Laman

  • Beranda
  • Jalan-jalan
  • Inspirasi
  • Review
  • Disclosure
  • About Me
  • Achievement

22 Oct 2017

Batas Persahabatan Perempuan dan Pria Setelah Menikah



www.hidayah-art.com

Assalamualaikum Sahabat. Menurut saya, ada Batas Persahabatan Perempuan dan Pria Setelah Menikah. Iya lah, karena menurut pandangan Islam pun, mesti ada batasan pergaulan bagi perempuan dan pria. Baik sebelum maupun setelah menikah.

Kalo setelah menikah, tentunya ada tambahan warning. Karena sahabat pria atau perempuan telah memiliki pasangan hidup. Orang yang telah syah menjadi sahabat lahir dan batin.


Duuuhhh, kali ini artikel saya bahas sesuatu yang cukup berat nih. Karena kami kelompok Butet Manurung memang sedang membahas persahabatan setelah menikah. Artikel milik Ophi Ziadah ini merupakan post trigger #KEBloggingCollab dengan judul Persahabatan Setelah Menikah, Yay or Nay?

Ishhh, dalem banget yak judulnya. 

Ophi Ziadah yang menggulirkan tema persahabatan setelah menikah. Dan menantang kami sesama anggota kelompok Butet Manurung untuk menuliskan pendapat kami sendiri. Kalian penasaran bagaimana isi artikelnya. Baca ya artikelnya di web KEB. Ophi sendiri adalah pengelola blog http://www.ophiziadah.com/  dengan tagline Mom of Trio's World. 

Waktu post trigger ini terbit, saya udah ketawa. Dalam hati sih saya bingung mau nulis apa. Gimana ya, saya emang langsung putus komunikasi dengan sahabat saya. Jaman dulu belum ada telpon genggam. Media sosial pun belum lahir. Widihhh, tahun berapa tuh, Mak.

Tapi saya juga nggak punya sahabat pria sih. Jadi aman aja sebenarnya kalo pun persahabatan saya tetap berlangsung.

Menurut pandangan saya, persahabatan setelah menikah itu cukup rumit. Terutama persahabatan antara pria dan perempuan. Seharusnya ada batasan persahabatan antara pria dan perempuan. 


Picture from pixabay

1. Chatt di media sosial

Bagi pria dan perempuan yang sering chat di What's App, Massanger, BBM, mesti memperhatikan batasan yang pantas. Chat bercanda, curhat, yang awalnya biasa, bisa berubah menjadi hal yang pribadi. Kedekatan ini bisa menjadi awal keretakan hubungan suami istri bila sejak awal tidak terjalin komunikasi yang terbuka.

2. Jangan Ciptakan Kondisi Mengundang Fitnah

Kalian yang sahabatan dengan lawan jenis, mungkin berdalih udah akrab sejak usia SD. Teman dan tetangga yang paling baik dan udah kayak saudara. Ingatlah bahwa kalian bukan lah saudara sekandung. Hanya tetangga, teman sekolah, dan tak mungkin bisa mengubah hubungan darah. Tetangga bukan lah saudara sedarah. Teman sekolah tidak bisa berubah menjadi saudara sedarah.

Jadi alangkah bijaknya bila jangan pernah janjian makan siang hanya berduaan. Ajak seorang teman lagi agar tak menjadi fitnah. Karena ketika kalian merasa telah akrab dengan sahabat lawan jenis, bisa saja suasana menjadi makin intim. Gelendotan, makan sepiring berdua, menjadikan dalih itu udah biasa kalian lakukan sejak lama sebelum nikah.

Bayangkan bila pasangan istri atau suami mengetahui keadaan ini, pasti mereka merasa dikhianati. Cegah lah keadaan yang tak mengenakkan dengan mengajak pasangan dari sahabat kita ikut hangout atau jalan bareng.

3. Foto Berdua

Nah, ini merupakan satu peristiwa yang sering diabaikan. Foto berdua dengan sahabat yang udah memiliki pasangan. Kemudian mengunggahnya di media sosial. Duuhhh, coba deh bayangkan bagaimana perasaan pasangan dari sahabat kalian. Apalagi kalo caption nya, sahabat sejiwa sampai maut memisahkan. *Glekkk.

4. Berbicara dan Bersikap Sopan

Ketika sahabat kalian udah menikah, coba lah menjaga jarak pergaulan dengannya. Berbicara dengan gaya bahasa yang wajar. Juga bersikap lah yang sopan. Karena sekarang sudah ada pasangan yang mesti kita hormati perasaannya.

5. Hargai Sang Pasangan

Jagalah perasaan pasangan dari sahabat kalian. Jangan lagi janji bertemu berduaan tanpa menyertakan pasangannya. Atau saling kirim SMS, chat di media sosial, dengan gaya manja berlebihan seperti sebelumnya. Karena hubungan kalian sudah memiliki pagar pembatas yang tak seharusnya disebrangi.

