My Mind - Untaian Kata Untuk Berbagi: Kota Batik
Tampilkan postingan dengan label Kota Batik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kota Batik. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Maret 2019

Menginap Dengan Konsep Halal ala Pesonna Hotel Pekalongan
Maret 04, 2019 49 Comments


Hotel Halal di Pekalongan

Assalamualaikum Sahabat. Ketika Menginap Dengan Konsep Halal ala Pesonna Hotel Pekalongan, pasti ingin mengulanginya lagi.  Apalagi Pekalongan sebagai kota Batik, kerap saya sambangi karena ada famili yang tinggal di sana.

Namun selama ini memang saya belum pernah nginap di rumah famili. Alasannya tentu saja karena jarak Pekalongan ke Semarang dan sebaliknya bisa ditempuh dalam waktu singkat. Nggak lebih dari dua jam perjalanan.

Kebetulan saat saya menghadiri acara perayaan Hari Batik Nasional di Pekalongan, butuh tempat menginap yang nyaman. 

Nggak hanya nyaman sih, karena selama ini tiap kali saya dan keluarga keluar kota, selalu mencari hotel yang aman untuk anak-anak. Kami kan pengennya nginap di hotel yang ramah anak. Jadi saya dan suami selalu pilih-pilih kalo menentukan hotel untuk menginap sekeluarga.

Nah, bukan tak mungkin kalo suatu ketika kami ke Pekalongan, memilih Pesonna Hotel sebagai tempat kami staycation.

Hotel yang mengusung konsep Lifestyle dan Halal ini terletak di jalan Dr. Cipto Mangunkusumo No. 24 Pekalongan.  Lokasi hotel juga dekat dengan pusat kota seperti alun-alun dan pusat perbelanjaan.

Pesonna Hotel Pekalongan adalah hotel bintang 3 namun memiliki fasilitas setara bintang 4. Ada swimming pool, restoran dengan pilihan menu breakfast yang komplit dan lezat semuanya. 

Yang tak kalah menyenangkan adalah seluruh staf yang kami temui begitu ramah dan wellcome. Senyum tulus tersungging tiap kali berpapasan dengan mereka.

Saya akan kasih kalian bocoran, apa aja sih kelebihan Pesonna Hotel Pekalongan. 

Ini dia Kelebihan Pesonna Hotel Pekalongan di mata saya :

1. Swimming Pool yang nyaman dan dekat dengan restoran

Hotel Halal di Pekalongan

Lokasinya terletak di lantai 1 dan mudah kalian temukan ketika akan sarapan. Bahkan saya memilih duduk di dekat area kolam renang untuk menikmati ngeteh di pagi hari.

Jadi kalo kalian memilih berenang dulu baru sarapan, tentu harus tahu juga batas waktu sarapan selesai disajikan.

2. Konsep Lifestyle dan Halal

Nggak sembarang hotel bisa menyematkan konsel halal untuk tagline nama saat mempromosikan. Seperti juga sertifikat halal untuk makanan, hotel pun butuh waktu dan proses panjang bisa mendapatkan sertifikat serupa.

Seperti yang dituturkan oleh Bapak Agus Juharto, bahwa untuk bisa mendapatkan sehat itu gampang. Pilih aja makanan sehat. 

"Sehat itu belum tentu halal, namun kalo halal sudah pasti sehat,"

Bener juga sih ucapan beliau. Karena makanan halal memang merupakan pilihan yang sudah melalui serangkaian proses penelitian sesuai dengan kaidah syariat Islam. Dan ketika kalian memilih staycation di Pesonna Hotel Pekalongan, sertifikat halal menjadi jaminan hati agar nyaman.

3. Terletak Strategis di Pusat Kota

Pesonna Hotel Pekalongan terletak dekat dengan alun-alun kota, berjalan kaki ketika pagi hari pun bisa. Ada pusat belanja juga bila kalian ingin membeli sesuatu sebagai pelengkap jalan-jalan.

Bila ingin wisata di Museum Batik, kalian bisa mengandalkan armada online untuk menuju lokasi. Dekat sih nggak sampai lima kilo kalian bisa menjumpai  sentra batik Pekalongan, Stasiun Kereta, atau pun Kampung Batik.

