September 03, 2019
BY Hidayah Sulistyowati
41 Comments
Malam Penghargaan Publikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan
Assalamualaikum Sahabat. Minggu ketiga bulan Agustus 2019 meninggalkan kesan mendalam bagi saya sebagai blogger. Meraih kemenangan dalam sebuah lomba blog memang tidak sering saya alami. Namun beberapa kali saya pernah mendapatkan kemenangan dalam lomba blog. Selama ini hadiahnya selalu dikirim ke alamat rumah.
Kali ini ada yang beda karena saya beruntung mendapatkan undangan untuk hadir saat penerimaan penghargaan sebagai pemenang lomba blog.
Berawal dari telpon sekitar pukul 10 pagi hari Jumat tanggal 16 Agustus 2019. Suara perempuan yang mengaku dari staf Kemenkes, yaitu Mbak Talitha menanyakan nama lengkap saya. Kemudian dia bertanya apakah saya bersedia hadir ke Kota Jakarta untuk menerima penghargaan?
Antara bingung dan senang, saya langsung jawab iya. Meski sempat ragu, apakah telpon ini benar dari staff Kemenkes, bukan orang iseng atau penipu.
Informasi berikutnya meyakinkan saya kalo telpon itu benar dari staff Kemenkes.
"Mba Wati ikut lomba blog Kemenkes, kan? Yang pasti sih mba udah terpilih sebagai pemenang, hanya urutannya aja nanti diumumkan saat di Jakarta,"
Saya merasa surprised. Kalo iya saya terpilih berangkat ke Jakarta, apakah saya menjadi salah seorang pemenang 1, 2, 3, 4, 5 atau 6? Masih tanda tanya, Sob. Cuma mendengar suara mba Talitha aja saya udah hepi banget. Emak blogger daerah mau ke Jekardah, alhamdulillah.
Masuk di WA Grup Pemenang Lomba Blog Kementerian Kesehatan
Setelah japrian via WA, sehari kemudian saya dimasukkan dalam WAG Pemenang Lomba Blog Kemenkes. Meski bingung juga karena nggak ada satu pun yang saya kenal di grup itu. Saya say hello dong, sambil kenalan.
Mbak Talitha bikin grup ini sebagai langkah koordinasi bagi blogger yang diundang ke Jakarta. Ternyata ada enam blogger yang diundang karena telah menyisihkan sekitar 86 peserta lomba blog Kemenkes dengan tema : Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. Artikel yang saya ikutkan dalam lomba bisa dibaca di bawah ini.
Silahkan baca : Germas Mencegah Penyakit Tidak Menular
Silahkan baca : Germas Mencegah Penyakit Tidak Menular
Pemenang yang diundang ke Jakarta ada 6 blogger dari berbagai daerah. Ada 1 blogger dari Semarang, yaitu saya. Dan 2 blogger dari Jogja yaitu Retno Septyorini dan Bambang purnomo yang ternyata suami dari blogger keren yaitu Jeng Yuni. 1 blogger dari Solo yaitu Didik Jatmiko (Miko), anak mahasiswa asal Banjarnegara. Ada juga blogger dari Lombok yaitu Alfian Lalu yang suka ikut lomba dan pintar bikin desain graphis dan komik. Nah, yang terakhir adalah blogger dari Kota Tangerang, yaitu Mbak Elisa Koraag.
Alhamdulillah ada yang saya kenal dalam grup, yaitu mba Icha atau akrab dipanggil Buncha. Namun begitu ketemu di Jakarta, kami berenam segera akrab dalam percakapan. Terutama blogger daerah karena kami nginap di satu hotel yang sama.
Satu lagi blogger dari Joga adalah perempuan, namanya Retno dan kami pun mulai ngobrol. Saling follow sosmed masing-masing, hahahaa. Trus kepo dong.
Dari WAG itu pula kami berenam pemenang blog baru tahu kalo acara penghargaan adalah tanggal 21 Agustus. Jadi kami semua akan mendapat fasilitas tiket pesawat dan menginap di hotel yang udah disiapkan oleh pihak Kemenkes.
Hari Senin tanggal 19 Agustus, rencana jam dan bandara keberangkatan udah digulirkan di grup. Mbak Talitha menanyakan apakah kami udah cocok dengan jadwal yang dibuat oleh pihak Kemenkes?
