Oktober 2023 - My Mind - Untaian Kata Untuk Berbagi

Kamis, 26 Oktober 2023

Online Shopping Tips for Women Outfit
Oktober 26, 20230 Comments

In  recent   years,     shopping  for  clothes  has become easier with the choice of online stores from various brands. Online shopping makes it easier for us because it is practical, easy, and saves time.

However, for those with a body size of XL or more, sometimes they are not satisfied with the available choices. There are some sizes that don't match your preferred size , or there may be limited choice of sizes. Or maybe, we are also not sure whether the clothes will fit when we wear them.

Generally, online shop offers all sizes of clothing. Of course, those with plus-sized bodies may not fit all-size clothing. However, even though there are also online stores that provide XXL or big size options, the pattern does not match what is desired.

https://www.shapellx.com/products/built-in-360-gleaming-long-sleeve-mermaid-dress


When shopping for clothes online, it's important to keep a few tips in mind to make the process easier and more successful. For shapewear sale, you can check the following tips.

- how to read clothing chart size correctly

First and foremost, make sure to read the sizing chart carefully and take your measurements accurately to ensure a proper fit. Clothing sizes are usually S, M, L, XL, XXL, and so on, but can be different for each type. The brand standards of the product may not be the same, so pay attention to the detailed product sizes, which are usually included by the seller in the description column.

The brand standards of the products may not be the same, so pay attention to the detailed product sizes, which are usually included by the seller in the description column. Such as dress length, chest circumference, waist circumference, and hip circumference.

Make sure you know your exact body measurements before choosing the clothes you want to buy. If not available, ask the seller in the chat feature column. This is to reduce errors in the size of the clothes you buy. Especially when you want to buy a shapewear dress.

- Read Reviews From The Customers

It's also a good idea to read reviews from other customers to get an idea of the quality and fit of the item. Then don't forget to check the photos from past buyer who had bought the item, you may be able to see the actual scale and form of the item you'll buy.

https://www.shapellx.com/products/cozy-ribbed-shoulder-cut-out-shaping-dress


- Pay Attention to The Material and Care Instructions

Additionally, pay attention to the material and care instructions to avoid any unpleasant surprises after washing or wearing the clothing. Lastly, don't be afraid to reach out to the customer service team for help or clarification on any questions you may have.

- Where is the recommended shopping store?

Explore Shapellx's online Black Friday deals starting this November. Black Friday is the day following the American holiday of Thanksgiving, which falls on the fourth Thursday of November. It is a day when many stores offer highly promoted sales and open early. Since at least 2005, Black Friday has consistently been the busiest shopping day of the year in the United States.

Black Friday is on Friday, November 24, 2023, this year, with Cyber Monday following on Monday, December 1. You can get reliable shapewear black Friday deals.

So, let's go shopping and choose your dream dress!
Reading Time:

Rabu, 25 Oktober 2023

Ijinkan Saya Terus Menulis, Harapan di Hari Blogger Nasional
Oktober 25, 2023 6 Comments
Assalamualaikum Sahabat. Hari Blogger Nasional tanggal 27 Oktober 2023 tinggal menghitung hari. Sebagai blogger yang hingga hari ini masih aktif menulis, saya memiliki harapan yang sudah selayaknya dibagikan di blog ini. 

Hari Blogger Nasional


Mau tahu apa aja harapan saya, sekaligus juga untuk komunitas blogger pertama yang saya ikuti? Simak ya di artikel ini.

Nggak terasa ini adalah tahun ke-11 saya memiliki blog ini. Namun baru tahun 2015 blog ini menjadi dotcom a.k.a Top Level Domain. Nah TLD adalah alamat situs yang memiliki domain sendiri atau tidak numpang di blogspot. Itu lah sebabnya ada akhiran sebuah link, misal .co.id, .com, .org, .edu, dan lainnya.

Agar memiliki link dengan akhiran seperti di atas atau misalnya blog ini www.hidayah-art.com, saya harus bayar sewa domain pada perusahaan hosting. Untuk biaya sewa banyak macamnya, tergantung dengan patokan harga masing-masing perusahaan tersebut.   

Wah kok bayar? Ya iya lah kalo ingin blog kita terlihat bagus saat dilihat di penelusuran Google, tentu harus bayar sewa domain. Beda kan kalo blog gratisan, nama belakangnya bakal seperti ini : www.hidayah-art.blogspot. Wahhh gak asik banget. 

Eh tapi kalo kalian udah bayar sewa domain, pasti akan terpicu keinginan posting artikel setiap hari. Saya dulu menjadi rajin karena suka banget tampilan link setiap membagikan nya ke media sosial. Hahahaha, mengapa saya dulu norak banget sih. 

Sampai sekarang pun saya akan merasa hepi setiap kali menekan fitur publikasi di dashboard blog saya. Ada perasaan bangga bisa update artikel terbaru di blog.

- Saya Adalah Blogger, Karena itu Saya Menulis

Banyak yang nulis status, mengaku blogger tapi jarang nulis atau bahkan lama nggak update blog? 

Bangga ikut acara 
Virtual Intimate 10 Tahun 
Komunitas Emak Blogger


Saya nggak akan menyindir seperti itu yagesyaa. Setiap orang punya pilihan atau kondisi yang saya tidak ketahui mengapa tidak aktif menulis di blognya? Sebagai manusia yang belajar untuk bersikap baik pada sesama, saya percaya mereka punya alasan masing-masing. Jangan pernah menilai orang dari kacamata kita. Dan, siapa kita hingga punya hak untuk menilai kegiatan orang lain, terlebih itu teman sendiri?

Kalo saya tetap ingin menulis aktif di blog ini karena juga punya alasan sendiri. Selain ingin blog ini selalu update setiap bulannya, bisa curhat bebas tapi terbatas demi kesehatan mental tetap terjaga, hingga dapatin cuan, hahahaa. Wajar namanya manusia juga butuh duit untuk jajan gituu.


Menulis rutin di blog ini bikin saya bahagia. Apalagi kalo tulisan saya dibaca dan memberikan tanggapan di kolom komentar atau melalui email. Duhh makin bahagia deh jadinya.

Apakah menjadi blogger tidak ingin mendapatkan cuan? Hohooo, mengingat awal jadi blogger dulu tak pernah terbersit bakal dapat cuan. Saya hanya tahu kalo pengen nulis dan dapat duit ya mesti kirim ke media cetak. Namun ternyata setelah terjun menjadi blogger selama 2 tahun, saya kaget saat ditawari job nulis meski saat itu masih blogspot. 

