Laman

  • Beranda
  • Jalan-jalan
  • Inspirasi
  • Review
  • Disclosure
  • About Me
  • Achievement

23 Jan 2016

Cublak Cublak Suweng, Dolanan Anak-Anak Yang Sarat Makna


www.hidayah-art.com
Gambar diambil dari sini

Cublak cublak suweng

Cublak cublak suweng
Suwenge ting gelenter
Mambu ketundhung gudel
Pak empng lera lere
Sapa ngguyu ndelikkake
Sir sir pong dhele kopong
Sir sir pong dhele kopong

Siapa yang pernah dolanan ‘cublak cublak suweng’? 
Yang pada ngangkat jari, kalian satu angkatan sama saya. Iyaaa, kalian seumuran lah sama saya. Jangan bilang kalian masih abegeh a.k.a. Angkatan babe gueeehh. Saya yakin deh, yang baca tulisan ini banyak yang kenal dolanan cublak cublak suweng. Kecuali yang saat ini masih berseragam abu-abu. Yang masih unyu-unyu gituuu. Eh tapi ngaku pernah dolanan cublak cublak suweng enggak dosa kaliiii, namanya juga dolanan yang bikin hati senang. Iya kaaaan? Apalagi, cublak cublak suweng itu kan dolanan anak-anak yang sarat makna.  

Masa kecil saya dan adik kelas beberapa tahun dibawah, masih mengandalkan permainan di luar rumah. Permainan yang sering mengandalkan gerakan fisik, kadang bercampur emosi dan kerja sama. Seluruh tubuh, juga hati ikut bermain dalam dolanan tradisional. Itulah sebabnya dolanan masa kecil sering dimainkan di luar rumah.

Namun, cublak cublak suweng ini bisa dimainkan di  dalam rumah. Jaman saya masih kecil pula, permainan anak-anak masih sangat alami dan menjunjung tinggi tradisi serta nilai kelokalan. Dolanan anak-anak masa kecil dulu, sering memiliki makna atau petuah kebaikan. Banyak yang mesti dimainkan bareng teman-teman, enggak bisa sendiri. Termasuk dolanan cublak cublak suweng ini yang harus dimainkan lebih dari tiga anak. Lebih banyak bakal lebih seru. Paling enggak ada 5 atau 7 pemain. Boleh anak perempuan, laki-laki saja atau campur.

Saya masih ingat saat memainkan cublak cublak suweng bersama tetangga yang juga teman sekolah. Salah seorang yang kalah suit/pingsut/hompimpah, akan tengkurap. Orang Jawa menyebut "dadi" pada anak yang kalah dalam pingsut/hompimpah.

Selama permainan, salah satu anak menjadi simbok. Dia yang memimpin acara, dengan menyanyikan lagu cublak cublak suweng diiringi suara pemain lain. Telapak tangan semua pemain menghadap ke atas dan meletakkannya di punggung teman yang tengkurap. 

Sementara Simbok yang memegang kerikil atau benda kecil lainnya, mengedarkannya pada semua telapak tangan para pemain. Sesekali tangan simbok akan menekankan kerikil pada tangan salah seorang pemain. Maksudnya tentu untuk mengecoh teman yang tengkurap.

Nantinya, saat lagu tiba pada : 

Pak empong lera lere -----> semua tangan pemain akan menggenggam. 

Pada saat ini, simbok akan menitipkan kerikil pada salah seorang pemain.

Kemudian saat lagu sampai pada :

Sir sir pong dhele kopong -----> semua pemain mengangkat tangan yang masih dalam posisi menggenggam. Sementara jari telunjuk digerak-gerakkan seperti tengah memotong sesuatu.


Semua pemain masih menyanyikan lagu dolanan, sampai pada :

Sir sir pong dhele kopong, syair yang kedua, si anak yang kalah atau 'dadi' akan bangkit dan duduk. Dia harus bisa menebak siapa temannya yang menggenggam kerikil.

