir yang orang tuanya merupakan peserta BPJS Mandiri, belum terdaftar secara otomatis.  Baru ketika orang tua bisa mengurus pendaftaran bayinya di BPJS Mandiri, otomatis kepesertaan UHC langsung gugur.

Bagi lansia yang tinggal sendiri karena tidak memiliki keluarga, bisa mendaftar program UHC melalui puskesmas terdekat. Bahkan gelandangan pun juga bisa mendapatkan pelayanan kesehatan meski dia berasal dari kota lain. Syaratnya hanya, posisi sakit berada di kota Semarang.

Kepesertaan UHC juga bisa gugur. Berikut nih yang bikin kepesertaan UHC gugur :
1. Peserta meninggal dunia
2. Pindah ke kepesertaan PBI pusat / propinsi
3. Pindah ke kelas yang lebih tinggi, yaitu kelas II atau kelas I
4. Pindah keluar kota Semarang

Selain UHC, Dinas Kesehatan Kota Semarang bersama Wali Kota baru saja meluncurkan Ambulance Hebat si Cepat. Ambulance Hebat ini ceritanya untuk warga yang sedang membutuhkan bantuan kesehatan secara darurat. Ada lima unit ambulance yang siap beroperasi selama 24 jam. Oiya, warga tidak dipungut biaya untuk menggunakan Ambulance Hebat ini. 

Cek Kesehatan Bagi Blogger Kesehatan


www.hidayah-art.com

Sesi ketiga saat menjelang makan malam adalah cek kesehatan yang diperuntukkan bagi Blogger Kesehatan. Harusnya sebelum mengikuti cek kesehatan, kami dianjurkan tidak makan terlebih dulu. 

Namun karena saya masih dalam proses penyembuhan setelah sakit pencernaan, harus sering ngemil. Ngemilnya snack sehat sih, pisang rebus, hihiii. Iyes, saya juga kekurangan kalium. Salah satu untuk meningkatkan kadar kalium adalah pisang.

Saya nggak terlalu memikirkan cek kesehatan ini. Karena sejak usia 40 tahun saya sudah rutin melakukan cek kesehatan sebanyak 3 kali per tahun. Hasilnya juga bagus, seperti asam urat, Ldl, HdL, Kolesterol, dan Gula darah ada di bawah batas maksimal. Saya sudah 10 tahun lebih menerapkan pola hidup sehat. Meski belum rutin seminggu tiga kali melakukan olah raga, tapi saya sudah memilah makanan. 

Jajanan gorengan, makanan yang mengandung lemak, sudah saya tinggalkan. Saya lebih banyak mengonsumsi buah dan sayur, terutama untuk sarapan. Saya sudah lama mengurangi konsumsi karbohidrat. Bahkan sempat juga mengganti nasi putih dengan beras merah. Sekarang sih nggak tiap hari mengonsumsi nasi merah. Namun porsi nasi sudah berkurang banyak.

Dan hasilnya sesuai dengan cek sebelumnya. Gula darah saya 104 mg/dl, kolesterol saya bahkan nggak ada 40 mg/dl. Kata Ibu petugas kesehatan, kadar kolesterol saya normal bahkan low. Namun tekanan darah saya agak tinggi. Mungkin karena saya kurang tidur selama dua hari ini. Habis acara ini saya mesti bayar hutang tidur di rumah, hahaha. 

Pemeriksaan yang kami ikuti ini merupakan salah satu program yang penting dilaksanakan oleh setiap warga. Karena merupakan pemeliharaan kesehatan, agar kita lebih mengenal kondisi tubuh. Jadi jangan sampai telat tahu apabila ada sesuatu yang tengah terjadi dalam tubuh kalian. Jangan sampai nggak pernah cek kesehatan, tiba-tiba kadar kolesterol atau gula darah melampaui batas normal. 

Nah, dengan memelihara kesehatan itu juga merupakan salah satu program GERMAS. Gerakan Masyarakat Hidup Sehat yang dicanangkan secara nasional diharapkan menjadi gaya hidup yang lebih menyenangkan.

Sharing tentang Kematian Ibu & Anak serta GERMAS


www.hidayah-art.com

Seperti yang dituturkan oleh Ibu Ir. Purwanti, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat. Beliau pada malam, sesi terakhir hari pertama Temu Blogger Kesehatan, sharing tentang Kematian Ibu  & Anak. 

