Laman

  • Beranda
  • Jalan-jalan
  • Inspirasi
  • Review
  • Disclosure
  • About Me
  • Achievement

26 Apr 2014

AJARKAN ANAK UNTUK BERANI MENOLAK


Apa kabar bunda...
Kali ini aku ingin berbagi pengalaman saat mengenalkan anak-anak  (antara tahun 1999 s/d 2004) tentang pentingnya menjaga diri dari pedofilia. Saat itupun dunia anak-anak Indonesia tengah diguncang berita tentang kasus sodomi yang dilakukan oleh Robot Gedek.
Saat itu si RG ngiming-ngimingi calon korbannya dengan memberi uang seribu rupiah. Kaget?! Ya, karena korbannya rata-rata anak jalanan. Usia mereka antara 8 - 12 tahun. Dengan uang seribu, RG menyalurkan nafsu kotornya pada anak jalanan yang rentan karena tak memiliki perlindungan dari keluarga.
Duuh, kejadian yang terungkap tahun 1997 itu bikin meremang bulu kudukku. Saat itu si sulung memasuki usia dua tahunan. Beruntungnya, aku berlangganan majalah parenting yang hanya ada satu di negeri ini. Majalah itu menjadi acuanku untuk mengajarkan ànak agar menjaga diri dari pelecehan sexual.

Ya, sejak dini aku memang mengajarkan anak-anak agar mereka berani menolak bila :
1. Diminta melepas pakaian oleh orang lain (siapapun itu, dokter, guru sekolah bahkan kerabat) tanpa didampingi orang tua.
2. Menolak dengan tegas setiap pemberian jajanan atau uang dari orang tak dikenal. Ajarkan anak-anak agar tidak tergiur dengan hadiah uanh berujud apapun.
3. Ada yang mengaku saudara atau teman ayah dan ibu untuk menjemput dan mengajak pergi ke suatu tempat untuk keperluan bermain atau acara apapun.
Kepada pihak sekolah, kami juga selalu melakukan komunikasi positif secara persuasif. Terutama saya sebagai bunda sering berbincang lebih dekat dengan alasan konsultasi tentang perilaku anak. Atau sekedar ngobrolin kegiatan sekolah. Kebetulan taman bermain anak-anak hanya selemparan batu jaraknya dari rumah. Yang kami harapkan sih, anak-anak bisa mendapat perhatian lebih :)
Selain itu sejak usianya tiga tahun, saya udah berani mengenalkan nama asli organ vital anak cowok. Nggak pake nama pengganti karena takutnya mereka akan kebingungan bila ada yang menyebut nama asli. Karena anak saya cowok, ya saya bilang kalo alat kelaminnya itu bukan burung tapi penis :) Tidak ada orang yang boleh menyentuhnya. Entah itu guru, tetangga, apalagi orang asing.
Saya jelaskan pula perbedaan organ vital anak cowok dan cewek. Tentu saja saya harus percaya diri kalo saya bakal mampu menjawab pertanyaan mereka nantinya. Kan saya udah punya referensinya?! Hahaàaa... Kalo pun sampe nggak bisa menjawab, biasanya saya berdalih akan mencari tahu dulu. Bertanya pada dokter keluarga misalnya :y
Saya kadang menakut-nakuti anak-anak bahwa orang asing akan menculik mereka. Jadi jangan pernah bermain atau bersepedaan jauh dari rumah. Maklum anak-anak senang banget bersepeda hingga hilang dari pandang mata saya.
Meski sekarang anak-anak sudah abege, saya masih selalu mengingatkan tentang menjaga diri. Tentu saja dengan gaya komunikasi yang tak sama.

18 comments :

  1. Thifa udah brani main jauh jga mbaa, aku bilangin jangan jauh2 ntar kalo diculik orang ngga bisa ktmu mama lagi lho

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihiii..sama mbak, aku juga bilang seperti itu. Anak-anak kalo pemberani kan mainnya jauh dari rumah ya...kudu hati2 mbak.

      Delete
  2. Nice sharing, mbakyu. Aku pernah ngajarin soal nama asli alat repd. tp tdk dg percaya diri, hihi. Gimana tips agar orang lain nggak kaget saat anak kita nyebut nama asli itu?

    Satu lagi (hihi) piye ngenalin soal gimana kehamilan terjadi? Si sulung sempet dengar saat di tv dibahas soal sexual intercourse, dan dia nanya ke aku. Aku pura2 nggak denger T_T

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo ada yang tanya ke kita, jelaskan aja, bahwa sejak dini anak perlu tahu mana kata yang benar tentang pengucapan nama alat kelamin. Dan orang tidak bisa menyebut tidak sopan. Karena kita mengajarkan sesuai kaidah bahasa Indonesia, hihiiii...

      Kalo soal terjadinya kehamilan, aku jelasinnya yang sederhana. Ayah dan ibunya udah menikah, jangan dijelaskan secara nyata. Mungkin bisa aku tulis di blog ini ya Bunda Nidzihai, mudah2an aku ingat :)

      Delete
  3. sebagai orang tua, suka deg2an klo baca berita2 pelecehan seksual pd anak :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apalagi aku dulu mak, takut banget nonton berita seperti itu. Pengetahuan tentang pengasuhan hanya bisa didapat dari majalah atau seminar. Aku cukup rajin ikut seminar. Makasih ya mbak :)

      Delete
  4. Makasih mbak, penting banget buat calon anakku nih.

    ReplyDelete
  5. Ah, udah harus mulai belajar nih. Saya punya ponakan usia SD, jadi suka khawatir. Terutama soal internet mak. Di rumah bisa dikontrol, tapi pas di luar msh suka curiga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Akan lebih baik kalo diijinkan main internet di rumah. Tentu saja dengan jam khusus yaitu pas hari libur :)

      Delete
  6. belum ngrasain jadi bunda, tapi info ini tentu saya simpan baik2 dan pasti bermanfaat kalau saya menjadi bunda kelak. :)
    berani menolak untuk hal yang tidak baik memang perlu ditanamkan sejak dini ya mak,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku senang bisa berbagi pengalaman tentang pengasuhan mba :)

      Delete
  7. agak parno skr mbak, jadi anak-anak harus selalu di beri penjelasana ya

    ReplyDelete
  8. Ya mba Lidya, agar anak-anak bisa menjaga diri sendiri saat di luar rumah :)

    ReplyDelete
  9. Duuh iya, Nai dan Alde mulai kubilangin mbak...jangan mau disentuh2 orang..ini aurat kaka..Rahmii Thifa jangan main jauh2 ahhh sereem...

    ReplyDelete
  10. mirip dengan yang dian lakukan sekarang mbak hidayah.. pokoke sekarang aware, komunikasi dan memperhatikan lingkungan jadi hal utama juga, selain agama ya mbak ..

    makasih sharenya...

    ReplyDelete
  11. Alhamdulillah klo mbak sdh ajarkan sedari dini. Saya termasuk telat mbak ...Untungnya tidak ada kejadian apa-apa, semoga Allah lindungi anak anak kita yaa..

    ReplyDelete
  12. Betul mbak. Terimakasih sdh mengingatkan. Itu anaknya sedang menari kuda lumping ya?

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...