Mengenai Kampung Batik, kalian bisa membaca artikel sebelumnya saat saya mengikuti perayaan Hari Batik Nasional di Pekalongan.

Klik aja judul berikut ini : Bersarung Batik Mengikuti Upacara Bendera

4. Event Kece Pesonna Hotel

Saat saya nginap di sana, sempat bertemu dengan Bapak Agus Juharto yang juga General Manager Pesonna Hotel. Intinya sih beliau menuturkan tentang beberapa event yang akan digelar di Pesonna Hotel. 

Seperti membuka semacam Angkringan ala hotel, yaitu mengangkat makanan rakyat untuk disajikan di resto hotel. Ada juga semacam barbeque tapi tempatnya di halaman hotel. Sayang nih saya udah pulang waktu event yang kayaknya seru ini digelar di halaman hotel.


5. Staff Hotel Yang Ramah


Dari sejak turun dari mobil, kami sudah disambut dengan pelayanan yang ramah. Begitu pun saat tiba di lobby, ada dua resepsionis yang menerima kami dengan senyum tak kalah hangat.

Setelah menyapa sejenak, kami menerima kunci kamar dan ada seorang staff hotel yang mengantarkan kami hingga di depan kamar. 


6. Kamar Senyaman Rumah, Ada Perlengkapan Shalat

Jarang-jarang kan ada hotel yang menyediakan perlengkapan shalat seperti di Pesonna Hotel pekalongan ini?!



Kadang kalo pergi suka kelupaan alat shalat. Nah, kalo nginapnya di hotel ini, kalian nggak usah bingung. Nggak perlu nanya masjid atau musholla terdekat. Karena di setiap kamar ada perlengkapan shalat seperti Mukena, Sarung, dan Sajadah. Berasa di rumah sendiri kalo gini.

Memang sih kamarnya ukurannya nggak begitu luas. Namun nginap di hotel tuh kalo saya untuk numpang tidur. Jadi so far, bed nya udah lebih dari cukup buat tidur berdua ama pasangan atau teman, atau kerabat. Ya udah itu udah lebih dari cukup buat kategori nginap di hotel.



Kamar mandi di sini juga bersih, dan fasilitasnya komplit. Ada handuk lebar dua buah, handuk untuk keset, shampo, sabun cair, sikat gigi dan pasta gigi, dan hair dryer juga.



7. Menu Makan Yang Lezat untuk Breakfast

Paling enak tuh kalo nginap di hotel adalah bisa mencicipi hidangan breakfast yang komplit. Udah lupakan aja diet, hahahaa

Seperti yang saya lakukan saat di Pesonna Hotel. Ada beberapa menu yang saya incipi. Memang nggak semua menu saya coba, karena ternyata perut saya udah biasa sarapan dikit. Jadi ini lah semua menu yang saya incipi waktu breakfast di Resto Pesonna Hotel Pekalongan.





Nah, itu lah ketujuh alasan kalian harus nginap di Pesonna Hotel bila sedang mencari tempat untuk extend di Pekalongan. Udah tempatnya asik buat pepotoan, bisa kasih makan akun Instagram kalian. Bisa jajan kulineran saat malam karena dekat dengan alun-alun. Atau mau belanja batik untuk oleh-oleh keluarga di rumah. Semua bisa kalian lakukan bila nginap di Pesonna Hotel Pekalongan.

Oiya, menurut kabar dari staff hotel, sebentar lagi Pekalongan akan merayakan hari jadiny. Kabarnya bakal ada serangkaian kegiatan yang melibatkan masyarakat kota Pekalongan. Kalian bisa juga loh ikut merasakan perayaan yang niatnya memang untuk memeriahkan hari jadi Kota Pekalongan. Bakal banyak acara yang terbuka untuk warga kota dan para wisatawan dari luar Kota Pekalongan. Siapkan yuk rencana booking hotel di Pesonna Hotel Pekalongan.

Atau kalian udah pernah nginap di Pesonna Hotel Pekalongan? Sharing dong udah menikmati fasilitas apa aja selama nginap di sana. Wassalamualaikum.
Reading Time:

Senin, 08 Oktober 2018

Pekan Hari Batik Nasional Untuk Menjaga Keberagaman dan Persatuan NKRI
Oktober 08, 2018 35 Comments

hari batik

Assalamualaikum Sahabat. Hari Batik Nasional Untuk Menjaga Keberagaman dan Persatuan NKRI. Sudah tahu kan Sahabat, kalo tiap tanggal 2 Oktober ada peringatan Hari Batik Nasional?