Ada banyak penyebab kematian Ibu dan Anak. Di antaranya adalah ibu hamil dengan resiko tinggi. Ibu hamil dengan pendarahan, Eklamsia/ Pre Eklamsi, karena Sepsis, penyakit, dan lainnya.

Meski sekarang ibu hamil sudah banyak yang menjalani persalinan di rumah sakit, namun tak menutup kemungkinan terjadi kematian. Bahkan ada juga yang meninggal saat dalam perjalanan dari rumah atau satu tempat ke rumah sakit. Kematian saat masa nifas pun sering terjadi. 

Biasanya karena ibu terlalu bersemangat usai melahirkan dan merasa sehat. Sehingga dia merasa mampu mengerjakan semua pekerjaan rumah sendiri. Hingga ibu ini tidak menyadari bahwa kondisi tubuh setelah melahirkan itu butuh recovery. Tidak boleh langsung bekerja berat. Karena bisa saja tekanan darah jadi naik dan bisa menyebabkan eklamsia.

Kesehatan satu bangsa dimulai dari keluarga. Bila ibunya sehat, tentu anggota keluarganya juga sehat. Mewujudkan GERMAS adalah dengan :
- meningkatkan aktifitas fisik
- meningkatakan perilaku hidup sehat
- menyediakan pangan sehat dan percepatan perbakan gizi
- peningkatan pencegahan & deteksi dini penyakit
- peningkatan kualitas lingkungan
- peningkatan edukasi hidup sehat

Fokus kegiatan GERMAS adalah :
- Melakukan aktifitas fisik
- Konsumsi buah dan sayur
- Memeriksa kesehatan secara berkala

Untuk melakukannya tentu dengan menjaga kesehatan juga. Dan caranya adalah dengan CERDIK. Apa aja sih CERDIK itu?
Cek kesehatan secara berkala
Enyahkan asap rokok
Rajin aktifitas fisik
Diet seimang
Istirahat cukup
Kelola stres

Nah prinsip Gizi Seimbang itu mesti menerapkan 4 pilar. Yaitu :
1. Mengonsumsi makanan beragam
2. Membiasakan perilaku hidup bersih
3. Melakukan aktifitas fisik
4. Mempertahankan dan memantau BB normal

Ihhh, nomer 3 dan 4 mesti serius saya lakukan nih. Karena aktifitas fisik ini kadang saya rajin setiap pagi jalan-jalan memutari taman sampai lima kali. Tapi kalo muncul malasnya, enggan melakukannya. 

Tes Kesehatan dan Kebugaran dengan Metode Rockport


www.hidayah-art.com
foto-foto dulu sebelum tes kebugaran
Picture by Dwi Septi
Hari kedua diawali dengan kegiatan aktifitas fisik. Sesuai jadwal, kami semua akan mengikuti tes kesehatan dan kebugaran tubuh. Metode yang digunakan adalah Rockport. Metode ini mulai dilakukan oleh jemaah haji tahun keberangkatan 2017.

Metode Rockport adalah mengukur kemampuan masing-masing peserta dengan aktifitas fisik seperti lari, jogging, jalan cepat atau jalan biasa secara konstan. Jadi ketika kalian udah milih jalan cepat, tidak boleh langsung berganti lari. Begitu pula sebaliknya. Namun peserta tes bebas memilih dan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing semaksimal mungkin. Rentang jaraknya sejauh 1,6 km.

Tes kebugaran ini menjadi tolok ukur bagi seseorang yang ingin mengetahui tingkat kebugarannya. Hasil dari tes kebugaran ini juga mencegah dan kalo bisa, untuk mengobati penyakit-penyakit yang muncul karena pola hidup yang salah.

Caranya gimana?
1. Sebelum mulai tes, lakukan penghitungan denyut nadi permenit. 
2. Lakukan peregangan selama 10 menit.
3. Lakukan jalan biasa/jalan santai/jogging/lari di lintasan sejauh 1,6km. Mulai lakukan penghitungan waktu tempuh. 
4. Di garis finish, penghitungan waktu total tempuh dilakukan. Juga menghitung denyut nadi per menit.
5. Melakukan penghitungan, dan mencocokkan hasil waktu tempuh dan denyut nadi dengan tabel yang sudah disiapkan di formulir Kartu Menuju Bugar.

