Laman

  • Beranda
  • Jalan-jalan
  • Inspirasi
  • Review
  • Disclosure
  • About Me
  • Achievement

11 Jul 2015

KUE CORO, JAJANAN LEGENDARIS DARI SEMARANG



Maaf ya temans, artikel saya kali ini tentang makanan lagi nih. Makanya saya tayang menjelang berbuka aja. Tapi kan namanya udah niat puasa, lihat makanan gini masa iya jadi terpengaruh? Enggak kaaann?!

Siapa yang tahu makanan di atas?  Kue ini termasuk kuliner khas Semarangan. Hayo, mana warga Semarang yang belum pernah makan kuliner ini? Disangsikan deh kewargakotaan kalian, hahaha *minta dijitak*

Nah, saya kasih tahu ya bagi teman yang belum juga paham namanya. Kue CORO, cara bacanya kayak baca kota BOGOR. Kue ini tergolong makanan khas kota kelahiran saya. Sejak saya masih bau kencur, simbah sering membeli makanan ini untuk cucu-cucunya. Tentunya selain Putu Mayang, Getuk lindri, Cetot, Jongkong serta jajanan tradisional lain.

                                           
Wisata kuliner jajan pasar
Jajan pasar di pasar tradisional

Tapi sejak dulu hingga sekarang saya enggak tahu banyak, tempat mana aja yang jual Kue CORO. Setahu saya, Kue CORO ini masih bisa dibeli di beberapa lokasi di wilayah kota Semarang. Yang saya tahu sih di jalan Jagalan, penjualnya juga menjual aneka bubur. Kemudian ada juga di Pasar Karang Kembang. Lokasi pasar Karang Kembang bisa baca di 10 Pasar Tradisional Unik di Semarang, yang ada di website wisata Semarang yaitu hellosemarang.com ya temans.

Ada lagi lokasi penjualan Kue CORO, yaitu di Pasar Ramadhan Kauman dan Kampung BUSTAMAN. Namun kue tradisional ini hanya dapat dijumpai selama bulan Ramadhan. Ini khusus penjual yang ada di Kampung Bustaman. Sementara di Pasar Karang Kembang selalu tersedia, tentunya sepanjang sang penjual tidak libur dagangannya yaaa. 

Saya pernah menulis tentang Kampung Bustaman yang dinobatkan sebagai kampung budaya di Semarang. Bagi yang belum sempat membaca, boleh kok mampir di tulisan saya yang berjudul BOK CINTA PROJECT - MENAFSIR ULANG RUANG PUBLIK.

Yup, Kampung Bustaman memang keren, memiliki budaya unik dengan menjaga silaturahmi antar warga hingga detik ini. Bukan hanya itu saja, kampung ini juga merupakan pusat kuliner murah dan khas yang ada di Semarang. 

Ini nih penampakan Kue CORO di Kampung Bustaman  :)


Kue CORO yang bikin gemess

Kue ini disantap dengan kuah santan kental. Saya biasanya membungkus jajanan ini dan menikmatinya di rumah. Kemudian saya tambahkan air hangat dalam kuahnya, agar tidak terlalu kental. Satu bungkus kue CORO di Kampung Bustaman berisi dua biji dengan harga cukup murah yaitu  Rp. 3.000,-.




Bersama Kue CORO, sang penjual menyajikan Ketan Biru yang biasanya disantap dengan enten-enten. Yaitu kelapa yang dimasak dengan gula jawa, hingga menjadi adonan yang kesat. Ini menjadi toping untuk Ketan Biru. Bagi penyuka rasa manis, jajanan ketan ini pasti cocok dengan lidah anda. Saya sendiri lebih senang menikmati kue CORO yang legit.


Kampung Bustaman bisa diakses melalui jalan Mt. Haryono. Dari lampu merah Bangkong, ambil aja lurus ke arah utara hingga mencapai jalan Petudungan. Sebenarnya jalan ini hanya satu arah, tapi banyak motor yang melintas di jalan ini. Untuk lebih nyamannya saya biasanya lewat jalan Petolongan atau jalan Agus Salim. Kemudian belok kiri menuju jalan Pekojan, dan belok kiri sebelum jembatan,  adalah jalan Petudungan. Kampung Bustaman menjadi satu-satunya kampung yang terletak di jalan Petudungan. Jadi, enggak mungkin tersesat. Kalo takut nyasar, ingat kata pepatah: "Malu bertanya sesat di jalan".

15 comments :

  1. Mirip2 kue apem.....tapi lebih gendut ya mbak..? Klo di tempat saya ...ketan gitu juga ada...tp biasanya warna ijo...trus atasnya dikasih enten2....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, tapi ini lebih legit, kalo apem kayaknya agak gurih ya. Beda sih sebenarnya, hehehe

      Delete
  2. Kue Coro...apa rasanya kaya apem ya mbak

    ReplyDelete
  3. Bentuknya seperti apem, ya. Gimana rasanya itu kalau dicampur ketan biru? :D
    Apa kalau beli kue coro juga satu paket sama ketan biru?

    ReplyDelete
  4. Meskipun wong Semarang asli, aq ga begitu suka jajanan ini Mba... klo ketannya sih seneng banget, sayang memicu asam lambung naek nih :D

    ReplyDelete
  5. kue coro mirip kue cubit ya mbak kalau disini.

    ReplyDelete
  6. Bentuknya mirip apem Jogja yg untuk ruwahan ya? Kalau ketan birunya pernah ngicipi di Pekalongan jaman masih kecil.

    ReplyDelete
  7. jadi penasaran pengen coba kue coro ini :D

    ReplyDelete
  8. Aku nyebutnya kue apem mba, baru tahu loh kalo namanya coro hehehe

    ReplyDelete
  9. Kue ini ada juga di Sulawesi, Mbak .... saya lupa namanya. Ada yang dimakan dengan saus gula merah. Kue2 tradisional kaya dan enak2 ya :)

    ReplyDelete
  10. harganya murah cuman 3000 rbu rupiah:)

    ReplyDelete
  11. berarti ini rasanya gak manis ya mbak? jadi penasaran

    ReplyDelete
  12. belum kesampean ke bustaman mbaa huhuhu...udah sehat mba wati? :*

    ReplyDelete
  13. itu bukanya apem mbak, sama apem sama gak mbak?

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...