Hari Batik Nasional merupakan momen untuk memperingati telah ditetapkannya batik sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO.

Wajar bila pemerintah berharap pada tanggal 2 Oktober, seluruh masyarakat Indonesia, baik pejabat pemerintahan, ASN, pegawai BUMN, karyawati di perusahaan swasta, serta pelajar dan mahasiswa, mengenakan batik. 

The World City of Batik

Sebagai kota yang mendapat predikat 'The World City of Batik', Pekalongan merayakan Hari batik Nasional dengan menggelar berbagai acara bernuansa batik. Harapannya tentu saja agar batik tetap menjadi budaya yang dicintai dan dilestarikan oleh generasi penerus.

pict by Dikoko

Saya sangat beruntung saat mendapat ajakan untuk menghadiri sebagian acara dalam gelaran yang bertema 'Pesona Batik NKRI'.

Hari Senin tanggal 1 Oktober 2018, saya bersama Archa Bella dan mba Ika Puspita berangkat menuju kota Pekalongan. Dari staisun Poncol kami menumpang kereta Kaligung dengan jam pemberangkatan 17.45 wib.

Satu setengah jam berikutnya kereta yang kami tumpangi sudah memasuki stasiun Pekalongan. Ada Hadi dan Nyi, pasangan suami istri blogger yang setia menjemput kami dan mengantarkan ke penginapan di rumah dinas Wakil Walo Kota.

Tak heran kalo Pekalongan mendapat predikat Kota Batik. Setiap sudut kota banyak ditemukan ornamen batik. Mulai dari gerbang ucapan selamat datang, beberapa gedung perkantoran, bahkan dinding pun dihiasi mural bernuansa batik. 

Pusat penjualan produk batik dari kain, baju, celana, taplak meja, sprei, hingga sarung, ada di berbagai penjuru kota.

Bahkan toko penjual oleh-oleh khas kota Pekalongan pun menawarkan beberapa variasi sarung batik untuk buah tangan.

Kembali pada cerita saya yang beruntung mendapat undangan untuk hadir mengikuti serangkaian prosesi pekan batik. Ada enam blogger dari kota Semarang dan sekitarnya yang diajak serta mengikuti serangkaian acara.

Rumah Dinas Yang Nyaman Untuk Menginap

Rumah Dinas Wakil Wali Kota Pekalongan menjadi tempat kami menginap. Rumah berukuran besar dengan tiga kamar tidur yang cukup luas. Masing-masing kamar bisa ditempati 4 orang.

Fasilitas yang ada di rumah ini ada kamar mandi dalam kamar dan di luar kamar. Juga ada dapur, ruang tamu, dan ruang tengah yang bisa digunakan untuk ngumpul dan ngobrol asyikk.

Dapur cukup luas dengan dilengkapi kulkas, lemari dapur, serta meja makan yang muat untuk 6 orang.

Saya tidur bareng mba Ika, sekasur berdua, hahaha. Cukup luas sih kasurnya, sisa kok hingga nggak perlu rebutan posisi.

Namanya juga ketemu teman blogger dari kota lain. Meski esok pagi kami kudu siap pukul 6.30 wib untuk mengikuti upacara bendera, nyatanya kami asik ngobrol sampai malam.

Ada Gita, Noorma, yang menemani kami ngobrol malam itu. Sementara mba Tanti Mechta, akan gabung besok pagi saat upacara bendera.

Sebelumnya ada mas Teguh, generasi penerus Batik Pekalongan, yang membagikan kain batik untuk kami pakai esok pagi. Selain itu ada juga Mas Trias bersama istri dan anaknya yang membawakan kami makan malam juga cemilan.

Makan malamnya enak loh. Sekotak nasi pecel yang lauknya ada banyaaaakkk. Ada telur dadar, tahu bacem, kerupuk, dan pergedel jagung.

