Laman

  • Beranda
  • Jalan-jalan
  • Inspirasi
  • Review
  • Disclosure
  • About Me
  • Achievement

5 Jul 2015

NAUFAL BILANG, AKU ENGGAK MAU SEKOLAH DI LUAR NEGERI



Kemeriahan wisuda si bungsu masih terbayang di ingatan, ketika proses pencarian sekolah tingkat lanjut dimulai. Euforia saat si bungsu dipanggil dalam kelompok siswa berprestasi non akademik masih begitu membuai emaknya ini, hingga harus berpijak kembali ke bumi. 





Aihhh...mengapa mesti ada proses seleksi untuk mendapatkan sekolah? Mengapa enggak lanjut langsung aja ke sekolah tingkat lebih tinggi yang terdapat dalam satu lokal? Nah itu, saya sampai protes pada tenaga pendidik di SMP IT PAPB. Mengapa sekolah ini tak bisa segera mendapat ijin dari Diknas agar bisa menyelenggarakan pendidikan SMA? Tanah luas sudah ada, dari para pewakaf, semoga amal mereka diterima Allah Swt.

Sudahlah, saya harus move-on dari kagalauan ini. Dan saya pun menemani si bungsu mencari sekolah sesuai yang diinginkannya. Mulai dari ikut proses seleksi di SMK Negeri 7, seperti si kakak. Bahkan kakaknya udah membayangkan bakal melihat kepala gundul si adik dan bisa membalas dengan ledekan lagu: Thak bothak bothak thak thak, hahahaa... Lagu yang selalu dinyanyikan si bungsu ketika si kakak masih bersekolah di sana sepanjang empat tahun perjalanan pendidikannya.

Naufal dalam antrian tes Jasmani dan Kesehatan di SMK Negeri 7 Semarang

Sempat ketar-ketir karena nilainya hanya 292, dan pilihan I jurusannya mendorong urutannya terhempas di urutan terakhir. Sang ayah pun menuruti keinginan si bungsu untuk mencabut berkas dan memilih sekolah umum bukan kejuruan. Padahal bila pilihan jurusan dibalik, Naufal mempunyai kans untuk diterima di jurusan Audio Video. Karena urutannya masih aman, yaitu angka 37 dari 72 calon siswa yang bakal diterima.

Yasudahlah, enggak apa, yang penting kan nurut sama keinginan anak. Wong dia yang bakal ngejalanin kok, bukan emak atau bapaknya, hehehee

Dan keputusan ini ternyata menuai kekecewaan si bungsu. Entah gimana proses seleksinya, karena NEM terendah yang diterima hanya selisih sedikit dari milik si bungsu. Prosentasi penerimaan siswa yang harus mengakomodir siswa Dalam Rayon, Luar Rayon hingga Siswa Miskin harus terpenuhi. Baiklah, Nang, Allah Swt Maha Tahu dengan apa yang terbaik untukmu. Karena dalam setiap doa emak, hanya sekolah yang terbaik menurutNYA, yang emak inginkan.

Jadi, jangan sedih ketika kamu enggak diterima di sekolah negeri. Bumi belum kiamat. 

Jangan bilang, aku enggak mau sekolah di luar negeri. 

Hahahaaa... meski ngomongnya kalem, aku tahu engkau kecewa karena enggak diterima di sekolah negeri. Dan, seperti yang selalu kau lakukan dalam setiap tingkah lakumu, kau ungkapkan kecewamu dalam ujud bercanda. Iya, kamu enggak mau sekolah di luar negeri a.k.a swasta. Tapi nasib telah menuntunmu ke sekolah swasta. Enggak ada yang salah dengan ketentuan takdir Allah ini. Engkau telah berusaha semaksimal yang kau mampu. Yuk ah, semangat Naufal!

Sekolah baru ini seperti sekolahmu di SMP. Ada shalat Dhuha, tempat engkau bisa meneruskan amalan sunnah seperti yang diajarkan di sekolahmu yang lama. Di sini juga ada setoran bacaan Quran, ini yang bikin emak mantap melihatmu menjadi siswanya.