Saya sekadar cek jam dan bandara, lupa kalo pengen jalan-jalan dan extend dulu di Jakarta. Jadi saya dapat jam berangkat dari bandara Ahmad Yani pukul 11.35 wib. Sementara pulangnya dari bandara Soekarno Hatta pukul 13.25 wib.
Enggak hanya saya sih, yang lain juga menjawab oke aja dengan jadwal terbang yang diatur panitia. Trus waktu nyampe di hotel baru deh nyesel datang ke Jakarta cuma mager aja di kamar hotel. *hiksss.
Saat itu juga kami mendapat informasi seputar acara Malam Penghargaan Publikasi Berita Kesehatan di Media Massa dan Media Sosial Kementerian Kesehatan.
Info lainnya adalah seputar hotel yang menjadi tempat kami nginap, yaitu di Royal Hotel Kuningan. Kemudian soal dresscode karena barengan dengan suasana Hari Kemerdekaan RI, kami diharapkan menyiapkan baju daerah.
Aslinya sih pengen pakai baju dari daerah Lampung. Tapi repot banget mesti sewa, sementara waktu nya juga udah mepet. Persiapannya barengan dengan saya juga ada keperluan untuk urusan keluarga. Akhirnya saya pakai kebaya panjang warna ungu.
Sementara saya sendirian seperti juga dua teman lainnya, yaitu Alfian dan Miko. Namun saya senang saat bertemu Alfian di gate 5 terminal 3 bandara Soetta. Kami berdua sempat menunggu Miko yang udah naik skytrain. Karena memang rencana awal kami akan menggunakan kereta bandara menuju hotel.
Namun karena peserta yang dari Jogja, pesawatnya delay dan baru terbang pukul 14.00. Kami bertiga memilih berangkat dulu ke hotel. Pilihannya ada pesan Grab karena lebih praktis. Kalo naik kereta bandara, dari Soetta kami nanti akan turun di stasiun Soedirman Baru. Trus ganti naik Grab lagi. Mending langsung aja naik Grab dari bandara.
Alhamdulillah perjalanan lancar dan tidak terjebak macet. Seperti yang dikhawatirkan oleh pihak staff Kemenkes, sebisa mungkin kami harus sampai dihotel sebelum rush hour. Jadi dari bandara kami melihat jarum jam menunjuk angka 15.05. Perjalanan menempuh waktu sekitar sejam deh. Sementara rombongan dari Jogja juga udah dalam perjalanan ke hotel.
Saya berharap pengen rebahan gitu, karena tadi di bandara jalannya lumayan jauh juga. Dari terminal kedatangan gate 22 berjalan menuju gate 5 di terminal 3. Ada rombongan bapak-bapak naik Golf Car, tapi saya gak paham naiknya dari mana. Hahahaa. Nanti untuk artikel berikutnya akan saya tuliskan kalo bisa naik Golf Car ini dan gratis loh.
Begitu menerima kartu kamar masing-masing saya agak terkejut sih. Karena ternyata kami mendapatkan fasilitas satu kamar untuk setiap pemenang. Wah semoga sih aman aja ya tidur sendiri. Karena saya punya pengalaman nggak enak waktu tidur sendiri saat famtrip di satu kabupaten di Jawa Tengah.
Saya mendapatkan kamar di lantai 2, sementara Alfian dan Miko di lantai 11. Mereka kocak banget deh waktu tahu kamar nya ada di lantai 11. Terutama si Alfian, anak Lombok yang selalu melontarkan celetukan lucu.
"Sampai jumpa ya mbak, orang ganteng emang selalu dapat kamar di lantai 11," Begitu salam perpisahan waktu kami mau masuk lift barengan. Gokil banget pokoknya anak ini.
Kamar hotel yang saya dapatkan luasnya sekitar 20 meter lebih, cukup luas buat shalat dan gerakin tubuh setelah lelah di perjalanan. Tempat tidurnya king size single bed. Wah saya bisa bebas menguasai bed nih semalaman sampi pagi.
Saya cuma punya waktu duduk sebentar di kursi sambil selonjoran. Nggak lama sih, cuma lima menit karena ingat belum menyiapkan kebaya dan perlengkapan lain untuk acara malam penghargaan di kantor Kementerian Kesehatan.
Apalagi mba Talitha udah wanti-wanti agar kami sebisa mungkin siap di loby pukul 17.00 wib. Sempat kaget juga karena belum bersihin muka dan badan.
