
Assalamualaikum Sahabat. Motivasi Belajar Hal Baru Saat Usia Dewasa, Jangan Kalah Sama Yang Muda. Belajar lagi ketika usia tua dewasa, nggak ada larangannya.
Bahkan bisa saja menjadi pemicu bagi yang muda, agar semangat juga saat mempelajari sesuatu.
Menjadi tua itu pasti, bila sudah takdir. Namun menjadi tua mesti diimbangi juga dengan melakukan hal-hal yang bermanfaat untuk diri sendiri dan lingkungan.
Dua belas tahun yang lalu, ketika saya masih kinyis-kinyis menjadi dewasa dengan dua anak yang beranjak abegeh, sempat terpikir tentang masa tua.
Mulai Menorehkan Jejak Baru
 |
| Menjadi salah seorang blogger Desa Wisata |
Saya inginnya tetap bisa berkarya dengan tubuh sehat. Namun situasi kerja yang tidak kondusif, terutama saat melaju di jalan raya setiap pagi dan sore, bikin saya galau. Antara ingin resign dan tetap bekerja.
Dan sembilan tahun kemudian saya pun memutuskan untuk resign. Alasannya agar bisa memulai karir baru di bidang yang ingin saya tekuni. Yaitu menjadi penulis. Saya nggak akan mampu tetap bekerja di kantor sambil menekuni dunia baru yang sepertinya sangat menarik.
Terus terang salah satu alasan saya resign adalah agar bisa mengikuti event blogger yang lebih banyak dilaksanakan pada hari kerja.
Saya yang saat itu mulai menekuni dunia menulis, mencari beraneka cara agar bisa eksis di tengah jagad kepenulisan yang saat itu tengah marak.
Berbagai event menulis, dari lomba hingga kelas menulis online saya ikuti. Tentunya dengan mempertimbangkan kualitas sang pengajar dan penyelenggara lomba menulis.
Satu persatu karya baru mulai menorehkan tintanya dengan tayang di media cetak. Bahkan sempat pula saya menikmati jadi pemenang pertama saat penerbit mayor menyelenggarakan lomba menulis kisah inspirasi.
Sungguh itu hadiah untuk memacu semangat saya agar tetap tekun belajar hal baru, yaitu menulis.
Seperti orang yang bersepeda. Awalnya tentu susah menaiki sepeda. Namun dengan ketekunan berlatih, seseorang pasti akan piawai juga bersepeda.
Begitu pun dengan menulis. Saya mengingat ucapan Dewi Lestari. Kalo ingin menjadi penulis, ya menulis aja tiap hari. Kamu akan menemukan gaya kepenulisan yang berbeda dengan orang lain.
Senangnya saat akhirnya saya bisa mengikuti berbagai kegiatan sebagai blogger Desa Wisata. Sudah beberapa kali saya mengikuti event yang menambah wawasan dan teman baru.
Baca di sini : Hari Batik Nasional di Pekalongan
Menjadi Blogger Yang Ingin Bisa Menginspirasi
Blogger katanya suatu pekerjaan yang baru muncul awal abad 21. Namun meski begitu, masih banyak yang belum mengetahui apa itu blogger.
Daya nalar orang awam tak mampu menerjemahkan kata blogger sebagai satu bidang pekerjaan yang menghasilkan duit.
Saya beberapa kali menemukan kejadian yang menggelikan tiap ada yang bertanya, apa profesi saya sekarang.
Biasanya kalo sudah mentok, saya akan menjelaskan tentang mesin pencari google ketika mereka ingin tahu tentang sesuatu. Baru lah mereka memahami apa itu blogger.
Biasanya mereka akan berdecak kagum. Dari mana seorang blogger bisa menuliskan serangkaian kalimat yang bagi orang awam merupakan sebuah kesulitan tingkat tinggi. *lebay mode on
Dari sini saya lebih mudah saat menjelaskannya dengan detil. Karena kebanyakan blogger memulai karirnya dari curhat kegiatannya sehari-hari. Dikemas dengan gaya bahasa yang menarik atau asal-asalan yang penting tercipta tulisan yang komunikatif.
"Jadi kalian curhat aja gitu?"
"Nggak dimarahi sama suami atau tetangga?"
Hahahaaa, makanya jangan curhat tentang tetangga.
Sebenarnya nggak semua blogger memulai karir dari curhat. Ada juga yang serius sejak bikin website, berniat menulis karya ilmiah. Contohnya blogger yang memulai karirnya dari tugas kuliah dari dosen.
Saya sendiri memulai karir sebagai blogger karena mentok ingin menerbitkan buku. Namun nggak lolos dari saringan mata tajam sang editor. Jadi lah website yang isinya adalah karya saya tentang beragam hal.
Dengan niche lifestyle, mudah bagi saya menuliskan beragam hal yang ingin saya tuliskan untuk pembaca. Impian saya inginnya bisa menulis artikel yang bisa menjadi inspirasi bagi pembaca. Namun tentu saja semua itu tak mudah. Yang penting saya terus belajar dengan mengikuti setiap perkembangan blog dengan segala kerumitannya. Hhahahaa.
