Laman

  • Beranda
  • Jalan-jalan
  • Inspirasi
  • Review
  • Disclosure
  • About Me
  • Achievement

20 Jan 2016

Waspada Banjir Ketika Musim Hujan Mulai Berkunjung


www.hidayah-art.com
Tlogsari raya saat belum diperbaiki

Semalam saat nulis sampai pukul sebelas, terdengar suara berisik dari depan rumah. Semakin didengar kok makin ramai, tapi mau ninggalin tulisan juga sayang. Karena inet malam itu lancar jaya, hahaha. Tapi penasaran mengalahkan segalanya, jadi saya pun ke depan. Mengintip dari jendela, terlihat air menggenang di jalan depan rumah. Waduuuh, mesti waspada banjir ketika musim hujan mulai berkunjung.

Iya nih, hujan udah mulai sering berkunjung di daerah saya. Hujannya sih enggak sampai seharian, tapi karena deras mengguyur bumi jadi langsung aja banjir.

Cuma tipe banjir di rumah yang saya tempati itu seperti air yang numpang lewat. Ntar begitu hujannya reda, banjir pun lenyap. Hanya meninggalkan sampah yang terangkut saat air luber mencari tempat rendah.

Masalahnya, setelah jalan samping rumah ditinggikan, banyak warganya kebanjiran. Karena rumahnya sekarang lebih rendah dari jalan. Kasihan kaaan?!

Rumah saya sih karena baru direnov tahun 2010 (saat mau pindahan), dan lantai juga sudah ditinggikan, enggak kena dampak banjir. Air banjir belum sampai menyentuh lantai teras.

Namun tidak demikian dengan tetangga samping kiri dan beberapa rumah yang lain. Air banjir langsung saja masuk tanpa permisi. Tandon air pun ikut kemasukan air yang kotor kecoklatan. Duhhh, pening deh beliau.

Pagi hari baru lah diketahui akar permasalahannya. Ternyata pavingisasi jalan samping rumah saya tidak sama tingginya. Atau paling enggak, jalan yang menjadi hilir arus banjir itu harusnya lebih rendah dari yang hulu. Ini sih enggak, malah lebih tinggi. Tentu saja bagian hilir kering, bagian hulu banjir sampai betis. Kondisi yang aneh.

Apakah penghuni yang kebanjiran ngomel? 

Tentu saja, karena sebelum jalan ditinggikan emang kena banjir, tapi nggak sampai masuk rumah. Ya iyalah, sekarang rumahnya lebih rendah dari jalan.

Dari perbincangan para ketua RT, memang seharusnya pavingisasi itu harus mentaaati aturan dan kebersamaan. Trus lagi, si tukang yang ngerjain juga salah. Masa sih daerah hilir lebih tinggi?! 

Entahlah gimana penyelesaian masalah ini. Apalagi hujan bakal mulai rajin berkunjung. Kalo hujan tak lebih dari tiga jam dengan curah yang tinggi berulang terjadi, pasti kejadian semalam bakal berulang lagi.

Dan pemandangan menjemur kasur, karpet, sepatu serta sofa bakal terulang juga. Belum lagi ketambahan pekerjaan menguras ruang tamu atau kamar yang kemasukan air banjir, makin capai deh jadinya.

Sebenarnya alasan pavingisasi sekaligus meninggikan jalan itu untuk antisipasi menghadang banjir kiriman. Daerah perumahan Tlogosari yang berada di depan sungai (Tlogosari raya) sudah beberapa bulan lalu ada pekerjaan normalisasi sungai. Di samping itu juga ada peninggian dan pelebaran jalan, serta bikin sodetan baru di beberapa tempat. 

Pekerjaan yang menelan biaya entah berapa milyar tersebut telah selesai. Warga bagian utara perumahan sudah menikmati hasilnya. Sekarang kalo banjir, enggak ngendon lama kayak dulu. 

www.hidayah-art.com
Tlogsari Raya usai dibenahi, tidak banjir lagi


Jadi yang salah bukan karena peninggian jalan dekat sungai, mereka toh sudah ada konsultan pengawas. Banjir yang menjadi dampak peninggian jalan samping rumah, karena tidak adanya koordinasi antara pengurus RT dengan warga dan ahli lingkungan. Jadi si tukang kerja tinggal kerja, tanpa ada pengawasan dari ahlinya.

Nah, Pak RT kami segera menghimbau warga agar waspada banjir ketika musim hujan mulai berkunjung. Terutama rumah yang masih rendah dan disinyalir bakal kedatangan tamu tak diundang lagi. Solusinya bisa bikin bendungan di pintu masuk. Solusi ini untuk sementara waktu aja. Masa iya kami mesti ikut meninggikan jalan juga? Kasihan lah warga yang enggak punya dana untuk ikut-ikutan meninggikan lantai rumahnya, agar lebih tinggi dari jalan. Ini sih namanya lomba meninggikan lantai. Yang punya materi lebih yang menang. Duuuh, bikin sedih lihat kondisi ini.

Wassalamu'alaikum.

16 comments :

  1. pavingisasi penting juga ternyata ya mb wati...tapi bener juga sih, setidaknya ga begitu becek

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, tapi tetap harus mmeperhatikan faktor lingkungan, enggak asal pavingisasi

      Delete
  2. Kaligawe juga langganan mbak..kalo abis ujan deres males deh kekampus hehehhe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku dulu kalo hujan yo males kerja, enak mlungker di rumah

      Delete
  3. sejak tinggal di tempat sekarang sy udah 4 kali kebanjiran biasanya karea tanggul jebol :(

    ReplyDelete
  4. kasihan warga yang dananya terbatas buat menanggulanginya ya, mbak. Muda-mudahan ada solusi yang lebih ringan dan memudahkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Solusinya ya mesti bongkar paving, trus bagian yg hilir dikurangi ketinggiannya, repot deh

      Delete
  5. jangan sampai kena banjir huhuhu..kebayang gimana riwehna kalo banjir

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, jangan sampai deh. Ngelihat tetangga jemur segala macam yg kena banjir aja kepalaku pusing, hihii

      Delete
  6. Rumah mb Wati rawan banjir to? Tlogosari memang daerah rendah kayaknya ya...apalagi ada sungai juga di tengah2nya itu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tempatku sih aman banjir cuma numpang lewat. Hujannya berhenti, banjirnya juga ilang. Yg semalam itu krn salah bikin jalan aja, jadi air susah surut.

      Delete
  7. Dulu waktu saya tinggal sama mertua di Mlatiharo (Raden Patah) air yang masuk hanya berjarak satu kilak dari bibir tempat tidur mbak Wati, makanya saya terus nyari rumah di wilayah Banyumanik saja :)

    * Saya sering kesulitan buka blog mbak Wati, sejak kemarin baru pagi ini bisa kebuka :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sih mlatiharjo itu sejak dulu daerah banjir, kalo rumahku ini belum pernah banjir makanya kaget kok tiba-tiba jalan depan rumah udah setinggi 40cm, untung rumahku tinggi.

      Itu disisipi iklan kalo sama pihak hostingnya, yg nyewain domain. Mau aku ganti bulan februari nanti. makasih ya mbak

      Delete
  8. waduh, kasihan yg punya dana trbatas ya mak, smoga ada solusinya deh, amin

    ReplyDelete
  9. Di sini sering banjir pas di jalan raya saat hujan. Kalo rumahku gak lepas dari yang namanya bocor -,-

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...