Laman

  • Beranda
  • Jalan-jalan
  • Inspirasi
  • Review
  • Disclosure
  • About Me
  • Achievement

8 Dec 2015

Nemu Mie Ramen Yang Cocok Dengan Selera Dan Dompet di Salatiga

Mie Ramen lezat dan murah di Salatiga
Makanan import mulai merambah negeri ini. Mungkin bagi sebagian orang yang memiliki lidah penjejalajah rasa, mencoba kuliner baru memiliki sensasi tersendiri.  Berkenalan dengan aroma baru dan rempah asing. Mengulik rasa, mencecap nikmat yang masih asing, bagai petualangan yang menyenangkan.

Tetapi, tak semua indra perasa punya selera yang sama. Itu lah gunanya lidah sebagai pencecap rasa. Ada yang menikmati makanan lokal, namun ada pula yang lebih suka makanan dari belahan bumi bagian lain.


Interaksi, urbanisasi, dan komunikasi global pun menciptakan peluang bagi pengusaha kuliner untuk merambah ke berbagai negeri. Saat ini makin mudah dijumpai kuliner dari berbagai negara di satu tempat di belahan bumi. 

Seperti di negeri kita yang wellcome banget dengan invasi rasa dari negeri lain. Dengan tradisi bumbu dan rempah yang berbeda, hadir menawarkan rasa yang tentu saja masih asing dengan lidah lokal. Namun kehadiran kuliner baru ini mampu menggugah keingintahuan penikmat rasa. Penasaran seperti apa pengalaman baru mencecap kuliner asing. Karena rasa pun mulai terkontaminasi dengan beragam kuliner yang ingin dicecap.

Bahkan saya pun ikut penasaran bila ada ulasan kuliner yang menarik minat. Juga penampilan yang menggiurkan mata, hingga lidah pun ingin mencecap lebih. 

hidayah-art.com
Gaya dua ponakan yang menggoda menikmati Ekado Ramen

Seperti pengalaman saya mencecap rasa di KAY RAMEN jalan wolter monginsidi di Salatiga. Deretan tempat makan di jalan Monginsidi bak surga bagi pecinta kuliner. Lokasi yang dekat dengan kampus terkenal di Salatiga, makin mengukuhkan wilayah ini sebagai destinasi incip-incip di kota ini.

Sayangnya karena udah menjelang malam, saya cuma bisa pesan Ekadi Ramen yang terlihat segar dengan kuahnya yang bening. Sementara suami memesan Chicken Yakiramen goreng. Kami sama-sama enggak berani mencoba pedas level 5. Cukup lah memilih level 2, karena pengalaman sebelumnya makan di sini dapat pedas level 5. Naudzubillah pedasnyaaa, huaaahhhh.

Kalo pengunjung membludak, bakalan cukup lama menanti sajian pesanan. Tapi tergantung juga sih, kalo sebagian sudah menikmati pesanan mereka, pasti nggak nunggu lama. Kebetulan kemarin saya nggak nunggu lama, cuma seperempat jam. Hidangan tersaji lebih cepat dari yang saya duga. Laptop yang sudah saya nyalain, akhirnya mesti dimatikan lagi. Pikirnya nunggu pesanan saya sambi nulis, ya udah, saatnya menikmati rameeeen.

hidayah-art.com
Chicken Yakiramen

Suami segera mengganyang habis Chicken Yakiramen di hadapannya. Tanpa ampun, tak tersisa hingga piringnya licin. Itu telurnya sebenarnya cuma satu, tapi bisa jadi dobel karena ada mutasi dari piring saya. 

Chicken Yakiramen goreng isinya buanyak. Ada mie ramen, chicken katsu, jagung manis pipilan, jamur, sayuran, dan daging ayam dengan balutan bumbu yang yummy. Porsinya gede, cukup deh untuk orang laki-laki yang doyan makan. Suami aja sampe semlengeran menyantap satu porsi ini. Apalagi dapat transferan telur rebus separo butir dari istrinya, ahhahahaa.

Karena saya udah pernah menikmati Chicken Yakiramen, kali ini pesanan saya adalah Ekado Ramen. 

hidayah-art.com
Kuah Ekado Ramen ini bikin mupeng pasti :D
Saya tertarik mencoba Ekado Ramen karena pernah ngincipi kuahnya sesendok pas makan bareng ponakan dua minggu sebelumnya. 

