Laman

  • Beranda
  • Jalan-jalan
  • Inspirasi
  • Review
  • Disclosure
  • About Me
  • Achievement

24 Aug 2012

PERCANTIK DIRIMU DENGAN KOSMETIK YANG HALAL

Assalamu'alaikum,

Tulisan ini saya ikut sertakan dalam lomba BLOG untuk mensosialisasikan Halal Is My Life.  Tentunya tujuan lomba ini agar banyak wanita muslim khususnya dan wanita umumnya, mengetahui produk kosmetik  halal pasti akan berpengaruh tidak saja pada kecantikan fisik, namun juga kecantikan jiwa.

Sebagian besar penduduk di muka bumi ini, memiliki nilai yang absolut terhadap kriteria wanita cantik.  Dan, kriteria wanita cantik menurut penduduk bumi adalah berkulit putih, hidung mancung, mata berbinar dan bibir yang ranum serta pipi merona.

Namun, sejak tahun 2012 ini, kriteria cantik berubah drastis ketika  Miss Universe 2011 telah memunculkan kandidat baru.  Leila Lopes, gadis Angola yang berkulit hitam manis, mematahkan idiom lama.  Meski kemenangannya sempat mengundang decak iri dari beberapa kontestan miss universe  yang kalah, tetap saja prestasi gadis berusia 23 tahun saat pemilihan berlangsung itu patut diacungi jempol.  Kriteria cantik telah melesat jauh.  Tak lagi mesti berkulit putih. Tapi, ia harus berwawasan luas, cerdas dan memiliki hati yang tulus. 

Saya jadi ingat dengan teman sekelas saat masih menjadi pelajar SMP.  Teman yang memiliki kulit sawo matang, khas kulit wanita Indonesia umumnya ini ingin sekali memutihkan kulit wajahnya.  Saat itu ada produk kecantikan yang sangat dikenal secara luas mampu memutihkan kulit.  Setiap pagi, teman saya ini selalu mengenakannya dengan ditutup bedak tabur.  Saat itu saya masih awam sekali dengan riasan wajah.  Pakai bedak saja mesti disuruh oleh kakak sepupu yang kebetulan tinggal berdekatan dengan rumah kami.  Nah, saya selalu menahan senyum bila bertemu teman yang memakai krem pemutih wajah.  Bagaimana mungkin saya tidak menahan senyum, wajahnya seperti memakai topeng.   Beranjak siang, suasana panas kota Semarang,akan mengubah tampilan teman saya lebih parah.  Bedak bercampur keringat menimbulkan efek yang jelek sekali.  Aduuuh, saya jadi kasihan melihat penampilannya.  Tapi saya sendiri sangat awam dalam hal perawatan wajah.  Akhirnya, saya hanya berbisik dalam hati, agar kelak ketika saya tertarik untuk mulai berhias, jangan sampai melakukan kesalahan yang sama.

Kodrat wanita itu berhias agar bisa tampil lebih cantik.  Biasanya karena kebutuhan pribadi atau atas desakan pihak lain.  Bisa karena pekerjaan yang mengharuskan kita tampil cantik, atau karena suami.  Ya, bukankah berhias untuk suami bertujuan menyenangkan hatinya?  Dan, bila suami senang atau bahkan puas dengan penampilan kita, tentu lah pahala yang akan kita terima sebagai istri.

Saya berkeyakinan, mempercantik diri itu suatu hal yang lumrah bagi seorang perempuan.  Tentunya mempercantik di sini tidak harus berlebihan seperti akan menari di atas panggung.  Dulu saya beranggapan, berhias itu sebatas memakai bedak dan menyisir rambut.  Namun seiring dengan bertambahnya usia, juga berpengaruh dengan pola berpikir saya sebagai perempuan dewasa. Mau tak mau,  saya ikut terseret arus ketika mulai bekerja.  Saya mulai mengenal krim pencerah wajah beserta teman-temannya.  Seperti eye shadow, perona pipi hingga lipstick.  Saya termasuk pilih-pilih untuk kosmetik wajah.  Meski berkulit sawo matang, saya tidak ingin ikut larut dalam euforia perempuan untuk memakai pencerah kulit.  Terus terang, pengalaman teman SMP dulu masih membekas dalam ingatan.  Wajahnya menjadi putih, tapi seperti kontras sekali dengan kulit di leher dan lengannya yang tetap saja sawo matang.  Hahaha... saya tidak ingin seperti itu.

Alhamdulillah, saya bertemu dengan kenalan yang merekomendasikan kosmetik aman dan halal untuk digunakan bagi kulit wanita Asia.  Ceritanya, saat itu saya bersilaturahim usai kepulangannya dari tanah suci.  Dia banyak bercerita selama berada di tanah suci tetap membawa produk perawatan kulit  sebagai pelindung wajah dari debu dan panas matahari.
"Jerawat saya tak pernah muncul.  Padahal biasanya, kena kotoran sedikit, langsung deh, jerawat bermunculan,"ucapnya sambil menunjukkan krim perawatan wajah yang dipakainya.
Krim ini telah memiliki sertifikat halal dari MUI.
Saya berpikir, kok malah kayak promosi sih?  Tapi, tetap saja saya tertarik ingin membeli produk perawatan seperti yang dipakai kenalan saya ini.