Lihat di Ig stories yang judulnya Hari Batik, link nya ini nih :

https://www.instagram.com/stories/highlights/17985841915037123/

Cemilan brownis dua kotak pun ditinggalkan untuk cemilan malam itu. Ah syudahlaaah, kami nggak bakal kehabisan ransum selama tinggal di kota Pekalongan yang ramah. 

Oh iya, rombongan blogger Semarang masih kurang tiga pasukan niy. Ada Erina, Diko dan Koko yang masih dalam perjalanan. Dan paginya saya baru tahu kalo mereka di jalan saat dinihari, jam 02.00 berangkat dan tiba di rumdin sudah jam 03.30 WiB. Ya Allah, kalian setrooong.

Upacara Bendera dan Senam 

Pagi itu kami bangun telat, gara-gara melek sampai pukul 1.30 dinihari. Namun kami masih punya cukup waktu untuk mandi bergiliran dan mempersiapkan diri dengan mengenakan sarung batik.

Terus terang saya agak parno kalo-kalo saat upacara, sarung batik saya melorot. Jadinya, saya minta bantuan Nyi untuk menyematkan peniti pada sarung yang saya kenakan.

Setelah sempat nge-teh dan nyemil seiris brownis, saya pun siap mengikuti upacara bendera.

Hari Batik

Ah suka deh dengan kehidupan yang saat ini saya jalani. Setelah pertengahan Agustus, mengikuti upacara bendera dalam rangka hari Kemerdekaan 17 Agustus di Puri Asri Magelang.

Pagi ini saya kembali mengikuti upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional di Pekalongan.


Terus terang saya sangat excited karena baru kali ini upacara bersarung batik. Terlebih pagi ini upacara bendera bakal diikuti oleh generasi penerus batik Pekalongan. Dari berbagai komunitas seperti Paguyuban Pecinta Batik Pekalongan, ASEPHI, Genpi Pekalongan, Blogger Pekalongan, Pekalongan Heritage, DKKP, Paguyupan Kampung Batik Pekalongan, serta jajaran pemerintahan kota Pekalongan, TNI, dan POLRI.

upacara hari batik di pekalongan

Upacara digelar di halaman depan Museum Batik. Semarak peserta upacara sudah terlihat dari berbagai warna sarung yang mereka kenakan. Cantik dan ganteng semuanyaaa.

Mengenang kembali saat UNESCO mencanangkan bahwa Batik merupakan warisan budaya tak benda, tentu suatu kebanggan kita sebagai warna Indonesia.

Dan mengangkat tema Pesona Batik NKRI, diharapkan batik Pekalongan dapat menyatukan persatuan dan kerukunan NKRI.

Upacara bendera yang dipimpin oleh Wali Kota Pekalongan, yaitu Bapak M. Saelany Machfudz, berlangsung khidmat. 

hari batik di Pekalongan

Setelah upacara bendera bersarung batik, Bapak Wali Kota pun melepaskan balon udara. Kemudian seluruh peserta mengikuti senam gemu famire. Seru ih, saya pun turut serta karena ingin bergerak demi tubuh yang sehat.


Setelah lelah upacara dan senam bersama, ada pemotongan tumpeng sebagai simbol dimulainya acara peringatan hari batik nasional di Pekalongan. Kembali bapak Wali Kota memotong tumpeng dan memberikannya pada perwakilan dua tamu yang hadir.

potong tumpeng di hari batik nasional



Jelajah Kampung Batik 

Kalian penasaran kah di mana kampung batik di kota di Pekalongan? Yuk, saya ajak mengikuti kami menjelajahi kampung batik yang ada di kota Pekalongan ini.

Kampung pertama yang kami datangi adalah yang terdekat dengan Museum Batik, yaitu kampung batik Pesindon. Wow, kami disambut musik terbang tombo ati. Musik yang rampak dengan syair shalawat bikin hati menjadi riang gembira.

Di kampung batik Pesindon, tour diisi dengan melihat langsung proses membatik di batik Larissa. Ada anak SD yang sedang membatik pada selembar kain. Mereka udah pintar loh mewarnai pola yang ada di kain. Wah sepertinya Pekalongan nggak perlu cemas, karena generasi penerus batik siap melanjutkan proses regenerasi.

kampung batik Pesindon Pekalongan

Di sekretariat kampung batik Pesindon ini juga diserahkan plakat generasi penerus batik Pekalongan.