Jadi ketika akhirnya tahun 2015 saya mengalihkan blogspot menjadi dotcom, itu karena rayuan teman agar makin banyak brand ngajak kerjasama. Daann bener dong, auto tawaran kerjasama berdatangan. 

Lantas apakah brand yang ngajakin kerjasama tidak melihat Domain Authority, spam score, dan broken link? Jaman dulu saya malah nggak perhatian dengan itu semua. Dalam benak saya, pokoknya nulis tiap hari agar pembaca senang dengan blog ini karena rutin posting artikel. Kalo udah rutin nulis, semua angka DA, PA, dan Domain Rating, akan otomatis meningkat. Kalo spam score ya bagusnya 0-5. Jangan lebih dari angka 5, agar dinyatakan blog yang sehat.

Tapiii, kembali lagi ya, alangkah lebih baik agar menulis konten yang baik. Nggak usah mikirin bakal dapat duit. Kalo belum rajin update blog, jangan membayangkan dapat job kerjasama dari brand yagesyaa. 

Percaya lah kalo kalian rajin menekuni blog dengan update artikel yang konsisten, blog akan tumbuh dengan baik. Tahu kan dengan ungkapan 'hasil nggak akan mengkhianati usaha yang sudah dilakukan'. Tapi jangan pernah memiliki ekspektasi yang terlalu tinggi pada blog. 

Namanya juga usaha, tentu semua bergantung pada keputusan Sang Pencipta. Banyak baca, banyakin nulis, bagikan di media sosial kamu, banyak doa, insyaAllah akan memetik hasil terindah. Saya melakukan semua itu tanpa pengen dapet duit banyak, pengennya bisa update aja udah hepi. Alhamdulillah ketika dapat duit dari job, disyukuri dan jangan lupa sedekah. 

Jadi itu lah harapan saya untuk Hari Blogger Nasional, saya ingin terus menulis. Doakan ya agar saya diberikan kesehatan dan ide-ide menarik, sehingga blog ini rajin update setiap bulan.

- Tetap Menjadi Member Komunitas Blogger

Sebagai manusia yang senang bersosialisasi, saya pun senang menjadi bagian dari komunitas blogger. Senangnya adalah karena saya dengan kepribadian ambivert, merasa nyaman menjadi member komunitas blogger. 

Gabung dalam komunitas blogger itu nggak harus sering kumpul atau kopdar. Ngobrol di WAG aja udah hepi. Yang asik tuh ada log WAG yang bisa ngobrolin apa aja yang penting tetap menjaga etika. Dari nanya beli laptop, pilihan tempat wisata, sampai nyari hal remeh temeh yang nggak usah saya sebutkan di sini. Karena itu rahasia obrolan di WAG yaa. 

Alhamdulillah saya adalah member di beberapa komunitas blogger. Dan salah satunya adalah Komunitas Emak Blogger, sejak 14 Oktober 2012 saya menjadi member. Masya Allah udah nyaris seumuran dengan usia komunitas yang berdiri sejak 5 Oktober 2012. 

Arisan Ilmu di Semarang


Gabung dalam Komunitas Emak Blogger itu banyak senengnya. Saya udah beberapa tuliskan di blog ini usai ngikutin event bareng KEB. Oia kemarin baru aja saya tulis, baca di sini yuk :


Dalam artikel ini saya ingin mengucapkan terimakasih pada admin KEB yang ngadain Challenge 1 Hari 1 Post tema Ngeblog Asyik Bareng KEB dari tanggal 19 - 25 Oktober 2023. Seru banget challenge dalam rangka menyambut Hari Blogger Nasional ini. Dan saya senang bisa ikut meramaikan challenge ini juga agar blog ini update setiap hari selama 7 hari. Alhamdulillah dengan update artikel ini, tanda challenge berakhir. Tapi nulis di blog ini belum akan berakhir.

Harapan saya untuk Komunitas Emak Blogger, semoga makin berkembang dan bertambah banyak member-nya. Semoga menjadi komunitas yang solid meski kepengurusan silih berganti, tetap menjadi naungan bagi kami. Semoga sukses bagi seluruh pengurus, Mak founder, Makpuh, dan member KEB. Love all sekebon Maks ❤️  minjem kalimat entah milik siapa.

Oia saya berharap sering ngadain challenge seperti ini ya Mak. Semoga saya bisa ikut meramaikan. Wassalamu'alaikum. 




#YukNgeblogLagi
#NgeblogAsyikBarengKEB
Reading Time:

Selasa, 24 Oktober 2023

Memaafkan, Tapi Ada Syaratnya
Oktober 24, 20230 Comments
Assalamualaikum. Pernah nggak kamu ada di posisi kecewa, tersakiti, menjadi korban sebuah kondisi yang tidak seharusnya terjadi, namun ada pihak yang dengan mudahnya meminta maaf? Kata orang memaafkan itu mudah. Tapi saat kamu dalam kondisi seperti yang saya sebutkan di atas, bisa kah kamu mudah memaafkan dan melupakannya?



Kenangan Lama Yang Kembali Muncul

Kembali peristiwa yang sempat melukai hati ini muncul dalam  ingatan saat menulis ini. Saat saya masih menjadi karyawan dan harus melakukan pekerjaan sesuai job deskripsi. Namun kali ini feed back yang saya terima di luar biasanya. Fitnahan, wajah marah, teror, yang saya alami.

Apakah saya shock? Tentu saja. Saya udah bekerja selama kurang lebih 20 tahun saat peristiwa itu terjadi. Saya adalah chief account yang tugasnya membantu auditor dari pihak ketiga saat ada audit rutin. Tugas saya menyiapkan semua materi laporan keuangan dari bukti transaksi penjualan, pembelian, stok barang, piutan dan utang, dan lainnya Termasuk arus uang kas.

Intinya saya ringkas aja ya teman-teman, sebagai perusahaan induk yang memiliki anak cabang di dua daerah yang terletak di luar kota, saya lah yang bertanggung jawab menyimpan semua data utama plus pendukung. Dari data yang dikumpulkan ini udah dilakukan audit secara lengkap dan hasilnya ditemukan adanya sejumlah dana yang tidak jelas kemana hilangnya.

Sebagai pemegang keuangan perusahaan, hanya membaca laporan saja saya tahu nominal yang hilang itu digunakan oleh kepala cabang. Karena yang bersangkutan yang bertanggung jawab menerima dan mengeluarkan uang untuk kebutuhan anak cabang perusahaan di kota X. 