Sekolah ini pula yang mengantarkan emakmu bisa diterima di Polines. Jadi, selamat menempuh pendidikan yang lebih tinggi di SMA Sultan Agung I ya Nang. Semoga kebaikan yang akan menemani hari-harimu menjadi remaja. Tetap lah berprestasi akademik dan non akademik. Tetap lah menjalankan ibadah wajib dan sunnah. Emak akan selalu mendampingimu dengan doa dan amalan yang sama. 

Selamat Naufal sayang :D

25 comments :

  1. Selamat ya Naufal. Semangat! tahun ini aku pun kena euforia nya mak.. karena navaro masuk SD. ternyata begini deg degannya. hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih, aku baru kali ini ikut seleksi pakai nilai UN, biasanya kan tes tertulis. Karena udah tahu kapasitas kemampuan anak2, jadi tenang aja. Ini kita harus ngalah juga karena ada sistem prosentasi siswa miskin dll

      Selamaat juga buat Navaro, moga senang di sekolah baru ya :D

      Delete
  2. Selamat untuk Naufal yang sudah lulus ya, semangat sekolanya :)

    ReplyDelete
  3. Oooo...tak pikir Ln =mancanegara e mb....hi..hi, makanya...knp juga sekolah di manca ga mau....#judulnya itu lho...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihiii...kejebak ya mbak, asik aja pakai judul gitu :D

      Delete
  4. Kadang urusan admin, apalagi perijinan, dg diknas itu berbelit-belit. Sudah ngalamin sendiri waktu mindahin anakku ke Jawa. Semoga sekolah baru bisa memenuhi kebutuhan ananda.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak Lusi, bikin pusing pala emak ini :)
      Alhamdulillah semoga anakku bisa nyaman sekolah di sini, aamiin

      Delete
  5. Dek Naufal, smu sula keren kok. Besok tgl 25 kami mau reuni lho. Untuk angkatan 2003. #infogakpenting #abaikan

    Selamat bersenang-senang di smu sulatu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya keren sangat, emaknya ini kan alumni sekolah ini juga, hahaha
      Makasih kakak Dian, Naufal bakal bersenang-senang di SULATU :)

      Delete
  6. di swasta juga sama bagusnya kok, semangat yasekolahnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa tante Lidya, makasih *kata Naufal nih maksih semangatnya :)

      Delete
  7. semangat ya kaka naufal, di dalam atau luar negeri sekolahnya kita bisa sukses kok..selamaat mba watiii...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sangat tante Dedew, inshaa Allah Naufal semangat sekolah di sini, punya teman baru yang makin banyak :)

      Delete
  8. padahal ga ada salahny kuliah di kampus swasta

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa...namanya juga anak-anak, pngen kumpul ama teman lama

      Delete
  9. semoga betah ya...semangatttt
    selamat.. swasta bagus kok

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, makasih semangatnya :)
      Nah itu lah mbak, aku mesti ngerayu2 dia dulu agar mau sekolah di sini

      Delete
  10. semangat ya kaka naufal, kita semua pasti mendoakan yang terbaik buat naufal

    ReplyDelete
  11. Duh..
    Baca di TL kayaknya rame dan gundah banget yah mbak ttg penerimaan SD SMP SMA tahun iniii...
    Aku jadi ikutan parno soalnya tahun depan Kayla masuk SMP nih mbaaaak...

    Semangat terus yah Naufaaaal...mudah2an bisa berprestasi di SMA luar negeri ini hehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, enggak perlu parno, percaya aja ama kemampuan anak dan takdir Tuhan. Mesti tetap aja sih proses seleksinya juga perlu dibenahi agar kemampuan anak yang jadi penilaian utama, bukan hanya tambahan nilai untuk anak tertentu,

      Delete
  12. Selamat ya Naufal. Aku baru tahun depan akan merasakan euforia seperti ini, mak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih tante Mira :D

      Kudu siapin hati deh mak, agar bisa ikhlas menerima setiap kemungkinan, hehehe

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...