Saya segera mandi setelah naruh pakaian di hanger dalam lemari. Sandal, tas, dan peralatan ngelenong udah siap juga. Tapi sebelumnya saya tulis pesan ke keluarga kalo udah aman di kamar hotel. Udah mau prepare acara malam di kantor Kemenkes.
Aslinya sih pengen pakai baju dari daerah Lampung. Tapi repot banget mesti sewa, sementara waktu nya juga udah mepet. Persiapannya barengan dengan saya juga ada keperluan untuk urusan keluarga. Akhirnya saya pakai kebaya panjang warna ungu.
![]() |
| Baju daerah sesuai asal kota pemenang |
Hari Keberangkatan Tanggal 21 Agustus ke Jakarta
Begitu pesawat mendarat di bandara Soetta, saya hidupkan ponsel. Dan notif di WAG pun bermunculan. Staff Kemenkes, Mbak Talitha yang ngurusi pemenang lomba blog beberapa kali menanyakan posisi kami. Ya gimana juga kami berlima datang dari berbagai daerah. Hanya Retno dan Mas Bambang yang berasal dari satu kota dan satu penerbangan.Sementara saya sendirian seperti juga dua teman lainnya, yaitu Alfian dan Miko. Namun saya senang saat bertemu Alfian di gate 5 terminal 3 bandara Soetta. Kami berdua sempat menunggu Miko yang udah naik skytrain. Karena memang rencana awal kami akan menggunakan kereta bandara menuju hotel.
Namun karena peserta yang dari Jogja, pesawatnya delay dan baru terbang pukul 14.00. Kami bertiga memilih berangkat dulu ke hotel. Pilihannya ada pesan Grab karena lebih praktis. Kalo naik kereta bandara, dari Soetta kami nanti akan turun di stasiun Soedirman Baru. Trus ganti naik Grab lagi. Mending langsung aja naik Grab dari bandara.
Alhamdulillah perjalanan lancar dan tidak terjebak macet. Seperti yang dikhawatirkan oleh pihak staff Kemenkes, sebisa mungkin kami harus sampai dihotel sebelum rush hour. Jadi dari bandara kami melihat jarum jam menunjuk angka 15.05. Perjalanan menempuh waktu sekitar sejam deh. Sementara rombongan dari Jogja juga udah dalam perjalanan ke hotel.
Istirahat dan Persiapan di Kamar 201 Royal Hotel Kuningan
Saya berharap pengen rebahan gitu, karena tadi di bandara jalannya lumayan jauh juga. Dari terminal kedatangan gate 22 berjalan menuju gate 5 di terminal 3. Ada rombongan bapak-bapak naik Golf Car, tapi saya gak paham naiknya dari mana. Hahahaa. Nanti untuk artikel berikutnya akan saya tuliskan kalo bisa naik Golf Car ini dan gratis loh.
Begitu menerima kartu kamar masing-masing saya agak terkejut sih. Karena ternyata kami mendapatkan fasilitas satu kamar untuk setiap pemenang. Wah semoga sih aman aja ya tidur sendiri. Karena saya punya pengalaman nggak enak waktu tidur sendiri saat famtrip di satu kabupaten di Jawa Tengah.
Saya mendapatkan kamar di lantai 2, sementara Alfian dan Miko di lantai 11. Mereka kocak banget deh waktu tahu kamar nya ada di lantai 11. Terutama si Alfian, anak Lombok yang selalu melontarkan celetukan lucu.
"Sampai jumpa ya mbak, orang ganteng emang selalu dapat kamar di lantai 11," Begitu salam perpisahan waktu kami mau masuk lift barengan. Gokil banget pokoknya anak ini.
Kamar hotel yang saya dapatkan luasnya sekitar 20 meter lebih, cukup luas buat shalat dan gerakin tubuh setelah lelah di perjalanan. Tempat tidurnya king size single bed. Wah saya bisa bebas menguasai bed nih semalaman sampi pagi.

Saya cuma punya waktu duduk sebentar di kursi sambil selonjoran. Nggak lama sih, cuma lima menit karena ingat belum menyiapkan kebaya dan perlengkapan lain untuk acara malam penghargaan di kantor Kementerian Kesehatan.
Apalagi mba Talitha udah wanti-wanti agar kami sebisa mungkin siap di loby pukul 17.00 wib. Sempat kaget juga karena belum bersihin muka dan badan.