Namun bukannya meminta maaf pada bos kami, si pak Z ini malah ngomporin staf penjualan kantor pusat tempat saya bertugas dengan bermacam omongan nggak jelas. Ya saya katakan nggak jelas karena memang tidak berdasar bukti. 

Loh kok saya bisa tahu omongan tersebut?
Ya tentu saja saya tahu karena ada teman yang menyampaikannya pada saya. 

Nggak berhenti di sini, setiap pagi saat saya memasuki tempat kerja, wajah melengos yang akan menyambut kehadiran saya. Awalnya saya nggak paham mengapa bagian penjualan menampakkan wajah nggak enak? Oh saya langsung introspeksi, siapa tahu kan ya saya ngomong salah satu hari sebelumnya.

Namun ketika setiap hari wajah masam yang saya terima, kesadaran menampar saya. Ada juga informasi dari teman yang kantornya berdekatan dengan bagian penjualan. Klop deh saya pun tahu mengapa saya mendapat hadiah muka masam setiap hari.

Saya bukan lah orang yang takut dengan wajah masam atau ketidaksukaan dari seorang teman atau orang yang berhubungan kerja di kantor. Saya orang yang tidak pernah takut dengan ancaman kalo saya merasa benar. Jadi ya akhirnya saya diamkan sambil menanti keputusan pimpinan perusahaan.

Namun namanya juga saya manusia, tempatnya kekurangan berkumpul. Saya bukan nabi yang mudah memaafkan, apalagi saya tidak salah apapun. Yangg saya lakukan hingga mendapat fitnahan dan muka masam setiap hari gara-gara hasil audit yang saya laporkan ke pimpinan. 

Oiya saya juga mendapat fitnahan, katanya saya memakai uang perusahaan. Saya awalnya hanya tertawa mendengar info ini. Dari mana saya bisa menggunakan uang perusahaan, semua pengeluaran selalu harus mendapat persetujuan dari pimpinan dan diaudit oleh pihak ketiga.

Wah waahh, nampaknya ada yang memutarbalikkan fakta!

"Mbak Wati cerita dong ke bagian penjualan dan orang di bawah kalo yang ketahuan mencuri itu kepala cabang X,"

"Halah buat apa? Laporan audit ya diserahkan ke pimpinan, itu rahasia,"

Jawaban tegas saya ini tentu memang tidak memihak saya. Tapi saya memang nggak boleh membagikan hasil audit ke pihak yang tidak berwenang. Buat apa menjelekkan orang yang udah ketahuan salah, canda saya kala itu.

Yang salah adalah pimpinan kurang cepat merespon laporan saya dan tim auditor. Sehingga hampir dua bulan saya mendapat perlakukan tidak menyenangkan ini. 

Akhirnya saya maju ke pimpinan dan memberi ultimatum agar segera menyelesaikan masalah yang muncul dari hasil audit. Karena saya justru yang mendapat efek nggak enak. Saya sendiri nggak terganggu banget banget karena saya tidak mau memedulikan orang yang salah gara-gara mendapat info nggak jelas. Bukan saya yang mencuri kok malah saya yang kena fitnahan keji?!

Pimpinan pun mulai bersikap tegas. Namun pelaku yang mencuri ini memang pintar ngeles, saya aja gemes. Tapi bukti yang ada tak terbantahkan dan memang harus dipertanggungjawabkan. Akhirnya keputusan sudah ditetapkan, pelaku harus mengganti nominal yang diambil bila tidak ingin dilaporkan ke pihak berwajib.

Sementara bagian penjualan yang setiap pagi menyambut saya dengan wajah masam, tak pernah sedikit pun ucapan meminta maaf. 

Saya hanya tertawa menjumpai kondisi ini. Sejak awal saya mendapat perlakuan tidak adil, sudah saya maafkan semua orang yang melakukannya. Pelaku sebenarnya hanya satu orang, yang lainnya tergerak karena mendapat informasi yang salah. Ketika udah ketahuan kebenarannya, si pelaku udah meminta maaf. Namun yang paling jutek menghadapi saya tetap aja bungkam. 

Kalo teman seruangan saya bilang, dia malu karena salah. Tapi dia juga keras kepala karena tidak mau mengakui kesalahannya dan meminta maaf.



"Biar aja, yang penting aku udah memaafkannya," ucapku santai.

Kalo Ada Luka, Tidak Mungkin Bisa Sembuh Tanpa Bekas

Ya saya memang udah memaafkannya melalui tindakan sehari-hari. Saat dia butuh bantuan, saya akan ringan hati membantunya untuk urusan pekerjaan. Tanpa diminta karena saya adalah chief account yang nggak mau urusan kerja terhambat hanya gara-gara masalah salah paham yang nggak ada hubungannya dengan kerjaan kami berdua.

Ada seorang teman yang juga sesama chief account di perusahaan kami cuma beda lini produk, mengucapkan satu ide yang saya setujui.

Ceritanya teman (sebut saja Mei) di penjualan ini akan melahirkan. Saya dan teman sesama chief account ini mengajak untuk memberikan sumbangan dengan nominal lebih banyak dibanding yang lain. Di tempat kami kerja, urusan nominal sumbangan biasanya transparan. Kami akan menyebutkan sejumlah uang yang akan menjadi nilai sumbangan. Semua akan menyumbang dengan nominal sama, kecuali yang sedang tidak memiliki uang, boleh deh dikurangi.

Eh bener loh, waktu si Mei ini kembali masuk setelah cuti melahirkan, sekapnya berubah banget. Udah ramah, banyak tawa, dan menyapa saya dengan renyah kayak keripik kacang. Hahaha.

Teman sesama chief account bilang sebelumnya,"Orang seperti itu kalah dengan nilai uang yang kita berikan untuk sumbangan. Kita lihat aja nanti gimana setelah dia masuk kerja,"

Ohhh sungguh saya tidak menyangka sebegitu kecilnya nilai si Mei ini di mata saya dan teman saya. 

Dia tidak tahu bahwa ada luka yang akan selalu membekas di lubuk hati saya, karena selama kurang lebih dua bulanan itu jutek perlakuannya pada saya. Gampang marah, uring-uringan, yang berimbas ke semua orang di lingkungan kerja. Memang orangnya temperamental banget dan kami temannya malas mengingatkan saat kondisinya seperti itu.

Sejak peristiwa yang menyakiti hati saya, ada rasa enggak berakrab ria dengannya. Mungkin itu sikap defensif yang saya pasang agar tidak lagi terlukai. Oh iya saya pernah menuliskannya agar kesehatan mental saya terjaga.


