Assalamualaikum Sobat. Sebagai investor, sangat penting untuk mengetahui peluang dan risiko investasi saham sebelum akhirnya memutuskan untuk mulai berinvestasi pada instrumen yang satu ini.
Di antara instrumen investasi yang lain, saham adalah instrumen yang memiliki volatilitas cukup tinggi. Berbagai kondisi, baik itu kondisi ekonomi maupun non ekonomi, dapat mempengaruhi pergerakan saham.
Seni Memahami Saham
Investasi saham itu tidak perlu dibuat tegang dan sulit.
Esensinya, tujuan seorang investor berinvestasi adalah agar uang yang dimiliki dapat bekerja untuk mereka, bukan sebaliknya. Dengan kata lain, investasi dilakukan untuk menciptakan ketenangan bukannya menimbulkan chaos. Itulah kenapa banyak investor dan praktisi keuangan berpengalaman yang memberikan saran untuk memilih jenis investasi yang paling bisa membuat kalian tidur nyenyak di malam hari.
Begitu pun dengan saham.
Seperti seni, saham adalah jenis investasi yang saat dipelajari kalian akan menemukan beberapa teori mengenai itu. Namun saat dipraktikkan, kalian bisa menemukan ribuan teknik untuk dilakukan.
Mengutip dari InvestBro, Saham adalah seni. Ya, memang benar. Layaknya seniman yang memiliki gayanya sendiri-sendiri, investor di pasar modal juga memiliki gayanya sendiri-sendiri dalam mengatur dan membangun portofolio sahamnya.
Sebagai seorang investor pemula, mungkin kalian akan getol di awal mempelajari tips & trik berinvestasi saham lewat kisah-kisah inspiratif para investor sukses untuk mendapatkan insight. Tapi pada akhirnya pengalaman di pasar saham lah yang akan membentuk pola berinvestasi kalian.
Pelajari dasar-dasarnya, dan kembangkan sesuai dengan karakter dan profil risiko kalian. Ini bisa menjadi langkah awal untuk menemukan teknik berinvestasi saham yang cocok bagi kalian.
Peluang dan Risiko Investasi Saham
Sebelum mempelajari teknik, ada baiknya berkenalan dengan peluang dan risiko yang akan kalian temui di pasar modal
Peluang 1: Manfaatkan Pelemahan IHSG
Sepanjang tahun 2020, IHSG tercatat sempat mengalami pelemahan hingga 18,46% dan menyentuh angka 5000. Sampai sekarang IHSG masih terlihat bergejolak dan belum ada tanda-tanda stabil.
Bagi investor yang emosional, kondisi ini bisa menjadi malapetaka. Anjloknya IHSG berarti mayoritas saham yang diperjualbelikan di pasar modal mengalami penurunan nilai sehingga nilai investasi menjadi minus.
Namun hal ini tidak berlaku bagi investor jangka panjang. Anjloknya IHSG justru dapat dimanfaatkan untuk membeli saham perusahaan dengan harga yang lebih murah.
Incar saham-saham perusahaan yang memiliki kinerja baik namun harga sahamnya mengalami diskon, atau istilahnya undervalued. Sehingga saat kondisi pasar modal sudah mulai stabil, kalian bisa panen besar dari saham-saham tersebut.
Peluang 2: Incar Saham Perusahaan yang Tahan Banting
Tidak semua orang paham soal analisis kinerja keuangan. Salah satu cara paling mudah untuk menentukan apakah kalian harus membeli saham suatu perusahaan atau tidak, adalah dengan mengenali produk yang dihasilkan suatu perusahaan.
Sektor kesehatan, properti, manufaktur, keuangan dan perbankan adalah beberapa sektor yang dinilai akan memiliki tren yang positif.
Peluang 3: Cari Tahu Perusahaan yang Rajin Bagi Dividen
Selain lewat capital gain, keuntungan investasi saham juga berasal dari dividen. Dividen adalah porsi laba perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham yang umumnya dibagikan 1-2 kali setahun.