Nah, kalo tebakannya salah, dia kalah dan harus tengkurap lagi. Tentu saja teman-temannya akan memainkan dolanan cublak cublak suweng hingga dia bisa menebak dengan benar. 

Tapi kalo dia mampu menebak dengan benar, yang memegang kerikil berarti kalah. Dan akan menggantikan posisi teman sebelumnya dengan tengkurap. Dolanan cublak cublak suweng pun terus dilanjutkan hingga semua sepakat ingin berhenti.

Permainan yang menyenangkan dan tak pernah melelahkan ini selalu bikin kami semua tertawa. Menertawakan yang kalah karena gagal menebak itu jadi hiburan tersendiri. Sementara yang kalah tentu saja gemas, karena bingung, pemain mana yang menggenggam kerikil.

Dia harus pintar melihat lewat genggaman tangan, atau mimik wajah temannya. Ada yang tak mampu menahan tawa karena dia merasa menggenggam kerikil. Ada juga yang pura-pura tertawa, sambil tangannya meliuk-liuk seakan menyembunyikan kerikil.

Kalo saya yang kebagian memegang kerikil, sering susah menahan tawa. Makanya saya jarang dikasih kerikil sama Simbok, hahaha.

Ternyata Dolanan 'Cublak Cublak Suweng' ini memiliki makna yang bagus. Syair lagunya diciptakan oleh Sunan Giri. Salah seorang Walisongo ini menginginkan dolanan anak-anak yang memiliki arti dan mengajarkan nilai-nilai kebaikan.

Makna Dolanan Cublak Cublak Suweng sebagai berikut :

Cublak Suweng : Tempat suweng

Suweng adalah perhiasan anting-anting yang dipakai di telinga wanita. Makna cublak cublak suweng artinya adalah tempat harta berharga.

Suwenge teng gelenter

Artinnya suweng yang berserakan. Makna yang terkandung adalah, harta sejati itu bisa berupa kebahagiaan. Sebenarnya harta kebahagiaan ini bisa ada di mana saja, berserakan di seputar manusia yang hidup di dunia.

Mambu ketundhung gudel

Mambu artinya Bau, sementara ketundhung adalah Dituju, dan gudel artinya Anak Kerbau. Makna dalam kalimat tersebut, banyak orang berusaha mencari harta sejati. Bahkan ada orang-orang bodoh, yang diibaratkan 'gudel', mencari harta dengan nafsu, ego, tak memedulikan dengan kepatutan. Sehingga seperti saat ini, korupsi ada di mana-mana dan tak memedulikan rasa malu. Semua hanya meraih kebahagiaan sejati yang semu.

Pak empo lera lere

Pak empo artinya Bapak ompong, dan lera lere artinya menengok ke kanan dan ke kiri. Maknanya adalah, orang yang bodoh mirip orang tua yang ompong yang kebingungan. Meski hartanya sudah berlimpah, ternyata bukan harta yang berkah. Dan harta yang tidak berkah tentu saja tak mampu membawa kebahagian sejati.

Sopo ngguyu ndhelikake

Sopo ngguyu artinya siapa yang tertawa. Dan ndhelikake artinya dia yang menyembunyikan. Makna syair ini menggambarkan, orang yang bijaksana lah yang menemukan harta sejati atau kebahagiaan hakiki. Dia akan tersenyum, semeleh atau sabar dan ikhlas dalam menjalani kehidupan apapun kondisinya. Dia tidak kemaruk, atau serakah. Dia bahkan tidak iri dengan yang dimiliki orang lain karena hidupnya sudah bahagia.

Sir sir pong dhele kopong

Sir artinya hati nurani. pong dhele kopong artinya kedelai yang kosong. Makna syair ini adalah hati nurani yang telah kosong. Artinya untuk meraih kabahagiaan sejati, orang harus melepaskan diri dari kecintaan pada harta duniawi, rendah hati, menghormati sesama dan mengasah nuraninya dengan kebaikan.

