Laman

  • Beranda
  • Jalan-jalan
  • Inspirasi
  • Review
  • Disclosure
  • About Me
  • Achievement

6 Dec 2012

Hikmah Haji Dengan Daftar Tunggu



HIKMAH HAJI DENGAN DAFTAR TUNGGU
Penulis: Hidayah Sulistyowati

            Sebagai umat muslim, bisa menjalankan rukun Islam yang kelima adalah sebuah impian.  Banyak usaha dilakukan agar bisa meraih impian ini.  Dari ikhtiar  bekerja keras dan mengumpulkan rupiah demi rupiah, hingga akhirnya terkumpul sejumlah nominal yang disyaratkan untuk memperoleh porsi keberangkatan ke tanah suci.
            Permasalahan muncul, ketika uang yang sudah terkumpul ini disetorkan untuk BPIH (Biaya Perjalanan Ibadah Haji), agar mendapat porsi keberangkatan, minimal Rp. 25.000.000. Calon jemaah haji harus masuk daftar tunggu hingga bertahun-tahun. Sebagai contoh, pengalaman penulis yang menyetor bulan Juli 2010 sejumlah nominal Rp. 25.000.000,-   baru bisa berangkat ke tanah suci pada tahun 2014.  


Daftar Tunggu Haji Yang Makin Panjang

Beberapa tahun belakangan muncul bank-bank syari’ah yang menawarkan produk dana talangan untuk setoran minimal BPIH. Masyarakat muslim tertarik karena dana minimal setoran BPIH bukanlah nominal yang kecil.  Bagi sebagian masyarakat kita, butuh waktu bertahun-tahun dengan cara menabung secara rutin dan konsisten.  Padahal, bisa jadi ada kebutuhan lain yang lebih mendesak, umpamanya biaya sekolah anak atau renovasi rumah.
            Ini penyebab antrian panjang porsi keberangkatan haji.  Sesuai data terakhir dari Siskohat, sampai dengan bulan April 2012 daftar tunggu haji Provinsi Jawa Tengah sampai tahun 2021. Artinya, calon jemaah haji yang mendaftar pada bulan itu, diperkirakan baru bisa berangkat ke tanah suci tahun 2021. Nampaknya antrian ini semakin panjang. Informasi yang penulis terima dari seorang teman yang mendaftar pada bulan Agustus, baru bisa berangkat ke tanah suci pada tahun 2023.
            Sebenarnya bukan hanya penduduk Jawa Tengah yang harus masuk daftar tunggu hingga bertahun-tahun, karena provinsi lain pun mengalami hal yang sama.  Jawa tengah menduduki peringkat ketiga setelah Jawa Barat dan Jawa Timur untuk  jumlah porsi haji sesuai jumlah penduduknya. Porsi haji Jawa Tengah adalah sebesar  29.435 orang. 


Menanti Keberangkatan Dengan Manasik Mandiri

            Setiap muslim yang menunaikan ibadah haji tentu ingin menjadi haji mabrur.  Untuk mencapai haji yang mabrur tentunya tidaklah mudah.  Karena salah satu syaratnya adalah pemahaman tiap jemaah haji dalam proses pelaksanaan manasik dan ibadah lainnya sesuai tuntunan ajaran agama Islam secara utuh. 
Selama ini, hampir setahun sebelum keberangkatan calon jemaah haji mengikuti bimbingan manasik.  Namun pada pelaksanaan ibadah haji di tanah suci, masih ditemukan adanya ketergantungan jemaah haji pada petugas bimbingan haji. Ketua rombongan mesti berteriak-teriak agar anggota yang paling belakang tetap bisa mendengar doa yang diucapkan.
            Seharusnya dengan adanya daftar tunggu keberangkatan yang masih lama, bisa disiasati dengan mempelajari manasik secara mandiri.  Bukankah saat ini teknologi informasi dan komunikasi begitu mudah didapat.  Depag bisa saja memproduksi kaset DVD bimbingan haji  yang diberikan secara gratis ketika calon jemaah haji sudah terdaftar  di BPIH setempat.  
Depag juga bisa membagikan brosur, booklet, atau modul mengenai materi bimbingan haji untuk  belajar calon jemaah haji, selain buku-buku bimbingan manasik haji yang sudah ada.  Buku tuntunan dari Kementrian Agama RI selama ini baru dibagikan pada calon jemaah haji setahun menjelang keberangkatan.  Bagi calon jemaah haji yang sudah lancar membaca Al Quran, kondisi ini bukanlah halangan.  Berbeda bagi mereka yang tidak bisa sama sekali membaca tulisan arab, tentu akan mengalami kesulitan untuk memahami dan menghapalkan setiap tuntunan doa dan dzikir di dalam buku-buku ini. 
Tidak semua calon jemaah haji yang berangkat ke tanah suci bisa membaca huruf arab yang lebih dikenal dengan huruf hijaiyah.  Sehingga dengan kondisi ini, mereka bisa menggunakan waktu antrian panjang untuk belajar membaca Al Quran.  Dan di sela waktu yang ada, bisa diisi dengan berlatih membaca doa-doa dan dzikir yang ada di buku-buku manasik haji.
            Mereka bisa membentuk kelompok bimbingan secara mandiri dengan sesama calon jemaah yang berdekatan domisilinya. Belajar bersama memahami rukun, wajib, sunnah haji dan larangan saat ibadah haji, dengan tuntunan buku-buku serta pemutaran film dari DVD. Kegiatan ini akan menjadikan calon jemaah haji memiliki kompetensi dalam memahami manasik haji dan ibadah lain.  Yang kelak ketika tiba tahun keberangkatan menuju tanah suci, mereka dapat menunaikan ibadah haji dengan benar sesuai tuntunan ajaran Islam.
            Hikmah yang lain adalah, calon jemaah haji bisa lebih konsentrasi menyiapkan segala keperluan haji saat mendekati bulan keberangkatan haji.  Seperti, bisa lebih menjaga kondisi kesehatan menjelang dan selama melaksanakan ibadah haji.  Calon jemaah haji tidak lagi bertanya-tanya apa yang harus dilakukan dan tidak dilakukan saat proses pelaksanaan ibadah haji.  Calon jemaah haji lebih memiliki kepercayaan diri dengan kemampuan pemahaman pelaksanaan ibadah haji dan tidak bergantung kepada orang lain atau ketua rombongan.

2 comments :

  1. ada kabar2 dana talangan tidak diperbolehkan lagi, aku maish bingung juga nih enaknya ikutan dana talangan trus langsung daptar apa nabung sendiri aja ya mba, daftarnya ntar kalo uang udah mncukupi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau menurutku sih, mending buka tabungan khusus haji mbak, rutin aja diisi tiap bulan / saat ada rezeki lebih. Semoga Allah Swt memudahkan langkah mbak Rahmi Sekeluarga untuk berangkat ke tanah suci :) Amiin.

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...