Saya segera mandi setelah naruh pakaian di hanger dalam lemari. Sandal, tas, dan peralatan ngelenong udah siap juga. Tapi sebelumnya saya tulis pesan ke keluarga kalo udah aman di kamar hotel. Udah mau prepare acara malam di kantor Kemenkes.
Momen Istimewa Menjadi Tamu Kementerian Kesehatan
Akhirnya sesuai kesepakatan antara peserta dan mba Talitha, kami akan siap pukul 18.00. Karena bus yang akan membawa peserta dari hotel akan berangkat pukul 18.10 wib. Saya sih udah siap sebelumnya karena mau shalat maghrib dulu baru nanti turun ke loby.Menurut info dari mba Talitha, malam penghargaan rencananya akan dimulai dengan registrasi pemenang dan tamu undangan, dinner, baru kemudian acara inti.
Lokasi hotel menuju kantor Kementerian Kesehatan cukup dekat, jarak tempuh sekitar 30 menit kayaknya. Begitu tiba di depan gedung, kami diminta registrasi di meja khusus pemenang lomba di sisi kiri. Untuk tamu undangan ada di sebelah kanan. Mungkin maksudnya untuk memudahkan pengelompokan aja.
![]() |
| Dari kiri ke kanan : Retno, Miko, Alfian, dan Bambang |
Nggak pakai antri juga waktu registrasi, karena kami datangnya termasuk telat. Pukul 18.30 baru nyampe gedung. Kemudian setelah registrasi diminta masuk dan langsung makan malam.
Menunya enak semua, tapi sayangnya nggak sempat foto-foto. Keburu lapar karena gak sempat makan siang. Hahahaaa, ketahuan deh ngirit.
Aslinya sih karena takut ketinggalan rombongan waktu di bandara. Trus mikirnya juga udah makan roti waktu di pesawat. Padahal pagi cuma sempat makan pepaya sepotong. Alhamdulillah masih kuat jalan di bandara dari terminal 22 menuju terminal 3.
Kami berempat sempat foto-foto, sayang banget Retno ketinggalan di lantai 1. Jadi fotonya emang jarang bisa komplit berenam, ada aja yang ketinggalan.
Acara malam penghargaan tergolong cepat, dari menyanyikan lagu Indonesia Raya disambung doa. Kemudian beberapa kata sambutan, salah satu di antaranya dari Ibu Niken.
2. Kepatuhan Standar Interaksi Layanan, kategori :
- Tata kelola penyelenggaraan pelayanan publik yang efektif, efisien, dan berkinerja tinggi
- Pelayanan publik inklusif untuk memajukan kesejahteraan masyarakat
- Memajukan transparansi akuntabilitas, dan integritas dalam pelayanan publik
- Kolaborasi dalam kegiatan penyelenggaraan pelayanan publik
3. Publikasi Berita kesehatan di media massa dan media sosial, kategori cetak, radio, dan blog
4. Lomba video pendek cegah PTM dengan GERMAS
5. Lomba Foto Cegah PTM dengan GERMAS
6. Publikasi berita kesehatan di media sosial, kategori Televisi dan serta media sosial VLOG
7. Lomba Pejabat Pengelola Informsi dan Dokumentasi
Saya dapat catatan dari staff Kemenkes, ini juga dari tim juri sih. Jadi tiap tahun Kemenkes mengadakan lomba publikasi kesehatan. Peserta dari semua instansi, perorangan, lembaga, yang peduli sharing informasi kesehatan.
Insyaa Allah tahun depan saya akan ikut lagi, dan semoga beruntung terpilih lagi menjadi pemenang.
Oiya saya urutan pemenang lomba blog dari Pemenang 1, 2, dan 3, serta Harapan 1,2, dan 3 adalah : Retno, Miko, Bambang, Elisa, Alfian, dan Wati. Hihii, saya ringkas nama pemenang.
Menunya enak semua, tapi sayangnya nggak sempat foto-foto. Keburu lapar karena gak sempat makan siang. Hahahaaa, ketahuan deh ngirit.
Aslinya sih karena takut ketinggalan rombongan waktu di bandara. Trus mikirnya juga udah makan roti waktu di pesawat. Padahal pagi cuma sempat makan pepaya sepotong. Alhamdulillah masih kuat jalan di bandara dari terminal 22 menuju terminal 3.
Kami berempat sempat foto-foto, sayang banget Retno ketinggalan di lantai 1. Jadi fotonya emang jarang bisa komplit berenam, ada aja yang ketinggalan.