Tidak semua perusahaan rajin membagikan dividen kepada pemegang saham. Namun begitu, di Indonesia ada perusahaan yang dikenal rajin membagikan dividen. Tidak ada salahnya mencari tahu daftar perusahaan yang rajin bagi-bagi dividen untuk tambahan penghasilan kalian.
Risiko 1: Capital Loss
Capital Loss adalah kondisi saat harga jual saham lebih rendah dibanding belinya. Kondisi turunnya nilai saham adalah hal yang wajar terjadi. Jika kalian belum menjual saham yang kalian miliki, seturun apapun nilainya, berarti belum rugi. Tetap tenang adalah salah satu kunci untuk menghindari kerugian dari capital loss.
Risiko 2: Adanya Suspensasi pada Perusahaan
Perusahaan yang mengalami suspensasi saham artinya aktivitas jual-beli saham di perusahaan tersebut dihentikan sementara oleh BEI. Hal ini bisa terjadi jika ada arus aktivitas yang tidak wajar dalam perusahaan, atau perusahaan mengalami masalah yang berkepanjangan.
Hati-hati dengan keberadaan ‘saham gorengan’, yaitu saham yang memiliki valuasi rendah tapi memiliki nilai yang tidak wajar karena ulah oknum yang memainkan harga saham tersebut.
Risiko 3: Likuidasi Perusahaan
Likuidasi atau kebangkrutan perusahaan adalah salah satu risiko yang bisa dialami oleh seorang investor saham. Saat perusahaan bangkrut dan dilikuidasi, perusahaan diwajibkan membayar kewajiban atau utang-utangnya terlebih dahulu sebelum memberikan porsi sisa hartanya yang tersisa kepada pemegang saham. Itulah kenapa sangat penting untuk mencari tahu secara berkala kondisi perusahaan sebelum memutuskan untuk membeli saham.
Setelah mengenal peluang dan risiko investasi saham, bukan berarti perjalanan kalian selesai. Jangan pernah bosan untuk mencari tahu ‘aliran seni’ saham kalian. Caranya tentu dengan banyak membaca atau mendengarkan pengalaman investor lain. Nah yang terpenting jangan lupa untuk praktik!
Sharing yuk pengalaman kalian yang udah investasi saham. Semoga bisa bermanfaat untuk pembaca di sini. Wassalamualaikum.
Aku belum pernah ikut investasi di manapun, Mbak. Hehe salut buat semuanya yang udah berani berinvestasi. Semisal punya uang lebih, kayaknya aku pengen investasi dalam hal-hal yang nyata aja, semisal bikin kost-kostan, xixxii.
BalasHapusIya emang pilihan tiap orang berbeda. Aku juga baru belajar soal investasi. Masih memilih yang aman dulu sementara ini
HapusKesadaran untuk investasi makin menggeliat belakangan ini ya Mba
BalasHapusSemacam 'berkah terselubung' pandemi sih
karena kita jd aware utk persiapkan masa depan ya
Anak muda justru yang berani mengambil keputusan untuk investasi. Aku aja termasuk telat dibanding anak sulung saat ngambil keputusan investasi Reksadana, hehee
HapusAku belum paham tentang saham2 kayak gini dan sampai saat ini belum pernah berinvestasi hehehe :) Tapi makin banyak millenials yang tertarik dan rajin mempelajarinya dengan baik. Mempersiapkan sejak dini memang bagus, buat masa depan diri sendiri dan anak2 itu harus tentunya. TFS mb Wati.
BalasHapusMemang harus banyak belajar dulu, sebelum memutuskan untuk investasi saham atau Reksadana.
Hapusaku harus banyak belajar dan mendalami berbagai isu terkait peluang dan resiko investasi saham supaya benar - benar paham
BalasHapusinformasi penting bagi yang ingin berinvestasi saham, untuk mengetahui peluang dan risikonya dengan baik
BalasHapusMakin banyak yang investasi ke saham ya...Dan emang harus tahu ilmunya sih..biar tercapai tujuannya investasi..
BalasHapusHihihi, kalo diajakin ngomongin investasi saham aku udah ngeblank duluan niiih. Minim banget wawasanku tentang saham. Tapi boleh deh tulisan ini membantuku untuk nambah wawasan ttg saham. Thank youuu.
