Laman

  • Beranda
  • Jalan-jalan
  • Inspirasi
  • Review
  • Disclosure
  • About Me
  • Achievement

30 Jun 2015

BUBUR INDIA, TAKJIL UNIK DAN LEGENDARIS DARI MASJID PEKOJAN




Assalamu'alaikum temans, udah masuk  puasa hari ke-15 ya. Moga sehat semuanya, semoga bisa menjalani ibadah sunnah juga di bulan penuh berkah ini, aamiin.

Puasa hari keenam kemarin, si sulung tiba-tiba bilang pengen makan bubur India. Tapi bukan beli bubur nyampe ke India loh, hehehe. Bubur India yang diinginkan Milzam tuh ada di Semarang. Tepatnya Bubur India yang dibuat untuk takjil di masjid Pekojan. Entah mengapa Milzam kayak orang ngidam, harus bubur yang dibuat di masjid Pekojan dan enggak mau bubur lainnya. 


Akhirnya selasa sore kami berdua menuju Masjid Pekojan. Masjid ini dibangun pada tahun 1309 Hijriah atau 1878 Masehi oleh Haji Muhammad Azhari Akwan. Mengapa akhirnya Bubur India dijadikan takjil utama di masjid ini, tak lepas karena peran para pendatang dari negeri India, Arab dan Gujarat. Mereka datang dari negeri yang sangat jauh ke tanah Jawa untuk berdagang serta mensyiarkan agama Islam. Mereka pula yang memulai tradisi membuat bubur untuk dibagikan pada masyarakat selama bulan Ramadhan. Hingga sejak itulah, banyak masyarakat asli Jawa yang menyebut takjil tersebut sebagai Bubur India.

Beberapa orang memasak bubur ini setiap usai shalat Dzuhur hingga menjelang Ashar. Setiap hari petugas menyediakan 200 - 300 porsi bubur untuk kebutuhan takjil para jemaah yang berbuka di dalam masjid. Semua bahan untuk pembuat bubur merupakan sumbangan swadaya dari masyarakat.

Sementara untuk warga yang ingin menikmati bubur dan dibawa pulang ke rumah, jumlahnya tak bisa dihitung. Siapa saja yang menginginkan bubur India, boleh aja memintanya pada petugas yang tengah berjaga setiap menjelang berbuka. Tentu saja asal jangan lupa membawa tempat makan dari rumah. Petugas akan mengisi sesuai porsi seperti yang disajikan untuk berbuka di masjid.


Tempat makan milik Milzam tengah diisi bubur

Seperti yang dilakukan oleh Milzam sore itu. Wadah yang dibawa si sulung dari rumah, diisi bubur dan kuah gulai ayam di tempat terpisah. Porsinya lumayan banyak. Si sulung sampai kekenyangan, karena disantap sendiri. 

Bubur India ini dibuat dari campuran beras, beragam rempah seperti daun pandan, batang serai, kunyit, lada, dan garam, serta bumbu lainnya. Kemudian ada tambahan sayuran, yaitu wortel dan daun bawang.

Buburnya terasa gurih dan lembut, sangat lezat. Rasa rempahnya cukup dan memberikan aroma harum yang khas, serta menonjolkan ciri bubur dari tanah Gujarat. Kuah gulainya tidak terlalu kental. Cukup pas dijadikan teman makan bubur, menambah citarasa kelezatannya. 



Porsi bubur dalam mangkok

Tiap sore menjelang waktu berbuka, banyak jemaah berdatangan ke masjid ini untuk menanti adzan Maghrib. Mangkok berisi bubur telah disiapkan berjajar dengan rapi. 


Mangkok isi bubur dan air minum

Bila teman ingin menikmati bubur India yang legendaris dari Masjid Pekojan, datang saja setiap pukul 17.00 menjelang berbuka. Menantikan saat berbuka sambil tadarus di dalam masjid, tentunya merupakan suatu hal yang istimewa. Terlebih sudah ada satu porsi mangkok Bubur India yang siap untuk dinikmati bersama jemaah lain di serambi masjid.

Masjid Pekojan terletak di jalan Petolongan Semarang. Bisa diakses melalui jalan Mt. Haryono a.k.a Mataram. Dari perempatan Bangkong, lurus saja menuju utara dan ambil belokan kiri saat membaca nama  jalan Petolongan. Masjid Pekojan terletak di ujung barat jalan Petolongan, dekat dengan jalan Pekojan. Kalo sampai tersesat, tanya pada orang setempat yang bakal menunjukkannya dengan senang hati. 

Wassalamu'alaikum :D

30 comments :

  1. Enak ngga sih mak bubur India? Pedes2 gitu ngga ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rasanya sih gurih, pedasnya enggak begitu terasa tuh. Enak banget :D

      Delete
  2. Wah asyiknya bisa dapat takjil gratiiss hehehe.... Di sini jauh dari masjid besar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihii iya mbak, ini asal mau ke masjid Pekojan inshaa Allah bisa dapat :D

      Delete
  3. Kayaknya enak dan nikmat bgt ya mbak, bubur india, blm pernah nyobain..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayuk mbak kesini, mumpung masih ada tuh bubur India-nya :D

      Delete
  4. Pengen ih...mumpung belum pulang kampung. Harus nyempetin ke Pekojan nih...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mba Ika, buruan ikut berbuka di masjid Pekojan. Enak lho buburnya :)

      Delete
  5. aaa, jadi pengn nyoba juga bubur indianya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaa, ke Semarang yuk mbak, aku antar ke Masjid Pekojan :)

      Delete
  6. belum pernah nyoba dan belum pernah liat, kaya mana sih mbak? di sini gak ada sih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buburnya dimasak dg campuran sayur wortel, daun bawang dan bumbu rempah. Trus disantap dengan gulai ayam atau kambing.

      Delete
  7. ngiler mba watiiii....akk sayang keburu mudik aku ngga bisa mampir nyobaiin huhuhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ya mbak, mesti nungguin ramadhan tahun depan tuh

      Delete
  8. Berarti pake santen ya kuahnya Bunda. jadi ngebayangin gule ayam xixixix

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Vhoy, emang nyantapnya sama gulai ayam atau kambing. Tiap kamis justru jadwalnya gulai kambing.

      Ingat puasa Vhoy ;)

      Delete
  9. Belum kesampean ke sana nih mbaa, jauh soale. Engg jadi boleh to dibawa pulang ya? siap2 tupperware hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh, asal gasik ya datangnya, minimal jam 4 lah. Selewat jam 5 ya harus berbuka di masjidnya :)

      Delete
  10. Banyak tradisi unik di mesjid2 lama

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak Lus, dan bikin anak-anak senang kalo diajak melihat keunikannya

      Delete
  11. tradisinya menarik banget, Mak. Saya penasaran juga sama rasa bubur India :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo gitu puasanya di Semarang aja mbak. Ajak Keke dan Nai juga, pasti suka kalo berbuka bubur India ini :)

      Delete
  12. aku belum pernah makan bubur india mbak. btw mbak aku lebaran kedua ke Semarang :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mudiknya gasik tho, biar bisa ngincipi bubur India, mbak Lid :)

      Delete
  13. aku belum pernah ngicipin bubur india mak...bikin penasaran nih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaa, maafin dakuw ya mbak, duh gimana donk? Ke masjid sini aja yuk mbak :)

      Delete
  14. saya kira buburnya yang pakai roti cane ituloh .. penasaran juga sama yang ini .. tapi ga pedas kan ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini kayak bubur ayam, tapi ada campuran sayuran di dalam adonan buburnya :)

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...