Makna lagu dolanan cublak cublak suweng ini bisa diartikan, bahwa mencari harta jangan menuruti hawa nafsu. Tetapi kembali pada nurani yang suci, agar tidak tersesat jalan hingga melupakan akhirat kelak.

Dalem banget maknanya ya. Dulu tiap kali simbah bercerita, saya selalu terdiam mendengarkan. Suara simbah yang menuturkan dalam alunan pelan namun tegas, seakan menyampaikan petuah dari Sunan Giri yang mengajarkan nilai-nilai Islam dan Jawa. Nilai-nilai yang banyak banget telah dilupakan oleh banyak generasi penerus di negeri ini.

Saat anak-anak masih kecil (10 hingga 15 tahun yang lalu), saya sering mengajak mereka bermain dolanan ini. Sayang saya jarang mengambil foto saat mereka dolanan. Suara cekikikan si bungsu karena mendengar syair bahasa Jawa, sering bikin kakaknya ikut tertawa. Biasanya mereka dolanan bareng anak tetangga yang ke rumah. Rumah jadi seru dengan gelak tawa ank-anak ini.

Nah, ajak yuk anak-anak bermain dolanan 'Cublak Cublak Suweng', pasti rumah akan berhiaskan tawa. Kelak dengan bertambahnya usia, bisa juga sambil diselipi cerita tentang makna syair lagu Cublak cublak suweng ini.


"Tulisan ini diikutkan dalam Giveaway Permainan Masa Kecil yang diselenggarkan oleh Mama Calvin dan Bunda Salfa"



21 comments :

  1. Aku paling males kalo pas jadi anak yang tengkurep terus...bikin pusing kepala..hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, gak enak... kalo aku susah napas, males banget ya, hahaha

      Delete
  2. ternyata lagu sesederhana ini sarat makna ya.. terima kasih utk sharingnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apalagi kalo yang cerita simbah, wah terasa banget maknanya, mbak

      Delete
  3. aku juga suka mbak cublak2 suweng...memang sarat makna y

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo main ini suka ingat cerita simbah putri, mba

      Delete
  4. walau waktu masih kecil aku gak ngerti bahasa jawa tapi permainan ini juga sering dilakukan. Terima kasih ya mbak sudah berpartisipas

    ReplyDelete
  5. Permainan waktu kecil memang menyenangkan.

    ReplyDelete
  6. ahaha aku dulu juga mainan ini, seruuuu :D

    ReplyDelete
  7. Dulu sering mainan cublak suweng walaupun gak paham artinya, hehehe

    ReplyDelete
  8. Permainan cublak suweng mirip dengan hom pim pah ya? Aku belum pernah main ini waktu kecil dulu, tapi kalo hom pim pah sering maininnya..

    ReplyDelete
  9. Suka mainan ini. Kalau pas mati lampu dan pas liburan kalau nggak eptak umpet,jamuran, atau dakon.

    ReplyDelete
  10. Saya juga suka rafting mbak, bikin teriak2 lepas. Dulu pas blm nikah sering, tapi semenjak menikah blm pernah lagi.

    ReplyDelete
  11. Jadi kita seumuran dong mbak Wati hehe

    Ingat dulu waktu main ini ada teman yang nangis karena selalu gagal menebak siapa yang bawa kerikil :)

    ReplyDelete
  12. saya bukan orang jawa, tapi sering banget denger permainan ini, teman saya sampai hapal. Versi ibu saya tentu mainnya diatas punggung dan pakai bahasa ibu

    ReplyDelete
  13. Aku dulu suka mainan ini, tapi sekarang kayanya udah gak ada lagi yang mainan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener emang aku juga jarang menjumpai anak-anak main ini

      Delete
  14. Iya yaaa.. dulu kalo kita yang kebagian ngumpetin batu pasti gak tahan suka senyum2, jadi ketahuan deh hihi

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...