Susahnya Menjadi Blogger pada Usia Dewasa
Bagi saya yang memulai bikin blog di usia tak lagi muda, tentunya banyak hambatan. Bikin blog aja awalnya dibuatkan oleh anak bungsu saya yang usianya masih 10 tahunan.
Saya mah gaptek sekali saat itu. Cuma bisa kirim email karena urusan pekerjaan di tempat kerja. Selain itu, nol besar.
Setelah punya blog, saya pun nggak langsung nulis dan post artikel. Hahaha. Saya benar-benar gaptek. Mau nulisnya kayak gimana, cara menyisipkan foto, dan beberapa hal teknis yang sungguh sulit saya pahami.
Dan satu ketika saya ingin mengikuti giveaway.
Tahu dong ada detil syarat untuk bisa masuk jadi peserta dan dapat penilaian dari juri lomba.
Saya nggak mau nanya-nanya pada blogger yunior usianya namun sudah memiliki banyak prestasi.
Terus terang saya gengsi, hahahaa.
Namun saya nggak mau dong kasih kendor, dengan patah semangat sebelum ikut lombanya.
Saya pun mencari info dari mesin pencari Google. Dari cara menyisipkan link, edit foto, sampai membuat judul yang menarik minat pembaca.
Senangnya adalah saya jadi belajar sesuatu yang baru dengan mudah tanpa takut malu. Meski berjam-jam saya habiskan waktu untuk membaca tutorialnya. Bahkan menerapkan hal yang dianjurkan untuk menghasilkan konten yang menarik. Namun saya tetap semangat.
Kalo melihat blogger yang masih muda dengan segudang prestasi, saya melihat semangat mereka ketika ikut lomba. Mereka berjuang mencapai tujuannya, meraih impian sebagai pemenang lomba. Melakukan riset, mengolah kata menjadi konten yang menarik, melakukan pengeditan foto, hingga mencari tahu karakteristik juri lomba.
Jadi ketika mereka meraih juara, saya pun melontarkan kagum. Memberikan ucapan selamat dengan tulus tanpa dengki.
Saya bisa merasakan kesenangan ketika nama kita dituliskan dalam pengumuman lomba blog. Karena saya pun pernah menikmati euforianya menjadi pemenang blog. Dari lomba blog yang hadiahnya lipstick, hingga smartphone. Kesemuanya itu menjadi pemacu semangat agar tak kendor terus memantik impian.
Saya Ibu Blogger, Bersama Anak-Anak Blogger
 |
| Saya dan anak-anak yang mulai dewasa |
Seperti yang sudah saya sebutkan di atas, bahwa blog www.hidayah-art.com dulunya dibuatkan oleh si bungsu. Berkolaborasi dengan kakaknya yang saat itu mulai sibuk dengan kegiatannya di SMK.
Kadang juga kalo saya menanyakan sesuatu tentang blog yang susah untuk dipahami, mendapat jawaban yang bikin sebel.
"Ibu ketik aja di chrome, info apa yang ingin dicari. Kalo ibu sedikit-sedikit nanya, ntar nggak nambah pinter,"
Gitu ih jawaban si bungsu. Sementara kakaknya yang sedang bikin tugas senyum simpul.
Dan saya pun berkata dalam hati. Ini mana anaknya, mana emaknya?!
Mereka, anak-anak saya begitu pintar memakai ucapan saya ketika menemaninya belajar matematika atau pelajaran lainnya. Saya suka bilang, kalo ingin tahu tentang jawaban soal dari guru mereka, cari dan baca isi buku pelajaran.
Ya sudah lah, saya pun banyak mencari info di google. Dari pada ntar dapat insight yang nggak lucu dari anak kecil.
Dan ketika saya bisa mendapatkan beragam kebaikan dari profesi sebagai blogger, anak-anak sungguh membanggakan ibunya.
Namun saya tak hanya ingin berhenti sekedar jadi kebanggaan mereka. Saya inginnya mereka pun juga mengelola blog seperti ibunya ini. Saya menginginkan anak-anak memiliki website untuk menunjukkan karya yang mereka kuasai.
Si sulung sudah memiliki website, ada dua macam malah. Yang satu sebagai media mengumpulkan tugas dari dosennya. Yang satunya lagi adalah tempat ia berkarya, dengan menawarkan keahliannya membuat website.
Sementara si bungsu masih enggan bikin blog untuk media keahliannya bikin gambar animasi. Dia masih menyukai dengan memamerkan karyanya di medsos Instagram.
Dengan menekuni website milik saya, harapannya anak-anak pun mau menekuni hal yang sama sesuai bidang keahlian mereka masing-masing.
Saya meyakini bahwa memberikan contoh secara langsung, bakal menarik minat anak-anak suatu hari nanti.
Motivasi saya belajar hal baru saat usia tak lagi muda, semoga menjadi sebuah insight bagi anak-anak saya. Kalo sahabat saat ini sedang belajar sesuatu kah? Yuk, share di kolom komentar ya. Wassalamualaikum.
#KEBloggingCollab #ApresiasiKEB
Subscribe
For New Post Notifications