Urusan memaafkan memang sudah saya lakukan meski tanpa diminta. Namun ada syaratnya, saya malas bergaul lebih dekat seperti sebelumnya. Ini juga menyangkut kesehatan mental saya agar tetap terjaga. Demikian cerita saya ketika ada teman yang melukai tanpa meminta maaf. Saya maafkan, tapi... Wassalamualaikum.




#YukNgeblogLagi
#NgeblogAsyikBarengKEB
Reading Time:

Senin, 23 Oktober 2023

Saya Menulis Untuk Menjaga Kesehatan Mental
Oktober 23, 2023 7 Comments
Assalamualaikum Sahabat. Hingga usia yang ke-55 bulan Juli kemarin, saya sangat bersyukur diberikan kesehatan. Nggak hanya sehat fisik, tapi juga sehat mental. Eh dari mana tahu kalo kesehatan mental saya baik baik aja? Kalo fisik sehat terlihat dari cek fisiknya di klinik kesehatan. Nah kalo mental, dari mana bisa tahu?



Kena mental loe!

Kata-kata yang akhir-akhir ini sering terdengar pada anak remaja zaman sekarang, untuk membully maupun melemahkan lawan bicara. Namun hal ini sepertinya sudah menjadi trend di kalangan remaja sekarang. Menurut saya kebiasaan yang nggak asik seperti ini jangan dijadikan trend.

Banyak kejadian sekarang, anak remaja membully teman sekelasnya. Si anak yang dibully kena mental. Bahkan ada yang sampai bunuh diri seperti yang diberitakan di portal berita. Sedih banget gak sih saat membaca berita seperti ini?!

Kesehatan Mental Penting Menjadi Modal Menghadapi Ujian Kehidupan

Sejak pandemi kondisi kesehatan mental lebih jadi perhatian banyak kalangan. Peristiwa merebaknya virus yang merenggut nyawa orang terdekat, dari keluarga, tetangga, atau sahabat, telah mengikis hati banyak orang. 

Saya dan suami
partner sehati sejiwa ❤️

Saya masih ingat saat pandemi bulan Juni 2021, setiap mendengar petugas masjid lewat pengeras suara mengabarkan berita selalu bikin jantung berdegup kencang. Siapa yang meninggal, apakah saya kenal, anak siapa, orang tua siapa? Begitu yang selalu terjadi dan itu tiap hari.  Bahkan sehari bisa terdengar pengumuman dukacita sampai 2 kali.


Mendengar kabar duka setiap hari karena virus yang baru dikenal bisa membuat mental lemah. Karena tidak semua orang memiliki kesehatan mental yang baik, dan efeknya mengakibatkan fisik ikutan drop. Dari perbincangan saat pandemi, banyak orang yang sebelumnya sehat akhirnya kondisi kesehatannya menurun karena mentalnya tidak siap menghadapi kondisi saat itu. Di sini lah pentingnya kita memiliki kesehatan mental.

Kesehatan mental sendiri merupakan keadaan sejahtera mental yang memungkinkan seseorang mengatasi tekanan hidup, menyadari kemampuannya, belajar dengan baik dan bekerja dengan baik, serta berkontribusi pada komunitas atau lingkungan tempat dirinya tinggal.


Kesehatan mental itu merupakan hak asasi manusia yang paling mendasar seperti juga kebutuhan pangan dan sandang. Kesehatan mental itu merupakan bagian daraai kesehatan dan kesejahteraan setiap individu dan kolektif setiap orang untuk mengambil keputusan, membangun hubungan, dan menjadi bagian dari dunia tempat dia tinggal. Ini penting karena berhubungan dengan pengembangan pribadi, komunitas, dan sosial ekonomi.


Kesehatan mental seseorang itu dipengaruhi oleh peristiwa dalam kehidupan yang meninggalkan dampak yang besar pada kepribadian dan perilakunya. Peristiwa-peristiwa tersebut dapat berupa kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan anak, atau stres berat jangka panjang karena alasan tertentu.


Seorang pakar psikiatri bahkan memberikan himbauan agar mulai peduli dengan orang yang tinggal dekat dengan kita. Bisa orang dalam keluarga, tetangga sekitar, maupun kerabat yang tergabung dalam satu kelompok. Info dari beliau ini kadang tidak mampu kita lakukan karena kesibukan, terbatasnya waktu, maupun sifat mengasingkan diri seseorang yang tidak kita sadari.


Namun beliau juga memberikan beberapa ciri khas seseorang yang mulai terganggu kesehatan mentalnya. Ada orang yang menarik diri dari pergaulan dan lingkungan sosial. Perubahan suasana hati seperti mood yang gampang berubah secara mendadak, kadang marah, kadang baik sendiri. Atau bisa juga orang yang terlihat lelah dan nampak kurang semangat, adanya gangguan tidur, dan kekhawatiran yang berlebihan.

Perempuan Butuh Bicara Lebih Banyak Dari Pria

Adakah yang tahu bahwa perempuan itu butuh mengucapkan 20 ribu kata setiap harinya? Banyak yang menuduh perempuan itu cerewet. Bisa jadi malah cap buruk disematkan pada mereka yang bawel dan nggak mau diam sebentar.

Perlu diketahui perempuan identik dengan banyak ngomong karena memiliki protein berbicara yang lebih di dalam otaknya.FOXP2 adalah nama protein yang ada dalam otak kita. Sebuah penelitian yang dilakukan University of Maryland School of Medicine menemukan bahwa perempuan memiliki FOXP2 lebih banyak dibanding pria.

Wanita identik dengan cerewet dan bawel. Hal ini juga disebabkan tebalnya corpus collosum, yang membuat wanita memiliki komunikasi sebanyak 20.000 kata per hari. Wajar saja jika wanita lebih cerewet ketimbang laki-laki. Bagaimana dengan wanita pendiam? Ia memiliki 16.000 kata per hari, meski tidak dalam bentuk ucapan, melainkan tercurah lewat pikiran, perilaku, termasuk lewat tulisan.

Kalo saya melihat beberapa perempuan di lingkungan saya, ada yang super cerewet, cerewet, namun ada pula yang pendiam. Biasanya mereka yang pendiam karena kebiasaan di rumah, merasa menjadi orang yang diam akan lebih baik karena itu tandanya mengalah. Bayangkan aja dua perempuan memiliki tingkat kebawelan sama dan berdebat. Orang yang ada di sekelilingnya pasti akan merasa terganggu karena keberisikan keduanya.

