November 25, 2018
BY Hidayah Sulistyowati
34 Comments
Assalamualaikum Sahabat. Sosial Media Ibarat Pedang Bermata Dua. Ada satu sisi yang bikin efek baik. Namun di sisi lain, sosial media juga bisa berefek buruk. Seperti juga hubungan di dunia nyata yang memiliki dua sisi dengan keburukan dan kelebihannya masing-masing.
Terlebih saat ini hampir semua orang memiliki akun dari beberapa sosial media. Masing-masing sosial media ini memiliki fungsi yang berbeda-beda.
Kalo kamu pengen berbagi video, bisa memilih Youtube. Yang suka chatting dengan koneksi internet lebih cepat dan langsung, bisa memilih Whatsapp. Bagi kamu yang senang motret dan share foto bisa menggunakan Instagram. Yang suka share dengan lebih banyak follower bisa memilih Twitter. Atau ingin punya teman dari satu minat yang sama dan lebih spesifik, bisa menggunakan Linkedin.
Dan saya menggunakan semua sosial media di atas karena sama menariknya. Dan masing-masing memiliki keunikan serta fungsi yang saya butuhkan secara beragam.
Manfaat Positif dari Sosial Media
Seperti yang sudah saya tulis di atas, sosial media itu ibarat pedang bermata dua. Satu sisi bisa memberikan manfaat yang positif. Namun di sisi lain juga bisa mengakibatkan efek negatif.
Saya sudah enam tahun memiliki blog www.hidayah-art.com. Namun baru tiga tahun ini saya monetize blog dengan serius.
Semakin merebaknya pengguna sosial media saat ini, sebagai seorang content creator saya tentunya makin beruntung. Saya bisa share artikel dari blog di beberapa akun sosial media.
Ngomongin manfaat positif dari sosial media, berikut ini yang udah saya dapatkan :
- Mempromosikan Artikel Blog
Setiap usai publis artikel di blog, secara otomatis Google+ langsung share ke semua grup yang saya ikuti. Sayangnya saya mendengar kabar bahwa Google + akan segera menutup fasilitasnya. Padahal selama ini dari Google + saya mengikuti update blog milik teman-teman blogger.
Untungnya masih ada Twitter, Facebook, Whatsapp, Instagram, dan Linkedin, yang masih bisa saya gunakan untuk berbagi link artikel dari blog.
- Stalking Untuk Menambah Wawasan
Saya menggunakan sosial media untuk hal yang positif. Misalnya beberapa bulan ini saya rajin pantengin Youtube karena ingin belajar merajut. Sudah lumayan banyak, bros rajut yang saya hasilkan dari belajar online ini. Kalo bosan, saya bisa melihat tutorial merajut dompet dan tas. Lumayan sih bikin sendiri, jatuhnya lebih murah. Saya juga bisa merasakan kebanggaan menggunakan barang hasil karya sendiri.
Dari sosial media juga saya bisa upgrade seputar hal teknis ngeblog. Belajar infografis, mengenal lebih dekat Google Analityc, SEO, juga konten yang menarik untuk ditulis di blog.
- Nambah Kenalan dan Silaturahmi
Punya akun sosial media itu untuk nambah teman. Dan saya paling suka dengan silaturahmi dunia maya. Ketika satu hari mendapatkan rejeki bisa bertemu dan kopdar dengan teman dari dunia maya, saya merasa beruntung.
Apalagi profil di dunia maya dan di dunia nyata, ternyat sama. Ini dari hasil pengamatan saya setelah bertemu muka langsung dengan teman-teman saya. Yang tak terduga adalah mereka welkam banget menerima saya. Bahkan saya merasa mengenal mereka seperti bertahun-tahun sebelumnya. Ngobrol pun jadi tak ada batas saking udah akrabnya di dunia maya.
![]() |
| Kenal mereka dari sosmed |
- Job Dari Teman
Nah, siapa yang udah merasakan kebahagian seperti yang saya alami? Tiba-tiba ada seorang teman dunia maya dan belum pernah bertemu muka, berbagi kabar gembira.
Rupanya teman blogger ini ingin merekomendasikan saya untuk mendapat job dari digital marketing sebuah brand. Asik dong yaaa, mendapat rejeki tak terduga dari teman. Dan saya selalu menggunakan kesempatan ini secara profesional. Karena saya tak ingin mempermalukan teman yang sudah kasih rekomendasi.
Jangan lupa juga, lakukan pencatatan penghasilan dari kegiatan ngeblog. Tentunya bikin semangat blogging kan kalo tahu seberapa banyak yang duah dihasilkan dari kegiatan menyenangkan ini.