Di sini ada sajian jajan pasar khas kota batik ini. Juga ada minuman Kopi Tahlil yang legendaris. Saya pun menyicipi sajian yang sudah disediakan.


Kopi Tahlil yang panas menciptakan rasa hangat yang menyebar di seluruh tubuh saya. Kepala pening efek kurang tidur semalam, luruh sudah. Alhamdulilah.

Penyusuran kami berlanjut ke wilayah batik berikutnya, yaitu Kampung batik Kauman. Di sini ada grup musik Terbang Genjring yang menyambut kedatang kami.

Di Omah Kreatif Kampung Batik Kauman, sedang ada opening workshop membatik tulis yang diikuti pelajar SMP se-kota Pekalongan. Seru nih acara di sini, rame dan meriah.


Waaahhh, penyusuran ke kampung-kampung batik ini, kami selalu mendapatkan sambutan yang hangat. Dan tentunya ada pula sajian jajanan khas yang mengundang kami untuk menyicipinya.

www.hidayah-art.com

Kampung batik berikutnya yang mengisi jadwal penjelajahan kami adalah Kampung Landungsari. Di sini pusatnya cantik baik cap maupun tulis di kota Pekalongan.

Dan lagi-lagi ada musik rampak khas Pekalongan memeriahkan gang canting yang menjadi rumah para pengrajin canting.

Penjelajahan kampung batik berakhir di sini dengan makan siang. Menunya tentu saja khas makanan kota batik. Ada Tomat Pete, Megono, dan Soto Grombyang.

www.hidayah-art.com

Lihat yuk video keseruan Hari Batik di Pekalongan yang udah tayang di channel Youtube saya :


Kojahan Batik dan Pesta

Acara kemeriahan hari batik masih berlanjut hingga malam nanti. Ada kojahan batik yang akan berlangsung mulai pukul 7 malam. Namun kami pindah ke Pesonna Hotel terlebih dulu. Nanti deh saya ceritakan pada artikel selanjutnya, mengapa kami pindahan dari rumah dinas Wakil Wali Kota ke Pesonna Hotel.

Kojahan itu artinya adalah ngobrol sambil duduk di kursi yang santai. Dan malam itu memang disediakan kursi untuk ngobrol dengan diiringi musik santai.

www.hidayah-art.com

Sebelum acara Kojahan, ada kirab budaya yang turut memeriahkan pesta resepsi hari batik di Pekalongan.

Kirab yang diikuti oleh 150 penari Rodat, Prajurit Tosan Aji, Prajurit pembawa Panji Batik, Pemudik, dan Pasukan Canus.

www.hidayah-art.com

Rupanya iring-iringan kirab itu sudah dimulai sebelumnya dan berakhir di depan Museum Batik. Mereka kirab dan perform tarian masing-masing. Saya sempat mengabadikan rancak tarian Rodat di Ig stories. Di atas udah aku kasih link nya ya.

Malam itu tamu merasa terhibur dengan tarian yang memiliki gaya keunikan masing-masing.

Dalam kesempatan tersebut juga diumumkan pemenang lomba cipta Selendang Batik Motif NKRI. Keempat pemenang menampilkan motif selendang masing-masing yang terlihat unik dan kekinian.

Oiya, catat juga ya Pekan Batik Nusantara 2018 yang akan berlangsung mulai tanggal 20 - 24 Oktober 2018. Dengan mengambil tema "Pesona Batik Peranakan Wujud Akulturasi Budaya" akan diselenggarakan di Kawasan Budaya Jetayu Pekalongan.

Acara ini merupakan peringatan Hari Batik ke-9 dan 10 tahun penyelenggaraan Pekan Batik Nasional.

Dalam Pekan Batik Nusantara akan diadakan Pameran Nasional, Konferensi Nasional, Business Meeting, Workshop, Festival Kuliner Nusantara, Rembug Batik, Gelar Budaya, Karnaval Batik, dan Performance Art.

Catat tanggalnya ya, dan segera booking hotel agar jalan-jalan kalian di kota Batik berlangsung lancar. Sayangnya saat pekan batik tersebut, saya sedang ada acara, jadi nggak bisa menyaksikan keseruannya. Cerita ya kalo kalian datang pada pekan batik nusantara. Wassalamualaikum.
Reading Time: