Laman

  • Beranda
  • Jalan-jalan
  • Inspirasi
  • Review
  • Disclosure
  • About Me
  • Achievement

22 Jan 2017

3 Film, 3 Genre, 3 Cerita Yang Paling Mengesankan


www.hidayah-art.com

Assalamualaikum. Ada 3 Film, 3 Genre, 3 Cerita Yang Paling Mengesankan menurut hidayah-art.com. Nonton film udah nggak bisa dihitung, saking banyaknya. Dan sejak kecil juga udah sering diajakin nonton sama Bapak. Ketemu jodoh juga laki-laki yang hobinya nonton. Saya yang gila baca, tertular juga sama hobi suami. 

Kalo ditanya film apa yang paling mengesankan? Hmmm, lumayan juga mikirnya. Ada lebih dari hitungan jari tangan yang saya miliki, jumlah film yang paling mengesankan.  Namun karena #KampusFiksi 10Days Writing Challenge adalah menuliskan 3 film yang paling mengesankan, saya pun menulis di sini.

Dan ketiga film berikut ini mampu meninggalkan kesan dan kenangan yang hingga sekarang pun saya bakal pengen menontonnya lagi.

Tiga Film Yang Paling Mengesankan :

1. The Ramen Girls


Film ini bercerita tentang gadis Amerika yang menyusul kekasihnya di kota Tokyo. Abby yang diperankan dengan sangat apik oleh Brittany Murphy, sangat memuja kekasihnya. Ia sangat sock saat menyadari bahwa kekasihnya sekali lagi menghindarinya dengan menerima pekerjaan di Osaka. Dan ia tak ingin Abby mengikutinya. Abby yang merasa kacau di lantai 2 apartemennya, melihat kedai ramen di seberang. Ia pun mendatangi kedai untuk memesan makanan. 

Pemilik kedai, Maezumi (diperankan oleh Toshiyuki Nishida) merasa kasihan dan memberikan semangkuk ramen gratis. Abby merasa tertarik karena semangkuk ramen telah membuat hatinya berubah bahagia. Ia penasaran dengan resep ramen dan ingin belajar pada Maezumi. Tentu saja niat Abby ditolak mentah-mentah. Namun Abby tak patah semangat. Setiap pagi ia mendatangi kedai dan melakukan semua perintah Maezumi.

Melihat ketekunan gadis Amerika, Maezumi pun mengajarkan cara memasak ramen. Resepnya bukan sekedar bumbu rempah untuk masakan ramen. Namun juga segenap perasaan dan bahkan tetesan air mata. Shensei dan muridnya ini aslinya tak pernah nyambung dalam komunikasi. Mereka beradu mulut, dengan bahasa masing-masing. Namun sesungguhnya Maezumi yang punya sifat keras dan disiplin, punya hati yang baik. 

Film tentang masakan selalu bikin saya terpesona. The Ramen Girl termasuk film yang populer. Brittany Murphy mampu memerankan gadis Amerika yang patah hati namun penuh semangat. Film ini juga menyuguhkan kisah penuh emosi, kekerasan dalam tanda kutip, dan disisipi sedikit humor.

Hadirnya sosok lelaki baru dalam hidup Abby memberi warna baru. Namun kehadiran Toshi yang diperankan oleh So Hee Park, membuatnya kembali menelan pil pahit. Ia tak ingin mengalami kisah serupa dengan kekasihnya yang dulu. Ditinggalkan kekasih karena mengejar karir di lain kota bakal membuatnya patah hati untuk kedua kalinya. 

Hmm, saya sih nggak menyangka kalo film ini happy ending. Kalian sendiri udah nonton The Ramen Girl? Karena saya juga baru melihat film ini sekitar dua tahun lalu. Hihii, telat banget ya.

2. A Walk To Remember

Salah satu film yang diadaptasi dari novel karya Nicholas Sparks ini bikin saya termehek-mehek. Saya mengingat film ini juga menjadi tontonan pertama kali usai melahirkan si bungsu. Dua tahun saya absen nonton film. Ngurus dua anak, masih kerja, bagaikan roller coaster saat itu. Apalagi paksuami juga kerja luar kota. Praktis deh kami LDR dan saat ketemu menjadi waktu yang berharga.

Makanya waktu minggu pagi diajakin nonton, saya langsung mengiyakan. Dan karena nonton tanpa rencana, kami pun sembarang aja membeli tiketnya, hahahaa.

Film ini bercerita tentang putri seorang pendeta, Jamie Sullivan (Mandy Moore) yang berkenalan dengan siswa paling nakal di college. Shane Wests memerankan Landon Carter dengan apik. Jamie menjadi teman bagi Landon yang mendapat hukuman karena melanggar aturan sekolah.

Film yang dirilis sekitar tahun 2002 ini merupakan drama romantis. Ketulusan hati Jamie seakan bertabrakan dengan sifat jahil Landon. Mereka menjadi makin akrab saat teman-teman Landon menjahili Jamie. Landon memilih meninggalkan teman-teman akrabnya selama ini. Ia tak tega menyaksikan sikap kasar yang ditujukan pada Jamie. 

www.hidayah-art.com


Jamie yang merasa Landon telah berubah, mengakui tentang sifat protektif sang ayah. Pendeta Sullivan sangan menjaga Jamie karena penyakit yang dideritanya. Jamie sudah lama menderita luekemia. Bahkan ia sejak lama berhenti merespon pengobatannya. Bukannya lari dari Jamie, Landon justru makin melindunginya. Bahkan memberikannya hadiah berupa teleskop dan melamarnya.

Di sini saya udah mulai larut dengan cerita yang menyedihkan. Pernikahan yang harusnya hari bahagia, menjadi duka. Pendeta Sullivan yang memimpin upacara pernikahan dengan teman dan keluarga mereka. Tak lama setelah menikah dan pada musim panas, Jamie pun menyerah pada takdir. Leukemia telah merenggut kehidupannya. Meninggalkan Landon yang larut dalam duka karena kehilangan gadis yang memiliki hati tulus dan pemaaf.

Ahhh, Mandy Moore sangat bagus main dalam film ini. Ia mampu memerankan sosok putri pendeta yang rapuh namun penuh semangat. 

3. A Time To Kill

Sejak kenal pertama kali novel karya John Grisahm, saya langsung jatuh cinta. Hingga detik ini saya masih terus memburu novel yang belum ada di rak buku di rumah. Apalagi waktu saya tahu banyak novel Grisham yang difilmkan. Wah, saya jadi ketagihan nonton film-film adaptasinya. Salah satu yang paling berkesan dari novel adaptasi Grisham adalah A Time To Kill.

Aktor ganteng Matthew McConaughey memerankan Jake Brigance. Pengacara muda yang sangat bersemangat. Ia menjadi pengacara Carl Lee yang telah membunuh dua pemuda kulit putih yang sudah memperkosa anak perempuannya. Teror demi teror dari Ku Klux Clan mengganggu keseharian Jake. 

Jake kehilangan rumah, suami asistennya pun meninggal karena teror dari keluarga dan teman dua pemuda itu. Bahkan partnernya pun diculik dan ditelanjangi. Ellen yang diperankan oleh Sandra Bullock menjadi korban teror yang terakhir dan membuat Jake semakin kacau. 

Kelihaian Jake dengan timnya, Ellen Roark, mahasiswi hukum yang jenius dan ambisius, serta sahabat karibnya, Harry Rex (Oliver Platt), berusaha mati-matian. Mereka berjuang agar mampu mengalahkan jaksa penuntus Rufus Buckley yang diperankan oleh Kevin Spacey. Aktor ini sangat piawai memerankan sosok antagonis yang terkenal licik dan haus dengan publisitas.

Dari sekian karya Grisham yang diadaptasi menjadi film, A Time To Kill menjadi satu-satunya yang berhasil. Eh tapi ini menurut penilaian saya loh. Kalo kalian punya pilihan lain ya silahkan. Bebas yak!

www.hidayah-art.com

Namun saya sudah terpikat dengan akhir film ini saat Jake bermonolog dengan mengutarakan pandangan akhirnya dalam ruang sidang. Setiap orang yang berada di dalam ruan sidang tertegun dan tergugah mendengar setiap kata yang terucap dari mulut Jake. Aktor ganteng itu mampu memerankan perannya sebagai pengacara yang lelah fisik dan mentalnya namun tetap optimis. Suaranya bergetar dengan tatapan mata yang tampak pasrah, mampu membuat pendengarnya larut dalam suasana kesedihan.

Missisipi pada masa itu memang rentan dengan masalah rasial, antara kulit putih dan keturunan Afrika. Dan Sutradara Joel Schumacher piawai sekali mengarahkan para pemainnya dalam A Time To Kill.

Hmm, saya pengen sih nulis film yang diadaptasi dari karya Grisham yang lain. Ntar deh saya bikin list dulu, dan semoga bisa menuliskannya di blog ini. 

Nah, kalo saya sih Tiga Film Yang Paling Mengesankan itu memang bener-bener menjadi hiburan yang spesial. Tiga Film, Tiga Genre, Tiga Cerita Yang Paling Mengesankan sekali bagi saya. Kalo kalian, apa film yang paling mengesankan? Apakah sama dengan pilihan saya? Yuk cerita ya. Wassalamualaikum.
#10DaysKF #Day5 #10DaysWritingChallenge
Photo dari : wikipedia.org

14 comments :

  1. a walk to remember memang bagus banget..bikin nangis

    ReplyDelete
  2. Aku juga suka a walk to remember. sampai terbawa2 ke mimpi pas habis lihat film itu Mbak

    ReplyDelete
  3. Pecinta film barat ya, Mbak? ^_^

    ReplyDelete
  4. A walk to remember masih jadi favorit sampai sekarang. ^_^

    ReplyDelete
  5. Filmnya bagus2 emang. ^_^ Yang Ramengirl belum nonton nih. ^_^

    ReplyDelete
  6. Hahah kok saya belum nonton semua nya yaaaa...
    *mau download dulu*
    *penasaran*

    ReplyDelete
  7. aku malah belum nonton a walk to rememmber hehehhe jadi penasaran

    ReplyDelete
  8. Aku suka banget deh itu a walk to remember dulu di tv kabel bulak balik diputer tetep aja kutonton bagus soalnya, biasanya diputar di bulan februari 😀

    ReplyDelete
  9. The Ramen Girl aku blm nonton, ga updet deh eike...hihihi. kayaknya bagus yaa...hunting, ah. 😀😂

    ReplyDelete
  10. Yeaayy. A walk to remember memang juarak. Toss mba wati. Kpn2 pengen liat ramen girl jg ah. Keknya bagus juga ya...

    ReplyDelete
  11. wah dari semua film itu nggak ada yang pernah kutonton. soalnya nggak terlalu suka sama film romance sih...

    ReplyDelete
  12. Aku blm pernah nonton ramen girl deh keknya.. Jd penasaran..

    ReplyDelete
  13. Aku kuliah nonton yg ramen girl, awalnya karena ngepoin acting britani murphy sebelum meningga kayak apa..
    Suka pas adegan kerja keras ngambil hati tukang kede ramennya. Di situ aku jadi tau bsgian2 penting isian ramen #terus kebsyang yg warna pink2 itu ga tau apa haha

    ReplyDelete
  14. Aku ini suka nonton tapi jarang nomton Mbak. Dan semua film di atas belum pernah notnon. Dari cerita Mbak Wati aku kok suka yang Ramen Girl ya. Filmnya terselip keberagaman gitu. Meskipun roang Amerika tp mau belajar buat ramen.

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...