Silahkan baca : Pentingnya Catatan Keuangan Bagi Pekerja Freelance
Agar tidak terlena juga dengan tawaran job dan blog isinya udah kayak etalase toko, sisipkan juga artikel organik. Tetap semangat sharing artikel yang bermanfaat meski tidak ada yang memberikan job. Mana tahu ada brand atau agency yang stalking blog kamu dan menemukan artikel menarik yang tidak berbayar, hihii. Rejeki lagi kaaan?!
Kalo manfaat positif udah saya tuliskan di atas. Ada juga loh efek buruk dari sosial media. Terlebih bila kamu tidak bisa mengatur perasaan agar tak menjadi baper.
Silahkan baca : Pentingnya Catatan Keuangan Bagi Pekerja Freelance
Agar tidak terlena juga dengan tawaran job dan blog isinya udah kayak etalase toko, sisipkan juga artikel organik. Tetap semangat sharing artikel yang bermanfaat meski tidak ada yang memberikan job. Mana tahu ada brand atau agency yang stalking blog kamu dan menemukan artikel menarik yang tidak berbayar, hihii. Rejeki lagi kaaan?!
Kalo manfaat positif udah saya tuliskan di atas. Ada juga loh efek buruk dari sosial media. Terlebih bila kamu tidak bisa mengatur perasaan agar tak menjadi baper.
Efek Negatif dari Sosial Media
Namanya juga pedang bermata dua, selain sisi positif ada juga sisi negatifnya. Namun sebagai manusia dewasa semestinya kita bisa mengelolanya agar tidak kena dampak negatif dari sosial media.
Apa aja Efek Negatif Sosial Media? Yuk langsung aja baca lanjutan artikel ini ya, Sahabat.
Efek Negatif Sosial Media :
- Gampang Baper Baca Status Teman
Melihat foto-foto milik teman yang dishare di akun sosial media, bisa loh bikin seseorang baper. Fotonya bagus, lokasinya keren, kepsyennya kece, duhhh jadi ngiri tingkat dewa.
Seharusnya kamu nggak perlu ngiri saat stalking di timeline sosial media. Rejeki tiap orang memang beda. Jangan jadikan kondisi ini menjadi semangatmu runtuh dan putus asa. Trus menyumbat kebahagiaanmu tak mampu tumbuh. Jangan ya, karena ini bisa menjadi penyakit hati. Mudah iri, patah hati, dan menjadikan lemah hatimu.
- Nyinyir itu Menular
Sering nggak sih kamu baca status seseorang di timeline sosial media? Nggak di Twitter, Facebook, Instagram, semua sosial media telah ternodai dengan status nyinyir.
Dan anehnya, ketika kita membaca status nyinyir ini, seakan mengajak untuk ikut komentar. Bisa komentar pro atau pun kontra dari status tersebut. Trus ujung-ujungnya, kita jadi penasaran dan membaca semua komentar di status tersebut. Hasilnya dada kita ikutan panas membara bagai kuah tomyam *ups. 😁
- Kecanduan dan Lupa Waktu
Beberapa teman di sosial media suka sharing tentang anak-anak yang asik nonton video di channel Youtube. Nggak perlu jauh-jauh sih, karena ponakan saya pun suka banget nonton animasi atau lagu-lagu rancak di Youtube.
Ntar kalo keinginan mereka tidak dituruti, bakal marah dan efeknya nangis berjam-jam.
Kita sering lupa, anak sampai keranjingan buka Youtube atau hape, karena meniru apa yang kita lakukan. Ingat nggak saat si kecil berusia 2 tahun, kita mengasuhnya sambil buka hape?
Kita berdalih, hanya balas pesan di Whatsapp. Namun mana si kecil tahu apa yang kita lakukan? Mereka hanya tahu bahwa ibunya pegang hape untuk mainan. Jadi saat bersama si kecil, tinggalkan hape agar tak tertarik untuk buka notifikasi apapun di hape.
Sebenarnya masih banyak sih efek negatif dari sosial media. Saya pernah menuliskan bahwa sebaiknya kamu bijak saat menggunakan media sosial. Baca yuk dalam artikel ini :
![]() |
| Picture by pexelx |
Jadi ya pintar-pintarnya kita pemilik akun untuk mengelola sosial media dengan hal bermanfaat. Buat apa sih ninggalin jejak digital negatif di sosmed yang kita miliki? Ingat, berikan warisan kebaikan untuk anak cucu kita. Warisan kebaikan tentunya tulisan yang bermanfaat untuk pembaca. Setuju kah Sahabat? Wassalamualaikum.