Sementara ada tetangga yang pendiam karena memang dia tidak suka banyak ngomong. Suaranya lembut hingga orang yang mendengar mesti mendekat. Namun setiap orang yang kenal akan merasa tenang.

Sayangnya ada beberapa perempuan yang pendiam ini karena tidak berani bersuara. Dia merasa perkataanya akan menjadi bumerang. Biasanya karena kondisinya lemah dan ada di bawah ancaman atau tekanan dari lawan bicaranya. 

Ini lah yang akan menyebabkan kesehatan mentalnya terganggu bila terjadi dalam jangka waktu lama. Dia tak memiliki keberanian mengutarakan isi hatinya bahkan ketakutannya akan sesuatu. Dia merasa sendiri, tidak ada orang yang peduli padanya. Karena sebenarnya juga disebabkan kesalahan pada dirinya yang menarik diri dari pergaulan di lingkungannya, tempat dia bisa mendapatkan perhatian.

Ada banyak kisah sedih seorang istri dan ibu yang melakukan tindakan menyakiti dirinya dan bahkan anaknya karena ingin menghilang dari dunia. Dia lupa bahwa tugasnya sebagai ibu adalah menjadi pelindung bagi anak-anaknya. Namun tekanan mental yang terus diterimanya tak mampu dihadapinya.

Menulis Untuk Menjaga Kesehatan Mental



Saya udah menyukai kegiatan menulis sejak usia sekolah menengah. Bahkan saya beberapa kali merasakan manisnya honor tulisan yang dimuat di media cetak saat menjadi pelajar SMA. Dan itu masih berlanjut saat mahasiswa. Ada tiga tulisan saya yang dimuat di Majalah MODE. Ada kah yang ingat majalah ini? Bisa jadi kalian sepantaran dengan saya, hahahaa.

Selain keuntungan mendapatkan honor dari menulis, mengetahui kabar tulisan kita dimuat di media itu bikin hati bahagia. Ada perasaan haru, nggak percaya, namun juga bangga dengan pencapaian tersebut.

Dan begitu ada karya tulisan saya yang dimuat di media, mampu membangkitkan rasa percaya diri. Saya merasa memiliki kemampuan  yang tidak dimiliki oleh semua remaja kala itu.

Makin bertambahnya usia, saat kompetisi penulisan makin ketat, saya mulai melirik blog. Media yang bisa kita buat sendiri, dari penulisan artikel, editing, hingga penayangannya, terserah kita sebagai pemilik blog.

Di sini saya nggak akan menuliskan manfaat menulis (dengan media blog) dari segi penghasilan. Justru saya ingin menuliskan bahagianya bisa menulis suka-suka saya, meski tetap berusaha bisa menjadi manfaat bagi pembaca blog ini. Hal yang paling membahagiakan bila ada orang yang menanggapi dengan baik, bisa di kolom komentar maupun via email.

Saya bahagia bisa menuliskan isi hati dan pikiran meski tetap dalam koridor aman untuk diri sendiri dan keluarga. Menulis kegiatan kita saat bersama teman, keluarga, atau kerabat, membantu mengurangi stres.

Bahkan menurut penelitian, menulis bisa memperbaiki fungsi kognitif yang ada kaitannya dengan penuaan. Menulis itu mampu meningkatkan kemampuan memori dan memperbaiki konsentrasi.

Seorang ahli berpendapat menulis dapat membantu mengatasi trauma. Seperti pandemi yang telah mengganggu kesehatan mental banyak orang, karena semua kalangan bisa mengalami penularan virus yang tak kasat mata. Saya menuliskan kegalauan hati dengan lebih banyak menulis meski ada yang tidak saya tayangkan.

Menurut saya menulis ternyata telah memberikan banyak manfaat positif bagi diri saya dalam menjaga kesehatan mental. Sehingga saat pandemi saya merasa kuat meski gelombang kesedihan menerpa hati setiap hari. Bisa jadi kekuatan mental saya terasah sejak remaja karena kebiasaan menulis yang saya lakukan. 

Saya juga bukan orang yang gampang baperan. Dan ini merupakan didikan ayah saya yang diteruskan oleh suami. Alhamdulillah saya dikelilingi oleh orang-orang baik sepanjang perjalanan hidup ini. Terima kasih udah membaca blog saya dan menjadi bagian yang mendukung kesehatan mental saya tetap kuat. Wassalamualaikum.





Sumber materi :
- Desiminasi Info Kesehatan Dinkes Kota Semarang
- https://nationalgeographic.grid.id/read/13299276/alasan-wanita-lebih-banyak-bicara-dibanding-pria

#YukNgeblogLagi
#NgeblogAsyikBarengKEB
Reading Time:

Minggu, 22 Oktober 2023

Orang-Orang Kesayangan Ini lah Support System Saya menjadi Blogger
Oktober 22, 2023 8 Comments
Assalamualaikum Sahabat. Kalo ditanya siapa support system saya selama menjadi blogger, banyak banget. Tapi tentu saja keluarga terdekat lah yang selalu ada untuk saya saat ingin melakukan blogging. Mulai dari nge-draft dan menayangkannya di blog ini hingga ikutan blog walking. Ya blog walking itu juga butuh support system agar lancar dan tidak pernah kena hukuman gara-gara terlambat, hahahaa.

Masya Allah ya perjuangan seorang blogger tuh emang segitunya. Dan tentunya juga ada waktu khusus saat riset untuk materi menulis. Karena blogger tidak hanya mencari sumber materi dengan riset di website atau buku. Namun sesekali juga dapat undangan dari brand untuk memperkenalkan produk ataupun program pada masyarakat secara luas.

Ini lah cerita saya tentang orang-orang yang sangat mencintai saya dan memberikan support selama saya ngeblog :


Ijin Pasangan itu Wajib

Sebagai istri tentunya saya akan selalu meminta ijin pada suami ketika ada ajakan untuk hadir dalam satu event blogger. Meski lokasi event dekat rumah atau sampai di Kuala Lumpur, saya pasti ijin suami. Alhamdulillah suami nggak pernah melarang saya gabung dalam event apapun bahkan kadang beliau nganterin pula. Sebaik itu lah dukungan suami untuk saya selama menjadi blogger.

“Aku anterin aja, dari pada naik motor sendiri,”

“Lah pulangnya piye?”

“Aku jemput pasti, mosok aku biarkan istriku pulang sendirian.”

Aihhh so sweet ga sih, hihihiii.