6. Dekati Pasangannya

Setelah menikah, alangkah baiknya bila kalian pun mendekati pasangan dari sahabat kalian. Ajak lah dalam kegiatan yang selama ini sering kalian lakukan. Kalo selama ini kalian curhat dan sering komunikasi yang akrab, kurangi lah intensitasnya.

Lebih bijak lagi bila mulai memindahkan percakapan dengan pasangan dari sahabat kalian. Misalnya kalian udah biasa meminta bantuan sahabat pria. Alangkah bijaknya bila bantuan itu diminta pada istri sahabat kalian. Apabila istrinya tak bisa mengatasi. Pasti sang istri akan meminta bantuan suaminya, dalam hal ini sahabat kalian. 

7. Jaga Jarak

Jaga jarak di sini bukan berarti memutuskan silaturahmi. Namun jaga jarak yang dimaksud adalah mengurangi intensitas pertemuan maupun komunikasi. Mengurangi juga jalan berdua ke suatu tempat, bersendau gurau melebihi batas, dan bentuk kedekatan secara fisik.

Artinya, setelah sahabat lawan jenis kalian menikah, kurangi lah bertemu dengan sembunyi-sembunyi. Karena ketika kalian melakukan hal ini, itu sudah menjurus ke perselingkuhan. Awalnya berdalih agar istri atau suami sahabat kalian jangan sampai cemburu. Namun itu bisa saja menjadi awal kurang harmonisnya hubungan suami istri dari sahabat kalian.


Picture form pixabay

Persahabatan setelah menikah memang menjadi satu kerumitan tersendiri. Atau bisa saja menjadi satu hal yang positif. Terutama bila pasangan dari sahabat kalian ikut melebur dalam persahabatan yang baru.

Namun tetap ada batas persahabatan perempuan dan pria setelah menikah. Kalian nggak mungkin lagi bisa sedekat seperti sebelum menikah. 

Tapi itu sih pandangan saya ya. Mungkin kalian memiliki pandangan lain seputar persahabatan setelah menikah. Silahkan, sharing aja pendapat kalian di sini. Bebas ya karena itu memang suatu pengalaman pribadi yang tak bisa dibatasi oleh orang lain. Tentunya ada pengalaman yang berbeda yang menjadikan satu pendapat tak sama. Tetap jaga komunikasi yang sopan ya, agar tetap nyaman juga pembaca lain. Terima kasih, sahabat. Wassalamualaikum.

32 comments :

  1. Yup, aku setuju banget mbak. Aku termasuk orang yang punya banyak sahabat cowok. Sebelum nikah dulu, kami deket banget. Bukan secara fisik sih, karena jarang ketemu juga. Bahkan kalau ketemu ga pernah berdua selalu segeng. Tapi sama sahabatku kami punya ikatan bahkan sampe kalau mau ngegosipin org kita cuma liat2an udah tau maksud masing2.
    Pas dia nikah, kayak poin ke 6, aku pun berusaha akrab ke istrinya. Tapi sepertinya bertepuk sebelah tangan. Puncaknya suatu ketika kami ketemu di suatu acara, istrinya menolak salaman sama aku dan melengos. Kaget banget aku. Keseeeelll banget. Mana suaminya kayaknya ga ngeh klo istrinya ngambek, becandain aku terus. Tapi di dunia maya, kami pun ga pernah komunikasi pribadi. Ngobrol ya via sosmed yang terbuka kayak komen2an status yg bisa dibaca semua orang atau wa grup.
    Sejak aku nikah, aku jadi ngerti apa yg dirasakan istrinya sahabatku itu.
    Bener sih, sebaiknya setelah menikah jaga jarak sama sahabat yang lain jenis. Jaga perasaan. Perasaan pasangan masing2 dan perasaan kita juga. Jangan kasih setan kesempatan. Hehe.

    *btw, komenku panjang euy=D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya ampuuun, sampai melengos ya. Ya udah nggak usah deket-deket lagi. Sebatas say hello aja kalo pas ketemu ya Flo

      Delete
  2. Emang benar. Perlu dibatasi. Ada cerita dari temanku. Suaminya marah bagus pas tahu istrinya dichat cowok yang notabene sahabatnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah kaaan, jadi nggak enak juga endingnya ya

      Delete
  3. Untuk nggak punya sahabat cowok. :D

    ReplyDelete
  4. Aku setuju banget. Ketimbang timbul masalah mending nggak deh.

    ReplyDelete
  5. Sepakat mb, aku memilih lingkaran pertemanan yang diridhoi suami aja. Kalau suami nggak nyaman ya jaga jarak aja. Demi kemaslahatan :)

    ReplyDelete
  6. Dulu punya banyak sobat cowok begitu salah satu nikah mulai membatasi jangan smpai menyakiti perasaan pasangan teman maupun pasangan kita. Kalo soal poto berdua, bahkan bojoku tuh aku poto berdua bareng artis laki2 kayaknya kurang suka. Makanya kemaren pas sma Raditya Dika aku minta potonya bertiga aja ma temenku satu lagi hahah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihii, mending nyari temen buat nemeni foto yaaa