Saat awal, hasil denyut nadi saya adalah 84. Dan pilihan saya adalah jalan cepat, sesuai dengan aktifitas fisik yang selama ini sudah saya lakukan. Alasannya saya tidak memilih lari atau jogging karena engkel kaki kiri saya pernah cedera. Kalo terlalu memaksa diri, saya takut bakal cedera lagi. Meski dokter Fina menyarankan saya memilih lari, namun saya enggan menurutinya. Alasan lain adalah, BB saya masih gemuk. Saat ini BB saya adalah 69 kg. Harusnya sih BB ideal saya adalah 58. Tuh kan saya kelebihan 11 kg.

Hasil tes kebugaran saya lumayan. Waktu tempuh saya untuk lintasan 1,6km adalah 15,27. Jadi Vo2 max saya masuk dalam 27 ml/kg/menit. Sesuai dengan jenis kelamin perempuan dan kelompok usia, saya masuk dalam kategori Cukup Baik. Artinya tingkat kebugaran jantung dan paru saya untuk usia jelang 50th udah cukup baik. 

Sementara hasil tes kebugaran dengan Metode Rockport, denyut nadi saya menjadi 145. Artinya saya sudah melakukan tes secara maksimal bahkan melebihi kemampuan saya.

Ada hitungannya nih :

Denyut Nadi Maksimal = 220 - usia 
                                     = 220 - 49 = 171
Kemudian hasilnya : bikin rentangan dengan cara :

Minimal latihan    : 171 x 60%  = 102,6
Maksimal latihan  : 171 x 80%  = 136,8

Latihan fisik yang terukur untuk saya harus berada dalam rentang 102,6 hingga 136,8. Namun denyut nadi setelah saya latihan berada dalam 145. Jadi latihan saya tadi termasuk melampaui rentang yang disarankan. Tapi kata bu Dokter Fina sih nggak apa-apa, karena cuma melampaui sedikit.

Tes Kebugaran ini sebaiknya dilakukan lagi tiga bulan kemudian. Dan di antara waktu tiga bulan ini, sebaiknya rutin lakukan latihan fisik secara teratur. Dan saya masuk dalam kategori cukup. Itu artinya latihan fisik saya adalah senam, renang, step dance, diskorobik, dan lainnya selama tiga kali perminggunya. Tapi kalo saya tetap memilih jalan cepat aja, sambil lari-lari kecil. 

Asalkan kalian bisa melaksanakan latihan fisik secara teratur, semoga Penyakit Tidak Menular pun menjauh. Yuk lakukan GERMAS, temans. Wassalamualaikum.

Dokumentasi :
- Pribadi
- Handiko
- Dwi Septia
- Sri Untari

9 comments :

  1. Wah, acaranya bagus Mbk, meningkatkan wawasan tentang kesehatan ya. Jadi banyak info soal denyut jantung sehat.

    ReplyDelete
  2. Kompleeet mbaa artikelnyaa..semoga kita sehat selalu aamiin..

    ReplyDelete
  3. Ahh kalo berbicara kesehatan aku takuut, rasanya belom sehat banget deh Mak.
    MAkasih ya sharingnya menambah pengalaman tentang kesehatan.
    Semoga kita semua diberikanNya kesehatan

    ReplyDelete
  4. Mau dong tes rockport bareng lagi, tambah semangat kalo ada banyak teman

    ReplyDelete
  5. Seneng banget kalo ada gerakan yg melibatkan masyarakat gini ya mba. Salut buat dinkes yg sdh melakukan byk perubahan. Terutama di puskesmas2 yg efeknya lgsg ke masyarakat

    ReplyDelete
  6. Duuhh mbak aku paling ga bisa nyuekin gorengan hiks :(

    ReplyDelete
  7. Aku skrg minimal seminggu sekali nih jalan kaki min 2,5 km. Biar sehat ga mager mulu

    ReplyDelete
  8. Keren puskesmas Gayamsari ����

    Puskesmas Tlogosari Kulon juga keren, ding. Aku pernah priksa dan nambal gigi disana, pas hamil kmrn cek darah dll gratis juga.
    Sekarang imunisasi Salsa juga di puskesmas. Layanannya oke dan asilitasnya jg lengkap

    ReplyDelete
  9. Faskes satu bpjs ku ama suami di puskesmas gayamsari mbak wati 😀

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...