Ketika saya dapat undangan dari Kementrian Kesehatan karena terpilih sebagai finalis lomba publikasi kesehatan media blog tahun 2019, suami membagikan kabar itu di WAG keluarganya.


“Aku ditinggal Wati ke Jakarta, dia sendirian berangkat naik pesawat,” dengan pasang emoticon nangis, hahahaa.

Adik-adik dan kakaknya komentar dengan pasang emot ngakak puas. Suami memang orang yang kocak abis di keluarga bahkan circle pergaulan semua temannya. 

“Ya udah masuk kopernya mba Wati aja, Mas,” usul salah seorang adiknya.

“Gak iso, kegendutan,”

Ngakak lah kami semua yang ada di grup termasuk saya. 

Kejadian yang sama beberapa bulan kemudian saat saya meminta ijin suami untuk liputan ke Malaysia. Dia membagikannya di WAG keluarga. Heboh deh keluarganya, mengolok-olok si kakak.

“Rasain kali ini mba Wati ninggalin mas Ar lebih jauh,”

“Beli makanan sendiri, jangan lupa anak-anak juga,”

“Jangan makan mi instan selama mba Wati pergi loh, mas,”

Demikian candaan adik-adiknya, sesekali ditimpali emot ngakak oleh kakaknya juga. 

Perjalanan liputan ke Malaysia saat itu selama 4 hari 3 malam dan saya mendapat jatah di Kota Kuala Lumpur. Rombongan media dan blogger lainnya ada di Johor dan Melaka.

Saya excited bisa mendapatkan kesempatan gabung dalam liputan ini. Kebetulan dari Semarang saya mewakili blogger bersama satu orang dari salah satu media. Kami berdua berangkatnya bareng karena tiket udah disiapkan oleh agency dari Jakarta. Jadi kami bertemu dengan rekan media dan blogger lainnya di bandara KLIA.

Tentu saja saya nggak hanya ninggalin begitu saja urusan rumah tangga, terutama makanan untuk keluarga. Saya udah siapkan makanan untuk tiga hari yang disimpan di frozen. Nanti suami atau anak-anak bisa memanaskannya di atas kompor. Alhamdulillah anak-anak udah besar saat saya terjun menjadi blogger, jadi nggak pernah ada masalah soal makanan ini. 

Nggak hanya dalam bentuk dukungan ijin gabung event blogger. Suami pun selalu antusias bercerita kalo ada kenalan yang lama tak bertemu dengan kami, bertanya apa pekerjaan saya. Karena kenalan ini tahu saya selalu di rumah atau sesekali ngikut suami saat kerja keluar kota. 

Dan suami pun menjawab dengan kalimat panjang, bercerita kalo saya itu blogger. Saya pernah diundang oleh berbagai brand, nginap di hotel gratis, hahahaa. Padahal ya nggak gratis ya karena ditukar dengan tulisan review. Atau dengan bangganya suami cerita saya bisa memberangkatkan adik saya umroh dari lomba posting cerita inspirasi di Instagram. Masya Allah, saya jadi terharu tiap dengar suami membanggakan istrinya ini.

Dukungan Anak-Anak Yang Luar Biasa

saya dan dua anak bujang

Ketika awal ingin memiliki blog, saya beneran buta sama sekali dengan istilah ini. Saya memang belajar dengan membaca artikel di blog (tahun 2011), namun saya tetap aja nggak paham gimana cara bikinnya. 

Anak saya yang sulung bahu membahu dengan adiknya membuatkan saya blog pertama kali yang sekarang malah udah nggak ada. Karena waktu itu saya nggak paham cara mengembangkan blog tersebut. Hahahaa, se-gaptek itulah saya dulu.

Kemudian saya pun mulai belajar serius dan bikin blog baru lagi tahun 2012.  Saat itu gantian si bungsu (usianya waktu itu 12 tahun) yang membuatkannya. Cara dia ngajari udah kayak guru, berdiri di samping saya yang sedang belajar operasional blog. 

Kalo sekadar nulis aja sih nggak masalah ya. Namun isi blog itu kan macam-macam, dari tata letak, setting, template, dan lainnya yang sungguh bikin otak saya panas. 

Peran si bungsu ini lah yang hanya sekali ngajari dan hanya berdiri ketika saya nanya-nanya lagi karena lupa yang diajarkannya, ampun deh mamak satu ini. Maklum lah saya terjun ngeblog udah di usia cantik yaitu 44 tahun. 

Namun semangat saya yang didukung suami dan anak-anak, bikin ngeblog akhirnya menjadi kegiatan yang menyenangkan. 

Dukungan anak-anak tidak sebatas saat awal ngeblog. Selama dalam perjalanan ngeblog, ketika saya butuh dukungan foto produk pun sesekali mereka membantu. Seperti saat butuh orang kedua untuk nampang di foto dengan produk dari brand, saya ajak si sulung. Yang motret kami adalah si bungsu. Masya Allah ya dukungan keduanya pada mamaknya yang dulu gaptek, nggak pernah luntur.



Dukungan Keluarga Besar Saya dan Suami

Saya bersyukur saat menjadi blogger udah tinggal dekat dengan rumah orang tua saya. Jadi ketika saya harus ikut event yang mengharuskan pergi keluar kota selama dua hari atau lebih, ada ibu dan bapak saya nemenin anak-anak. Ya saya tahu anak-anak sudah usia belasan tahun saat itu, tapi tetep aja butuh perhatian sepulang sekolah.


Ibu dan bapak th 2014
di masjid Agung Demak

Bapak saya (sekarang udah almarhum) saat itu bangga banget dengan profesi saya menjadi blogger. Beliau bisa bercerita panjang lebar tentang kegiatan saya yang menurutnya udah kayak wartawan. Masya Allah ya, dukungan orang tua pada anak itu nggak terhenti meski usia saya udah setua itu.

Ibu mertua dan keluarga suami juga memiliki dukungan yang luar biasa dengan kegiatan saya. Terutama saat kami wisata dan kulineran di satu daerah, mereka terutama ibu akan menyuruh saya motret makanannya.

“Nduk, wes difoto opo durung?” 

Terjemahaannya : Nak, udah difoto atau belum?

Ibu mertua ngedukung saya jadi blogger

Masya Allah ya sampai segitunya Ibu mertua saya mengingatkan saya. Karena beliau tahu, kulineran ini bisa menjadi artikel di blog saya. Jadi foto makanan itu penting dilakukan sebelum keluarga menikmati hidangannya.