BalasHapusJujur selama ini aku ngga paham sih tantang investasi saham.. setelah baca tulisan ini jadi lebih paham sih.. jadi tak kenal maka harus mengenali dulu ya terus pahami risikonya juga
BalasHapusSaya masih agak takut main saham. Malah anak saya duluan yang sekarang sedang main saham hehehe
BalasHapusJadi inget drakor Start-Up soal investasi ini. Investor nggak mau ngasih dananya sembarangan kalau nggak balik modal juga. Buat pemula bisa nih cari pengalaman berinvestasi dan dapat seninya.
BalasHapusMasih worry untuk berinvestasi dengan saham karena belum mengerti aturan mainnya hehe jadi sekarang masih main reksa dana yang lebih simpel
BalasHapusTeman kantor saya ada yang investasi saham, buat persiapan kalau pensiun katanya. Awalnya bilang sering rugi, mungkin karena masih "emosional" ya, pengen dapat untung cepat-cepat, eh malah merugi. Di tahun ke tiga, katanya baru deh mulai menikmati keuntungan
BalasHapuswah wah lengkap sekali mbak panduan dalam berinvestasi
BalasHapusaku mau pelajari benar-benar ah, soalnya aku juga ingin mulai investasi saham
meski masih belum berani 100% sih
Saat ini memang berinvestasi itu menjadi hal yang suatu menjanjikan tapi kita juga harus bisa lihat mengenal dipakai mana pasar modal supaya kita tidak rugi
BalasHapusInvestasi saham memang baiknya untuk jangka panjang ya, Mbak. Aku sempat stres karena invest di reksadana saham pas anjlok huhuhu. Ternyata aku kurang ilmu euy harusnya sabar aja ya nunggu naik lagi.
BalasHapusbener mbak sebelum memulai kita harus tau dulu seluk beluknya jadi tau peluang dan risiko yang akan dihadapi supaya gak kaget ya.
BalasHapusKalau tekut Insya Allah mudah ya mbak mempelajarinya
Betul sekali mbak, jangan sampai kita investasi malah jd gak tenang. Sebaiknya saat pilih instrumen investasi jgn hanya sekadar ikut trend tapi pilih yg kita ketahui betul2 menguntungkan utk kita di masa yang akan datang ya mabk? Apalagi kaalu inves saham kudu bener2 dipertimbangkan sekali
BalasHapusSaham mmg jenis investasi yg high risk. Tp jg high return kalo bs paham dg metode fundamental n analitikalnya. Sy pribadi lbh mlh belajar di reksadana aja spy aman. Hihi
BalasHapusInvestasi saham ini kayanya menggiurkan banget ya mak, tapi kita mesti bener bener paham dulu cara mainnya sebelum bener bener nyemplung yaaaa
BalasHapusKak, aku mau tanya doonk..
BalasHapusJadi kan intinya saham itu naik dan turun. Apakah perlu segera memindahkan investasi kalau dirasa perusahaannya mengalami gonjang-ganjing?
Sebelum kejadian kan...
Dulu Bapak rahimahullah rajiiin banget memantau pergerakan harga saham ini.
Aku jadi amaze dan ada rasa ingin tahu juga, jadinya...
Saya juga masih belajar terus soal saham ini soalnya ada beberapa pemahaman yang masih belum sempurna di kepala saya. Apalagi ini sampai pada pembahasan likuidasi.
BalasHapusAku belum berani ke saham masih mak, masih yang konservatif banget wkwkw. Tapi walau dulu pernah belajar gitu tetap saja kadang butuh keberanian mencoba investasi agresif
BalasHapusSama nih kayak Echa, aku juga belom berani terjun. Soalnya pengetahuan masih minim. Padahal sebenernya kepengen deh. Kudu banyak belajar dulu ya.
BalasHapusAnak millenial zaman now udah mulai melek investasi saham.
BalasHapusDulu ngiranya saham cuma buat orang berduit banyak.
Eh, sekarang jadi investor bisa dengan duit ratusan ribu.
Sekalian belajar nabung jangka panjang.
Sebetulnya kondisi saham yang belum stabil seperti sekarang cocok buat investor yang pengen beli saham buat jangka panjang.