Saat itu saya masih memakai produk perawatan kulit dari seorang dokter.  Tahu sendiri kan, kalau memakai krim dari dokter, kulit memang halus.  Tapi, begitu berhenti memakainya, langsung deh jerawat bermunculan menghias muka.  Huff, itulah kenapa saya suka malas memakai krim dari dokter.  Terus terang, saya tidak ingin jadi merasa ketergantungan pada krim yang sama untuk waktu yang lama.

Rasa penasaran membuat saya mencari tahu di google.  Wow...rupanya rekomendasi kenalan saya tadi memang tidak hanya isapan jempol.  Sejak tahun 1995, Wardah telah menginspirasi wanita di indonesia ini untuk merawat kecantikan lahiriah tanpa menanggalkan kecantikan jiwa. Menjadi wanita cantik itu mudah.  Namun, mencintai diri kita hingga merasa cantik dan bisa menjadi inspirasi bagi orang di sekitar kita membutuhkan hati yang tulus.

Sebagai wanita muslim, mata saya jadi terbuka sejak membaca artikel tentang kosmetik yang halal.  Bayangkan saja, hampir 79% kosmetik yang kita pergunakan setiap hari tidak jelas kehalalannya. Bagaimana mungkin ibadah shalat kita diterima, bila krim pelembab dan bedak yang setiap hari kita pakai tidak bisa dijamin kehalalannya? Apalagi, tahun 2014 nanti saya bersama suami, akan menunaikan ibadah haji ke tanah suci.  Tentunya, saya ingin menggunakan produk kosmetik yang halal untuk menjaga kelembaban kulit wajah dari terpaan debu dan panas matahari. Wah, saya kan tidak ingin ibadah yang sudah sangat kami nantikan selama empat tahun ini menjadi gugur syarat wajibnya, gara-gara memakai kosmetik berbahan baku yang haram!

Nah, sebelum membeli, kita mesti teliti zat apa saja yang diharamkan dan terkandung dalam kosmetik.  Di antaranya:
1. Kolagen
   Sering digunakan oleh produsen kosmetik karena bersifat melembabkan dan tidak larut air.
   Bahan ini biasanya berasal dari babi atau sapi.  Namun bagi produsen kosmetika, biasanya
   memilih bahan yang berasal dari babi karena alasan ekonomis dan memiliki jaringan sel yang
   mirip tubuh manusia.
2. Plasenta
   Lebih dikenal sebagai ari-ari. Penggunaan plasenta dalam kosmetik bermanfaat dalam
   mencegah penuaan dan mempertahankan tekstur kekenyalan dan kekencangan kulit.
   Tapi, bahan ini terutama berasal dari jaringan manusia sendiri.  Hiii, jelas sekali kan kalau
   bahan ini sangat diharamkan untuk dipergunakan.
3. Gliserin
   merupakan turunan lemak yang sudah digunakan luas pada hampir semua produsen kosmetik.    
   Penggunaannya terutama pada produk sabun, body lotion dan pelembab.

Wanita muslim sebagai konsumen tentulah mengalami kesulitan membaca komposisi bahan yang dicantumkan produsen di kemasan produk kosmetik.  Cara yang paling aman dan mudah, tentunya harus memilih produk kosmetik yang secara jelas telah mencantumkan label HALAL  dari LPPOM  MUI, seperti berikut ini:
halal mui

Wardah sebagai produsen kosmetik pertama yang memperoleh sertifikat Halal patut menjadi pilihan utama bagi wanita muslim.  Sertifikat Halal suatu produk dikeluarkan setelah melalui proses audit yang dilakukan oleh LPPOM MUI dan diputuskan dalam sidang Komisi Fatwa MUI.  Sertifikat ini hanya berlalu 2 tahun. Jadi pihak produsen harus memperpanjang masa berlaku sertifikat Halal sesuai dengan prosedur perpanjangan sertifikat yang berlaku.

Memakai kosmetik Halal itu memberikan jaminan ketentraman si pemakai.  Kita tidak lagi dipusingkan dengan pertanyaan, halal ataukah haram produk kosmetik yang menjadi teman berkegiatan sepanjang hari.  Nah, sekarang tak ada pilihan lain selain memakai produk kosmetik Wardah seperti saya!

                              
Wassalamu'alaikum.

Sumber data :
1. www.wardahbeauty.com
2. www.halalmui.org
3. Formmit.org/Kosmetik-halal


t

8 comments :

  1. wah wardah nya komplit ya bu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Belum komplit bener, itu hanya untuk pemakaian sehari-hari kok Rahmi :))

      Delete
  2. Buset dah lengkap banget, eeh iyaa wardah kan ada yang paket kit buat haji nya yaa bunda, eeh itu bener2 deh gag bagetus kalau ada kolagen :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi...apanya yang komplit? Iya,ntar aku juga pengen lihat koleksi wardah untuk sangu berangkat ke tanah suci. Sesuai moto Wardah kan, mempercantik lahir dan jiwa kita :)

      Delete
  3. wahhhhhh koleksinya lengkap, bagus ya kayaknya wardah ini

    ReplyDelete
  4. sejak ikutan kontes ini, aku juga pindah merek kosmetik. Ternyata belum sekomplet punya Mbak Hidayah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pelan-pelan aja Dewi :)) Go...go... go Wardah :)

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...