Acara malam penghargaan tergolong cepat, dari menyanyikan lagu Indonesia Raya disambung doa. Kemudian beberapa kata sambutan, salah satu di antaranya dari Ibu Niken.
Malam itu penghargaan diberikan pada :
1. Lomba Inovasi Pelayanan Publik2. Kepatuhan Standar Interaksi Layanan, kategori :
- Tata kelola penyelenggaraan pelayanan publik yang efektif, efisien, dan berkinerja tinggi
- Pelayanan publik inklusif untuk memajukan kesejahteraan masyarakat
- Memajukan transparansi akuntabilitas, dan integritas dalam pelayanan publik
- Kolaborasi dalam kegiatan penyelenggaraan pelayanan publik
3. Publikasi Berita kesehatan di media massa dan media sosial, kategori cetak, radio, dan blog
4. Lomba video pendek cegah PTM dengan GERMAS
5. Lomba Foto Cegah PTM dengan GERMAS
6. Publikasi berita kesehatan di media sosial, kategori Televisi dan serta media sosial VLOG
7. Lomba Pejabat Pengelola Informsi dan Dokumentasi
Saya dapat catatan dari staff Kemenkes, ini juga dari tim juri sih. Jadi tiap tahun Kemenkes mengadakan lomba publikasi kesehatan. Peserta dari semua instansi, perorangan, lembaga, yang peduli sharing informasi kesehatan.
Tema lomba tiap tahun berbeda. Tahun kemarin temanya stunting. Sementara tahun ini temanya adalah GERMAS. Jadi kemarin setelah pembagian piagam penghargaan, kami dibisiki tips untuk bisa terpilih sebagi pemenang.
![]() |
| Pemenang Lomba Blog GERMAS |
Tips agar bisa memenangkan lomba blog Kemenkes yaitu tulis pengalaman pribadi. Sesuaikan dengan tema, cermat di segi KBBI, penulisan lembaga harus bener, dan blog harus mobile friendly. Kemudian lakukan selalu self edit, baca lagi, dan lagi. Jangan cepat puas dengan apa yang sudah kamu tulis.
Acara nggak hanya pembagian hadiah, tapi juga ada hiburan dari band E'quates. Saya lupa siapa nama MC yang merangkap jadi penyanyinya. Acaranya asik, seru, menyenangkan dan bikin saya serta kelima pemenang lainnya jadi ketagihan.
Oiya saya urutan pemenang lomba blog dari Pemenang 1, 2, dan 3, serta Harapan 1,2, dan 3 adalah : Retno, Miko, Bambang, Elisa, Alfian, dan Wati. Hihii, saya ringkas nama pemenang.
Oh Akhirnya Juara Harapan Tiga?
Ada loh yang nanya gitu via japri. Tapi saya jawab dengan sopan. Bisa aja kan karena temen saya ini menyangka saya bakal jadi pemenang 1, 2 atau tiga. Karena tahun lalu yang diundang hanya ketiga pemenang ini. Lantas nanyain, apakah saya kecewa mendapatkan hasil akhir sebagai pemenang bontot?Enggak sama sekali. Saya udah bahagia banget terpilih sebagai salah seorang pemenang.
Urutan keberapa pun, fasilitas yang kami terima sama. Kecuali pemenang yang tinggal di Jabodetabek memang nggak mendapatkan fasilitas seperti kami yang dari derah.
![]() |
| Oleh-oleh untuk semua pemenang yang hadir di acara Malam Penghargaan |
Semua pemenang urutan berapapun, akan mendapatkan fasilitas sama. Tiket menuju kota Jakarta, kamar menginap di hotel, antar jemput dari hotel ke tempat acara, dan sebaliknya. Bahkan ada uang saku yang lumayan banget bagi saya sebagai blogger daerah.
Menjadi tamu dengan predikat pemenang lomba di acara malam penghargaan Kementerian Kesehatan ini merupakan momen yang istimewa. Pengen tahun depan merasakannya lagi bila ada lomba blog. Karena pengalaman hadir menjadi salah seorang pemenang seperti ini baru saya alami pertama kali. Rasanya jadi nagih, semoga tahun depan bisa ikut lomba blog Kemenkes lagi. Dan beruntung menjadi salah seorang pemenang. Aamiin ya Allah. Kalian harus ikut ya, sampai jumpa tahun depan. Wassalamualaikum.
Dokumentasi :
- Pribadi
- WAG Pemenang Blog Kemenkes