Keluarga suami memang pecinta traveling dan kulineran menjadi kegiatan pendukung tentunya. Bahkan adiknya suami yang tinggal di Pekanbaru pernah mengajak saya ikut ke kotanya pada tahun 2017. Suami saat itu diminta bantuannya mengantar mobil yang dibeli di Kota Bogor menuju ke Pekanbaru. Saya dan mbak ipar, yang tinggal di Pekalongan ikut gabung dalam misi pengantaran mobil.

Di Pekanbaru kami diajak kulineran dan bahkan wisata hingga ke Kota Bukittinggi dan sekitarnya. Dari Kelok 9, Lembah Harau, Payakumbuh, hingga Istana Baso Pagaruyung. Senangnya karena semua itu dilakukan oleh adik ipar agar saya bisa memiliki bahan tulisan untuk di blog. 

Begitu lah support system yang saya rasakan dari keluarga yang sangat mencintai saya. Karena mereka semua saya memiliki pengalaman yang sangat menyenangkan menjadi blogger. Pengalaman yang belum tentu saya dapatkan kalo saya tidak resign tahun 2015 lalu. Terimakasih untuk semua cinta dan kepedulian kalian padaku. Wassalamualaikum.




#YukNgeblogLagi
#NgeblogAsyikBarengKEB
Reading Time:

Sabtu, 21 Oktober 2023

5 Drama Korea Favorit Bertema Hukum
Oktober 21, 2023 2 Comments

Assalamualaikum. Terus terang sejak pandemi saya mulai kembali nonton drama Korea. Awalnya karena di rumah aja bikin saya ikut challenge nulis dengan komunitas blogger. Nah ada tantangan menulis dengan tema drakor. Huhuee, bikin parno banget tuh awalnya karena saya udah belasan tahun ninggalin dan nggak lagi nonton drakor. Tapi saya nggak boleh surut menulis gara-gara takut nonton drakor, hahahaa.

5 drama Korea favorit

Akhirnya saya mulai lagi nonton drakor namun mulai pilih-pilih genre. Maksudnya agar saya nggak terpaksa nonton seluruh episode, namun ikhlas gitu lah nyeleseinnya. Jadi salah satu genre kesukaan adalah misteri atau dektektif. Dan drakor hukum menjadi pilihan saya. 

Ada beberapa drakor genre hukum yang udah saya tonton dan kesemuanya bagaus, kece banget. Ini pula yang bikin saya nggak bisa berhenti nonton drama Korea, hahahaa.

Dan berikut ini saya rangkum 3 di antara beberapa drama Korea pilihan saya :

FOREST OF SECRETS (STRANGER)

Forest of Secrets


Stranger ini terbagai ada 2 season dan pertama kali nonton drama Korea kembali ya drakor ini tapi yang sesion 1. Terus terang saya auto jatuh cinta lagi dengan drakor karena Forest of Secrets.

Mulai dari pemerannya yang beneran bagus aktingnya, dan nggak ada romance di dalam ceritanya. Ahh suka banget deh. Waktu mulai lagi nonton drakor memang saya kurang suka dengan drakor genre romance.


Pemeran :
- Cho Seung Woo sebagai Hwang Shi Mok
- Bae Doo Na sebagai Han Yeo Jin
- Lee Joon Hyuk sebagai Seo Dong Jae
- Yoo Jae Myung sebagai Lee Chang Joon
- Shin Hye Sun dalam sebagai Young Eun Soo
- Choi Jae Woong sebagai Jang Geon
- Park Sung Geun sebagai Kang Won Chul
- Jeon Bae Soo sebagai Choi Yoon Soo
- Park Jin Woo  sebagai Kim Soo Chan
- Yoon Se Ah sebagai Lee Yeon Jae

Untuk sinopsis Stranger season 1 sebagai berikut :

Forest of Secrets menceritakan seorang jaksa Hwang Shi Mok (Cho Seung Woo), yang tidak bisa merasakan emosi terhadap lingkungan dan orang-orang di sekitarnya. Waktu usia sekolah dasar dirinya pernah menjalani operasi otak. Hwan Shi Mok seorang jaksa yang dingin, rasional, dan memiliki integritas. Meskipun sebagian besar jaksa di kantor kejaksaan banyak yang menerima suap.

Pada suatu hari rangkaian pembunuhan disusun rapi oleh seseorang. Dan menggiring Hwan Shi Mok ke lokasi terjadinya pembunuhan. Di TKP dia bertemu dengan Letnan Han Yeo Jin (Bae Doo Na). Pertemuan yang membuat keduanya saling mengenal dan terjebak dalam labirin misteri. Mereka bersama saling memberantas korupsi di masing-masing departemennya. Serta mengusut pembunuhan berantai yang saling terkait.

STRANGER SEASON 2

Drakor ini season 2 atau kelanjutan dari Forest of Secrets,  namun saya belum nonton sampai episode terakhir. Pemainnya masih sama seperti Cho Seung Woo yang memerankan seorang jaksa yang kesulitan mengekspresikan emosi. Ia dikenal dingin, jujur, dan juga berdedikasi pada pekerjaan. Sukses dengan season 1 yang membuat drakor ini berlanjut.  Dalam season kedua dari Drama Korea STRANGER ini, dikisahkan bagaimana kelanjutan dari kantor kejaksaan dan polisi yang ada di posisi berlawanan. Para jaksa, termasuk jaksa penuntut elit Woo Tae Ha, menginginkan kewenangan diskresi atas penyelidikan.

Sementara itu, polisi, termasuk Choi Bit, berusaha mendapatkan kewenangan penyidikan lengkap yang independen dari kejaksaan. Dalam situasi tegang ini, Jaksa Hwang Shi Mok dan Detektif Han Yeo Jin mengejar kebenaran dalam kasus tersembunyi yang penuh dengan adegan menegangkan.

JUSTICE

Drakor


Choi Jin Hyuk sebagai Lee Tae Kyeong
Son Hyun Joo sebagai Song Woo Yong
Nana sebagai Seo Yeon Ah
Park Sung Hoon sebagai Tak Soo Ho
Lee Hak Ju sebagai Ma Dong Hyuk
Lee Ho Jae sebagai Seo Dong Seok
Kim Ji Hyun sebagai Cha Nam Sik

Mau tahu gimana sinopsis drakor satu ini? Yuk mari baca di sini :

Lee Tae Kyeong merupakan seorang pengacara yang sering membantu CEO Song Woo Young, ia adalah klien terkaya. Lee Tae Kyeong selalu memenangkan kasus dengan logikanya yang tajam dan kata-katanya yang cerdas. Dia mengumpulkan kekuatan dan kekayaan dengan berurusan dengan klien yang berasal dari kelas atas.