Kuahnya terasa segar, tidak anyir. Aroma rempahnya pas, rasa kaldunya cocok banget dengan lidah saya yang njawani. *Eh, ada ya lidah njawani, wkwkwkk*

Isiannya hampir mirip dengan Chicken Yakiramen goreng. Ada jagung pipilan, irisan daging ayam, sayuran, jamur, dan tentu saja Ekado goreng yang maknyuss. 

Level pedas yang saya pilih nomor 2, cocok dengan kaldunya yang masih panas membara. Nggak sampe huhuhhahaahhh deh, karena kepedasan. Tapi kalo kalian berani uji nyali, bisa dicoba pedas level 5. Pasti bakalan kelua asap dari lubang hidung dan telinga. Bahkan air mata pun bakal menetes deras, sementara enggak ada kejadian mengenaskan yang menimpa kalian. Semua gara-gara pedas level tinggi di KAY RAMEN SALATIGA.

Saya masih pengen balik lagi untuk yang ketiga kalinya ke tempat ini. Harganya ramah di dompet, rasanya juara banget. Nggak apa dari Semarang disempatkan ke Salatiga demi menikmati Mie Ramen yang menggoda selera ini. Apalagi harganya murce banget, sesuai dengan kantong mahasiswa lah. Harganya mulai dari Rp. 10.000 hingga Rp. 22.000. Yang saya pesan di atas itu untuk Chicken Yakiramen hanya merogoh kocek sebesar Rp. 15.000 sementara Ekado hanya Rp. 17.000. So tasty and worth it!

Alasan lain karena saya masih pengen nyobain Shushi, dan snack lain serta alternatif menu yang ada di sini. Tungguin ya, atau kalo enggak kalian aja yang datang kesini. Dan ceritakan tentang penjelajahan rasanya. Okeeey...

21 comments :

  1. wah enak2 nih menunya...menu ala luar negeri...jadi inget, kemarin saya diminta jadi dosen di IAIN Salatiga dan sempat menikmati kota salatiga sebentar...tpi setelah itu saya mengundurkan diri karena terlalu jauh dengan keluarga... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih ustadz, menu ala luar negeri tapi taste ala lokal, jadi doyan saya :)

      Delete
  2. mie, apapun namanya baik kuah atau goreng memang tiada duanya ya mbak...apalagi ditambah toping macam-macam makin enyaakkk... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setujuuu...ini favorit keluarga kami, mbak :)

      Delete
  3. Wah, harga muraaahh. Lidah Jawa pula. Patut buat dicoba nih kayanya. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo kalo ke Salatiga kabar-kabari, ntar kopdar di sini juga boleh :)

      Delete
  4. Klo dipikir iya juga y mb hidayah, Makanan luar cepet bgt diterima masyarakat kita yg lidahnya suka pnasaran ama menu menu baru ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener sih Nit, karena suka penasaran jadi nyobain, dan kalo cocok dengan selera kita jadi berjubel deh pengunjungnya :)

      Delete
  5. dari kemarin nyari2 ramen yg cocok belum nemu nih mbak, yg enak sewaktu makan ramen d lembang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dulu waktu ke lembang saya kok nggak nemu tempat jual ramen ya, apa karna gak tahu tempatnya gitu, hihii

      Delete
  6. Asiiiiik, bagi dong mie ramennya. Kayak Naruto nih....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Diiih, yang suka komik Naruto, hahahaa
      Ntar kalo dibagi bakalan basi deh, mas.

      Delete
  7. Wah enak nih mbak, aku juga penggemar ramen, klo aku ke bandung pasti ramen ciwalk gak lupa dewh, ntar kapan2 nyoba ah klo lewat salatiga hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Belum pernah nyobain ramen ciwalk, dulu di Bandung makannya penyetan ala sunda sih, hehehee

      Delete
  8. wah ngiler liat ramen nya, trims infonya mba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Duuuh, maaf ya mbak, monggo dicari di tempat mbak, pasti ada kan yaaa :)

      Delete
  9. Replies
    1. Iyaaa, dijamin keringat deras mengucur, kuping dan hidung panas semua.

      Delete
  10. belum pernah nyicipin ramen. kalau rasa jawa brarti pakai kecap ya Mbak. hihihi

    ReplyDelete
  11. Hm... perlu dicoba nih pas ke salatiga

    ReplyDelete
  12. seger maken ramen apalagi lagi mendung gini cuacanya ya mbak

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...