      Delete
  7. saya memilih tidak berteman/ bersahabat dengan lawan jenis, d WAG kuliah hanya ngobrol rame2 dan basa basi biasa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku pun juga mba, milih yang aman dan nyaman aja

      Delete
  8. Dulu sebelum menikah sahabatku cow semua. Tapi yaa komitmen bersama dg suami untuk saling menjaga hati satu sama lain akhirnya aku mulai menghindar dari sahabat2ku. Buatku mereka tetap sahabatku, tapi ada satu sahabat baruku yang akan membawaku kesurga Allah SWT. Itu yang terpenting. Aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyes, aku juga cuma punya satu sahabat cowok yang halal buat curhat, hihiii

      Delete
  9. Kalau aku mah nay dong, bisa jadi merusak hubungan suami istri ini mah, soalnya kan dulu aku aja sama suamiku sahabatan jadi menikah 😀

    ReplyDelete
  10. Setuju.
    Setelah menikah, persahabatan dengan lelaki selain suami memang sebaiknya diputuskan!!
    Nggak boleh clbk!!
    *eh :p

    Semoga selalu komit berjuang menjadi istri sesuai yang diinginkan suami, agama dan norma masyarakat.

    Aamiin.

    ReplyDelete
  11. Mbakkk, keren euy kolab di keb. (malu-malu mau)
    Dan saya setuju dengan artikelnya. Kudu hati2 mah, kalau mggak mau diblokir sama pasangan temen. Hehehe

    ReplyDelete
  12. Setuju si sebenernya tapi ada sahabatnya abngku cewek mbak aejak kuliah aku pun kenal deket sama dia. Anaknya sahabatan sama nadia dan kami rutin ketemuan tiap bulan. Cuma sama dia aja aku percaya soalnya ga neko2 orangnya. Yakin deh ga ada apa2 tapi kalo sama yg lain jgn coba coba hahahaha....

    ReplyDelete
  13. Aku nggak punya sahabat cowok, kayaknya. Hihi. Teman banyak, sahabat kayaknya nggak punya. InsyaAllah punya rambu2 untuk saling membatasi diri

    ReplyDelete
  14. Persahabatan dg lawan jenis? Jangan lah. Asli rumit hahaha.. Apalagi kalo dah nikah. Sahabat kita itu ya suami kita. Kalau kita pny sejuta alasan utk tetap menjalin persahabatan dg lawan jenis, itu artinya kita bisa menghadirkan alasan yg sama utk bisa bersahabat dg suami kita. Ya ngga?

    ReplyDelete
  15. aku sm suami sm2 gk pny temen yg beda gender. Jd aman aja. Suami emang gk suka temenan sm cewe ruwet dan aku jg gk sk pny temen cowo, haha. Dan biasanya temennya suamiki, istrinya jd temenku, mlh seru jd pny temen klo pas suami mw ketemuan sm temennya

    ReplyDelete
  16. Setuju setuju!!
    Saya sih belum nikah ya.....hehhe
    Tapi sering juga tahu, atau dicurhatin mengenai hal ini.
    Maksudnya, mau gak mau setelah menikah itu semua hal mengenai pertemanan dan persahabatan harus dihijabi/dibatasi sesuai dengan kondisi situasi. Bukan berarti putus pertemanan/persahabatan. Justru kebaikan2 (menurut syariat Islam ya) harus tetap dilangsungkan. Yang terpenting adalah komunikasi. Krn gimanapun juga, namanya sebuah hubungan pernikahan, antara dua orang....kan beda kepala. Harus diomongin, kecuali punya super power telepati xD

    ReplyDelete
  17. Aku memilih untuk jaga jarak, hehe. meskipun si sahabat ini istrinya juga sahabatku. tapi tetep aja aku ga enak apalagi keluarga jg saling mengenal :D daripada menimbulkan masalah baru lebih baik menghindar aja

    ReplyDelete
  18. Kalau aku sih nay...bersilaturahmi sewajarnya aja sebatas tanya kabar sambil lalu..mau dibilang basa basi doang yo ben yang penting kita tidak menyakiti perasaan pasangan kita :D

    Mencegah lebih baik daripada mengobati hehehhe

    ReplyDelete
  19. Kok kyknya nek bojoku ga pernah cemburu yah...Aku nek sm tmn cowok tak kenalin, kalau bisa ya tak ketemuin. Jadi dia kenal sm tmn2 cowokku. Begitu jg sebaliknya. Saling cerita dan terbuka serta percaya hehehe...

    ReplyDelete
  20. waaaaa ini nasihat bagus buat yang udah menikah yang masih suka kumpul2 sama temennya nih

    saya suka sekali tulisan ini mba :)
    btw salam kenal ya ^^

    ReplyDelete
  21. Tipsnya kece2 nih mba Wati
    Harus dicatat buat mrk yg msh punya sahabat stlh menikah
    (Tunjuk dir sendiri)

    Rame yaaa obrolan soal ini hahaha

    ReplyDelete
  22. Kalau udah menikah memang sebaiknya membatasi bergaul dengan lawan jenis. Cukup berteman saja, jangan sampai terlalu dekat

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...