Awalnya Lee Tae Kyeong menjadi pengacara karena ingin balas dendam untuk adiknya. Tapi makin jauh ia terjerumus dan fokus pada uang. Satu ketika dia menemukan kasus yang melibatkan artis-artis yang hilang.

Sebelumnya kasus yang ditangani Lee Tae Kyeong merujuk dari Son Woo Yong yang merupakan pemilik perusahaan konstruksi. Bahkan Son Woo Yong udah nganggap Lee Tae Kyeong seperti anak didiknya. Tentu ada sesuatu di balik semua itu. Apalagi Lee Tae Kyeong mampu membuat para penjahat kelas kakap dibebaskan atau setidaknya menerima hukuman masa percobaan.

Sementara itu, Song Woo Yong membangun perusahaan konstruksi dengan menyalurkan kasus kriminal yang melibatkan orang-orang kaya untuk Lee Tae Kyung. Demi keluarganya, Song Woo Yong ingin kekuatan lebih.

Son Woo Yong akhirnya terlibat konflik dengan Lee Tae Kyung dengan adanya kasus yang melibatkan aktris yang hilang. Satu persatu rahasia masa silam mereka terbuka. 

DELAYED JUSTICE 

Sinopsis Delayed Justice :

Mengisahkan Park Tae Yong (diperankan oleh Kwon Sang Woo) dan Park Sam Soo (diperankan oleh Bae Sung-Woo) dalam konflik yang menegangkan. Mereka memperebutkan korban pengadilan yang mendapat tuduhan secara tidak adil.

Park Tae-Yong adalah seorang pembela umum. Dia lahir sebagai anak seorang pengurus di sebuah pulau. Dia tidak mengambil jalan yang biasa untuk menjadi pengacara. Setelah lulus SMA, dia tidak melanjutkan ke universitas. Dia kemudian lulus ujian pengacara dan menjadi pengacara. 

Park Tae Young mendedikasikan dirinya pada keadilan dan memiliki empati terhadap orang lain. Dia fokus dalam membela semua jenis pelanggar yang tidak berdaya. Sebuah titik balik terjadi dalam karir hukumnya ketika dia menjadi pengacara pertama yang memenangkan sidang banding sebuah kasus pidana umum.

Park Sam Soo adalah seorang reporter. Setelah lulus dari perguruan tinggi, dia bekerja sebagai pegawai tidak tetap. Berkat keterampilan menulisnya yang cerdas dalam membahas info berita, dia menjadi seorang reporter. 

Park Sam Soo pintar mencari cerita yang diabaikan atau dilewatkan oleh wartawan lain. Yang unik adalah dia memiliki hati lembut hingga mudah meneteskan air mata.

LONGING FOR YOU

Siapa yang baru saja menuntaskan drama Korea genre detektiv satu ini? Udah bisa move on nonton drakor lain setelah nonton yang ini? Saya masih pengen drakor ini belum berakhir karena ceritanya yang nyesek. Sedih gitu kalo salah satu aktor pendukung meninggal dalam aceritanya. Apalagi dia bukan orang jahat, hikss.



Pemerang Longing For You :
- Na In Woo sebagai Oh Jin Seong
- Kim Ji Eun sebagai Go Young Joo
- Kwon Yool sebagai Cha Young Woon
- Bae Jong Ok sebagai Yoo Jung Sook
- Lee Kyu Han sebagai Park Ki Young
- Jung Sang Hoon sebagai Bae Min Gyu
- Ren sebagai Oh Jin Woo
- Jang Hye Jin sebagai Hong Yeong Hee
- Kim Hee Jung sebagai Pi Jang Mi
- Choi Kwang Il sebagai Cha Jin Cheol

Nah ini nih saya bagikan sinopsis drakor Longing For You:


Longing for You menceritakan tentang Na In Woo yang berperan sebagai Oh Jin Sung. Dia adalah seorang detektif yang disukai banyak orang karena keramahannya. Oh Jin Sung memiliki reputasi yang sangat baik di lingkungan kerja maupun kota tempat tinggalnya. Namun dia termasuk detektif yang mudah terbakar emosi apabila menemukan penjahat. Gampang banget deh melampiaskan amarahnya kalo tersangka tidak mau mengakui perbuatannya.

Namun satu peristiwa mengubah seluruh keadaan tanpa disadarinya. Yaitu sebuah pembunuhan ditemukan di Kota tempat tinggal Oh Jin Sung. Hal itu sangat jarang terjadi, karena kota tersebut terkenal sangat aman dan memiliki orang-orang ramah yang tinggal di sana. 

Jin Sung akhirnya menjadi tim untuk mencari tahu pelaku pembunuhan tersebut. Betapa terkejutnya saat sang adik bernama Jin Woo terlibat kasus pembunuhan tersebut. 

Oh Jin Sung berusaha membutikan bahwa adiknya tidak bersalah. Namun kemudia saat usahanya berhasil, peristiwa sedih lainnya muncul. Sang adik tiba-tiba dibunuh orang tidak dikenal. Awalnya tak ada kecurigaan apapun meski sang adik katanya terdaftar sebagai donor ginjal bila dia meninggal. 

Pada saat yang sama seorang jaksa Kwon Yool sebagai Cha Young Woon, mendadak cuti untuk melanjutkan kuliahnya di USA. Kim Ji Eun sebagai Go Young Joo adalah teman masa kecil Oh Jin Sung. Young Joo ini teman sesama jaksa Young Woon. Perempuan bertubuh langsing ini tergolong jaksa yang tegas dan jujur. 

Terus terang seperti di awal tadi, saya sempat nggak bisa move on usai nonton drakor Longing for You. Jin Woo yang naif begitu mudah percaya pada orang. Padahal dia adalah chef yang berbakat dengan sajian masakan yang terkenal enak di resto mereka di kota Wojin.

-----------------------

5 drama Korea di atas sungguh telah menarik minat saya kembali nonton drakor. Sampai sekarang saya masih nonton meski masih memilih drakor, sesekali juga nonton genre lainnya. Kalo kalian lebih suka nonton drama Korea genre apa, sob? Apakah seperti saya yang suka nonton drakor genre hukum dan misteri? Bagikan ya pengalaman nonton drakor pilihan kalian. Wassalamualaikum.

Yuk Ngeblog Lagi



#YukNgeblogLagi
#NgeblogAsyikBarengKEB
Reading Time: